Yah..terpakso ikut bicara, merasa tersindir....seeh.

Sebenarnya kasus pembelotan doktor lulusan LN bukan berita baru, sudah
dimulai sejak
jaman Habiebie dan Ginanjar. Cuma sejak krismon, jumlah mereka yang
membelot, yang enggak pulang2 atau diculik (apapun istilahnya) bertambah
banyak dan lebih terbuka.
Hampir sebagian besar mereka bekerja di Instansi pemerintah (termasuk BUMN),
di beberapa Instansi memang resmi mengijinkan (si doktor ini mengajukan ijin
resmi), tetapi banyak juga Instansi yang tidak mengijinkan. Untuk kasus
terakhir, banyak yang membelot,
dan tidak jelas statusnya (bekerja di LN tapi status PNS-nya tidak hilang).
Buat Instansi pemerintah sendiri adalah sebuah dilemma yang berkepanjangan,
kalaupun mereka dikeluarkan
(trus ada penggantian biaya pendidikan sekalipun), buat Instansi pemerintah
adalah suatu
kerugian besar, sebuah aset SDM yang tinggi. Tetapi disuruh tinggal di DN
dengan gaji yang tidak layak, sungguh tidak manusiawi...he..he..he..he...

Kuncinya seeh, mereka doktor yang kembali ke DN..harus KREATIF, terus
berusaha
meningkatkan pengetahuannya dan terbuka untuk mengerjakan apapun yang
tersedia di DN.
Banyak kawan-kawan saya yang menampik bekerja di LN, padahal gaji tinggi
dengan
standard bule!, tetapi mereka akhirnya bisa sukses di DN, tetapi memang
melaui masa transisi
yang sulit....he..he..he...

Saya akui mungkin driver-nya pertama kali karena gaji yang tinggi, tapi
kemudian gaji tsb menjadi tidak ada artinya, karena kesempatan dan
penghargaan yang diberikan oleh
Institusi LN kepada mereka, menjadikan penggereak utamanya.persis apa yang
dikatakan  netter sebelumnya "Equal opportunity".

Salam
Ade Kadarusman
-yang sedang bimbang menolak atau menerima tawaran kontrak bekerja 3 tahun
di salah satu Institute terkenal di salah satu negara Asia Timur-sementara
peraturan
PNS tidak membolehkan.
"gaji PNS 1,1 juta/bulan di Bandung atau 30 juta/bulan di LN plus intensif
yang lain",
pilihan yang sulit kan ?


> Loh ini kan bukan berita baru.
> sejak dulu juga banyak.
> kalau tidak salah ada Doktor Geology yang akhir nya balik lagi ke sini dan
> aktif di milis ini.
> saya pikir ini adalah  career development yang bagus, apalagi kalau balik
ke
> Indonesia setelah beberapa saat di sana.
> good luck untuk yang mau bekerja di luar negeri.  harap tetap aktif di
milis
> ini untuk berdiskusi walaupun jauh di negeri orang.
>
> fbs
>




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke