Andang,
Rasanya polemik mengenai diperpanjang atau tidaknya blok Cepu ini sudah lama
bergema. Kelihatannya tarik ulurnya bisa menyerupai CPP, hanya dalam skala
yang berbeda.
Mestinya pada saat EMOI mau mengakuisisi Ampolex (?, kelihatannya ini juga
cuma bridging company) mereka sudah aware kalau kontrak-nya adalah TAC dan
akan expire tahun 2010. Mestinya sebagai world class company mereka juga
aware kalau buat TAC ndak ada kegiatan eksplorasi. Mestinya mereka juga
sudah melakukan risk management simulation yang memadai. Mestinya mereka
juga aware, kalau mereka "nekat" melakukannya dan dapat "durian runtuh"
dalam model ekonominya harus mempertimbangkan development cost, production
life, pay back period, etc. Mestinya mereka ... mestinya mereka...banyak
lagi.
Coba saja, mengapa Banyu Urip dulu disuspend lama sekali ?
Rasanya koq mereka mengandalkan premise kalau kontraknya nanti dapat
diperpanjang. Kasus yang senada mungkin dapat dilihat pada ekstensi-nya
Freeport, Natuna (WNTG) yang dilakukan jauh sebelum due date, dan bisa.
Mungkin juga itu terjadi karena konteksnya juga berbeda.
Kalau melihat situasinya sih rasanya Pertamina ada dalam posisi yang
ditodong (barangkali ada kaitannya dengan produksi di Arun, who knows), nah
pertanyaannya kembali, berani ndak Pertamina buat bikin keputusan yang
"seadil-adilnya"?
Kalau bisa dengan CPP, what makes this things different? Apa perlu ada demo
RDC (Republik Demokrasi Cepu) dulu ?
Kalau perkara politisi, itu mah urusan lain....tinggal caranya saja, pada
prinsipnya antara merayu dan merampok tujuannya sama, caranya saja yang
berbeda. Nah, sekarang, quo vadis ?

Bambang
(Ini pendapat pribadi lho)

-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 27 Agustus 2002 9:03
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Exxon di Cepu: Diperpanjang atau Tidak???


Pagi ini saya membaca komentar salah seorang rekan kita di detik.com soal
perpanjangan kontrak Exxon Mobil di Cepu sebelum waktunya dalam menanggapi
komentar AM FATWA yang setuju dengan Kwik Kian Gi untuk menolak perpanjangan
tersebut. Saya copykan sbb:
............................................................................
...............................................
Saya tidak ada kaitan sama sekali dengan ExxonMobil, tetapi saya bekerja
pada perusahaan minyak dan gas. Menurut pandangan saya, kalau kontrak
ExxonMobil tidak diperpanjang, hal ini akan memperburuk iklim investasi di
Indonesia. Sebagai investor, perusahaan mana pun ingin modalnya kembali dan
meraup keuntungan. Dengan sistem Production Sharing Contract atau pun TAC,
sebagian besar dari pendapatan minyak dan gas akan masuk ke negara. Kalau
pun Pertamina ingin masuk sebagai partner, saya setuju sekali, karena
diharapkan Pertamina dapat belajar dari kemitraan ini. Tapi jangan
sekali-kali menutup minat investor untuk berusaha di Indonesia. Kalau kita
ingat tahun 1960-an, terjadi nasionalisasi perusahaan asing. Hal itu membuat
kabur investor. Usaha Pak Fatwa juga setali tiga uang dengan nasionalisasi.
............................................................................
................................................

Apakah anda punya komentar????

adb


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

Kirim email ke