Pagi ini saya membaca komentar salah seorang rekan kita di detik.com soal perpanjangan kontrak Exxon Mobil di Cepu sebelum waktunya dalam menanggapi komentar AM FATWA yang setuju dengan Kwik Kian Gi untuk menolak perpanjangan tersebut. Saya copykan sbb: ........................................................................................................................... Saya tidak ada kaitan sama sekali dengan ExxonMobil, tetapi saya bekerja pada perusahaan minyak dan gas. Menurut pandangan saya, kalau kontrak ExxonMobil tidak diperpanjang, hal ini akan memperburuk iklim investasi di Indonesia. Sebagai investor, perusahaan mana pun ingin modalnya kembali dan meraup keuntungan. Dengan sistem Production Sharing Contract atau pun TAC, sebagian besar dari pendapatan minyak dan gas akan masuk ke negara. Kalau pun Pertamina ingin masuk sebagai partner, saya setuju sekali, karena diharapkan Pertamina dapat belajar dari kemitraan ini. Tapi jangan sekali-kali menutup minat investor untuk berusaha di Indonesia. Kalau kita ingat tahun 1960-an, terjadi nasionalisasi perusahaan asing. Hal itu membuat kabur investor. Usaha Pak Fatwa juga setali tiga uang dengan nasionalisasi. ............................................................................................................................
Apakah anda punya komentar???? adb

