Saya punya, yaitu :

Saya pikir tidak ada masalah dengan tidak diperpanjangnya kontrak ExxonMobil
di Cepu dalam kaitannya dengan memperburuk investasi di Indonesia. Karena
yang terjadi adalah (menurut sepengetahuan saya) kontrak akan berakhir
sesuai jadwal, ExxonMobil berniat untuk memperpanjang dan tinggal pihak
pertamina (= pemerintah) saja yang mau memberi perpanjangan kontrak atau
tidak.  Jadi, mestinya kalau Pertamina (=pemerintah) memutuskan untuk tidak
memperpanjang kontrak tersebut...ya wajar saja..tidak ada yang aneh secara
hukum bisnis (sepengetahuan saya lho). Nah, semua orang tahu bahwa terdapat
potensi hidrokarbon yang besar di Cepu yang pihak ExxonMobil sendiri
mengakui tidak akan mendapatkan keuntungan yang "ekonomis" seandainya hanya
beroperasi di daerah tersebut sampai 2010 ( TAC yang ada sekarang). Satu hal
menarik, "ekonomis" ExxonMobil menurut saya sesuatu yang subyektif sekali
bukan ?..Kalau kita sebagai pedagang tahu kita bisa untung Rp. 2000 dengan
berdagang lebih lama di suatu tempat, kenapa harus puas dengan keuntungan
Rp. 2 dengan waktu yang ada ?......
Pertamina menurut hemat saya sudah belajar banyak sekali dalam kurun waktu
sebelum saya lahir sampai sekarang dalam hal kemitraan dengan investor
asing.  Dan untuk kasus Cepu ini...silahkan pilih (ini hanya salah dua
skenario...mungkin)...10% pertamina : 90 % asing.....atau.....100 %
pertamina.  

My 2 cents,
Tony



> -----Original Message-----
> From: Andang Bachtiar [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, August 27, 2002 10:03 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [iagi-net-l] Exxon di Cepu: Diperpanjang atau Tidak???
> 
> Pagi ini saya membaca komentar salah seorang rekan kita di detik.com soal
> perpanjangan kontrak Exxon Mobil di Cepu sebelum waktunya dalam menanggapi
> komentar AM FATWA yang setuju dengan Kwik Kian Gi untuk menolak
> perpanjangan tersebut. Saya copykan sbb:
> ..........................................................................
> .................................................
> Saya tidak ada kaitan sama sekali dengan ExxonMobil, tetapi saya bekerja
> pada perusahaan minyak dan gas. Menurut pandangan saya, kalau kontrak
> ExxonMobil tidak diperpanjang, hal ini akan memperburuk iklim investasi di
> Indonesia. Sebagai investor, perusahaan mana pun ingin modalnya kembali
> dan meraup keuntungan. Dengan sistem Production Sharing Contract atau pun
> TAC, sebagian besar dari pendapatan minyak dan gas akan masuk ke negara.
> Kalau pun Pertamina ingin masuk sebagai partner, saya setuju sekali,
> karena diharapkan Pertamina dapat belajar dari kemitraan ini. Tapi jangan
> sekali-kali menutup minat investor untuk berusaha di Indonesia. Kalau kita
> ingat tahun 1960-an, terjadi nasionalisasi perusahaan asing. Hal itu
> membuat kabur investor. Usaha Pak Fatwa juga setali tiga uang dengan
> nasionalisasi.
> ..........................................................................
> ..................................................
> 
> Apakah anda punya komentar????
> 
> adb
> 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

Kirim email ke