Saya pernah dolan ke PTBA di Tanjung Enim, sekitar 1990-an. Waktu itu,
penambangan terbagi-bagi menjadi beberapa 'unit'. Ada beberapa unit yg saat
itu sedang dan sudah ditutup. Reklamasinya bagus sekali, bahkan sampai ada
bagian 'penghijauan' yg merekrut para sarjana pertanian. Teknisnya, hasil
galian dari satu unit yg baru, dimasukkan ke unit yg mau ditutup tadi,
terus ditambah 'tanah subur' dan baru ditanami pepohonan di atasnya.

Tentunnya rekan2 di PTBA sendiri bisa memberikan cerita lebih benar.

Salam,
Syaiful





> 3. Bagaimana dengan program penutupan (reklamasi) tambang-tambang
batubara
> yang gede-gede? Apakah sudah pernah dilaksanakan di Indonesia? Sampai
sejauh
> mana dokumentasinya bisa diakses?
--- Mungkin rekan dari batubara bisa share hal ini........







---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke