Komentar untuk Pertanyaan 8: Deposit tambang memang biasanya diketemukan
tidak cuma satu di dalam suatu areal (mineral district), bisa 3, 4 atau
lebih banyak lagi. Dan biasanya diketemukannya juga dalam rentang waktu yang
berbeda, jadi nutupnya juga tidak bersamaan. Seperti di Cikotok mineral
district (posting saya sebelumnya), deposit pertama (Cikotok) diketemukan
jaman Belanda dulu, kemudian disusul yang lain-lainnya seperti Cirotan,
Pasir Ela, dst- dst yang terakhir Cikidang (akan ditutup sekitar 2 tahun
lagi). Kalau geologist Antam tidak menemukan lagi deposit lain disekitar
Cikotok, ya tambang (termasuk pabrik pengolahannya) akan ditutup.

Demikian pula halnya yang terjadi di Freeport tentunya........ silakan geos
Freeport share....

Salam - Daru

----- Original Message -----
From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, January 26, 2003 10:32 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] MINE CLOSURE = Re: [iagi-net-l] IAGI Luncheon Talk


> Menyambung posting pak Noor
>
> - Sehubungan dengan "dengar-dengar" bahwa Cikotok malah mau dikembangkan
> untuk wisata, nampaknya untuk tambang bawah tanah tidak perlu terlalu
> dipermasalahkan "penutupan tambangnya" (hanya sekedar dikonversi menjadi
> tempat wisata saja?), sementara untuk tambang-tambang open pit (semacam di
> Kelian?, Bangka, atau INCO) perlu diatur lebih sistimatis dan terencana?
> Apakah memang begitu? Bagaimana kawan-kawan mining geo's dan environ geos?
>
> - 70 lapangan minyak itu, berapa persen offshore-onshorenya pak Noor?
>
> - Khusus untuk di migas, menurut saya, bukan hanya lapangan abandoned yang
> harus diperhatikan, sumur-sumur eksplorasi abandoned-pun mempunyai aspek
> "hazard" yang tinggi apabila tidak diatur secara teknis dan administratif
> pengurusan paska abandonement-nya. Perumahan real-estate Bukit Hijau di
> Balikpapan, dibangun diatas abandonement sumur Bongkaran-1 dan
Bongkaran-7,
> dimana besi penutup sumur2nya mencuat di pinggir jalan yang rawan terhadap
> lindasan dan dongkelan bulldozer;  sementara di Bukit Damai Indah bekas
> sumur Bongkaran-5 ada dijalan setapak yang rawan terhadap pencongkelan
orang
> iseng. Di pedalaman Mahakam, sumur Mamahak yang diabandoned pernah makan
> korban anak muda yang iseng main korek disekitarnya karena tidak menyadari
> bahayanya, tidak ada tanda papan peringatan apapun disitu karena lokasinya
> "in the middle of nowhere". Bagaimana seharusnya pengaturan sumur-sumur
> eksplorasi yang diabandoned tersebut ya??? Ada yang punya referensi?
>
> - Pertanyaan ke-8 untuk rekan-rekan mining geologist: kalau
> tambang-tambangnya Freeport di Papua itu kapan closurenya?? Apakah tidak
> akan pernah di closure karena biarpun gunung bijih sudah habis, tapi masih
> ada gunung bijih timur, masih ada kucing liar, dan mungkin masih ada yang
> baru lainnya di tahun-tahun mendatang; sehingga harus menunggu semua
pospect
> exhausted, baru ditutup???
>
> Salam
>
> ADB
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke