Ada beberapa point pertimbangan : - Pertama ... kontraknya kan masih puanjang maksudnya jangan buru-buru diputuskan sekarang.... jalan panjang masih berliku. - Kedua ... Perpanjangan kan optional, jadi seperti kata Pak Witan "Sah" saja mau disetop stelah kontrak habis .... artinya secara legal formal ndak menyalahi. - Ketiga ... kalo ada yang lebih menguntungkan demi bangsa, ya pilih saja yang lebih menguntungkan. - Keempat ... Dari sisi birokrasi kan ada yang "berkewajiban" mengatur. Kalo semua melakukan cross responsibility nanti malah runyem kayak Menag nggali situs arkeologi. - Kelima ... kalao mau berkomentar ... pelajari dulu apa yang sebenernya terjadi ... makan jangan buru-buru ditelen ... dikunyah-kunyah ... ntar tersedak kan repot. - Keenam ... Kalo masalah kemampuan mengelola lapangan minyak ... Hmm Siapa takut ... upst !!
baru bicara point konsen saja kok sudah panjang .... kapan komentarnya nih ... ?? salam RDP >Kontrak tak diperpanjang ya sah2 saja, lha salah siapa menginvest dilahan yg >kontraknya mau habis? Jadi tak usah kuatir akan ganggu iklim investasi. >Pertamina jangan mau hanya sebagai partner saja. Saya yakin mereka mampu >menanganinya sendiri. Dari segi biaya operasi saja, kalau lahan itu >ditangani Pertamina pasti akan banyak yg bisa dipotong/dihemat, berarti >keuntungan yang lebih besar akan didapatkan Indonesia. >Profesionalisme,integritas, dan kejujuran rekan2 di Pertamina tak usah >diragukan lagi. Masak disuruh belajar dulu dari mereka. Modal? Dengan jumlah >cadangan sebesar itu saya yakin investor dan bank akan berduyun-duyun >datang. >hayo Pertamina, Go For IT !!! > >Pak Andang teman kita itu kok kurang PD yah? > >Witan > >----- Original Message ----- >From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Sent: Tuesday, August 27, 2002 9:03 AM >Subject: [iagi-net-l] Exxon di Cepu: Diperpanjang atau Tidak??? > > >Pagi ini saya membaca komentar salah seorang rekan kita di detik.com soal >perpanjangan kontrak Exxon Mobil di Cepu sebelum waktunya dalam menanggapi >komentar AM FATWA yang setuju dengan Kwik Kian Gi untuk menolak perpanjangan >tersebut. Saya copykan sbb: >............................................................................. >................................................ >Saya tidak ada kaitan sama sekali dengan ExxonMobil, tetapi saya bekerja >pada perusahaan minyak dan gas. Menurut pandangan saya, kalau kontrak >ExxonMobil tidak diperpanjang, hal ini akan memperburuk iklim investasi di >Indonesia. Sebagai investor, perusahaan mana pun ingin modalnya kembali dan >meraup keuntungan. Dengan sistem Production Sharing Contract atau pun TAC, >sebagian besar dari pendapatan minyak dan gas akan masuk ke negara. Kalau >pun Pertamina ingin masuk sebagai partner, saya setuju sekali, karena >diharapkan Pertamina dapat belajar dari kemitraan ini. Tapi jangan >sekali-kali menutup minat investor untuk berusaha di Indonesia. Kalau kita >ingat tahun 1960-an, terjadi nasionalisasi perusahaan asing. Hal itu membuat >kabur investor. Usaha Pak Fatwa juga setali tiga uang dengan nasionalisasi. >............................................................................. >................................................. > >Apakah anda punya komentar???? > >adb > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

