Kalau boleh saya bertanya, apakah sistemnya yang salah atau orang orang di
dalam sistem itu yang salah?
Kalau sistem yang salah, bisa kita carikan solusinya.
Namun kalau yang kedua yang salah, ini PR yang panjang sekali dan ini yang
membuat kita (baca: saya) pesimis.
Semoga harapan pak Awang menjadi kenyataan.

Salam
Shofi





                                                                                       
                            
                    Awang Satyana                                                      
                            
                    <awangsatyana@       To:     [EMAIL PROTECTED]                     
                          
                    yahoo.com>           cc:                                           
                            
                                         Subject:     [iagi-net-l] Cost Recovery       
                            
                    08/01/2003                                                         
                            
                    11:00 AM                                                           
                            
                    Please respond                                                     
                            
                    to iagi-net                                                        
                            
                                                                                       
                            
                                                                                       
                            




Selama ada sistem cost recovery selama itu pula terbuka peluang untuk
"permainan". Cost Recovery-nya memang perlu ditinjau ulang, bahkan kalau
perlu digantikan sistemnya dengan yang lain, seperti royalty misalnya
sehingga revenue pemerintah pun akan terjamin. Lebih besar lagi, sistem
kemitraan pun harus ditinjau ulang. Saya pikir Ditjen Migas dan BP Migas
pun tahu akan kelemahan2 sistem cost recovery, hanya memang harus ada
strategi tarik ulur antara di satu pihak mengundang investor di pihak lain
mengawasinya. Meneliti satu per satu closed out AFE sebagai dasar untuk
cost recovery butuh kehati-hatian. Sering AFE yang  kami turun2-kan
budgetnya, pada saat penyelesaian, cost-nya naik melebihi budget. Untuk
beberapa kasus, cost yang timbul akan dikategorikan sebagai non-cost
recovery.

Tentang penempatan TKA, benar adanya yang dibilang Pak Sritomo. Penempatan
TKA di bidang eksplorasi memang selalu dikonsultasikan ke Eksplorasi BP
Migas, dan kami tak segan2 untuk mencoretnya apabila memang tak dibutuhkan
atau bisa digantikan posisinya. Kalau TKA tsb. ternyata masih ada juga,
itulah kesulitannya, bukan Eksplorasi yang berhak memutuskan, kami hanya
diminta pertimbangan. Saya yakin ada loby2 khusus di high level...

Beberapa pos budget yang dulu-dulu tidak pernah muncul seperti CD, sekarang
sudah diakomodasikan di AFE ybs. sebab keperluan itu jelas dibutuhkan.
Seperti sponshorship kadang2 muncul juga di cost G & A (general &
administration) pada saat pengajuan WP & B, hanya belum seragam di antara
company.

BP Migas terus berbenah, baik analisis teknis, finansial, organisasi dsb.
Semoga fungsi pengawasan bisa dijalankan sebaik mungkin, di samping fungsi
bermitra. Seperti tadi, kemampuan tarik ulur harus  dimainkan pada saat
yang tepat.

Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke