Sedikit tambahan dan comment (saya selipkan di
original email) :
Salam,
-Sena
--- Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> partly deleted........
> Saya kemarin lihat presentasi orang2 MMS (Mineral
> Management Service) - Ditjen Migas-nya Amerika -
> presentasi cara mereka menjual lahan di sebagian
> wilayah GOM (Gulf of Mexico). Mungkin rekan2 ada
> yang sudah tahu induk2 perusahaan mereka mengambil
> sistem ini di GOM (Unocal, Shell, dll.). MMS menjual
> lahan2 dengan blok yang luasnya sangat kecil (max 23
> kmsq). Company2 mencari data daerah itu di luar
> sebab MMS tidak menyediakan data (jadi ini lahan
> subur buat private company penyedia data). Company2
> memasukkan tawaran (tanpa WP&B, tanpa komitmen),
> yang jelas mau ngasih cash bonus berapa. Pemenang
> tender adalah yang memberi cash bonus terbesar (cash
> bonus diperhitungkan sama atau lebih besar dari
> resource value).
Sedikit tambahan : ini berdasarkan pengalaman
mengikuti proses lease sale, bahwa pemenang tender
(dengan bonus terbesar) berkewajiban memberikan semua
datanya untuk dievaluasi oleh MMS, kemudian MMS akan
memberikan final decisionnya setelah mengevaluasi data
yang diberikan. Pemenang tender belum tentu menjadi
block owner jika MMS menolak karena melihat block
valuenya ternyata lebih besar dari harga bonus
tersebut (MMS tidak punya data sebelumnya). Awal tahun
ini MMS menolak pemenang tender 2 block seharga total
$ 11.5 M !! (bonusnya) karena mereka melihat nilainya
lebih besar, MMS memperkirakan nilainya sebesar $ 32
M. Block yang ditolak ("rejected") akan di tenderkan
kembali pada tahun berikutnya.
Point disini : Dalam pemberian block, pengawasan tetap
ada, jangan sampai negara dirugikan.
> Mereka diberi primary term of lease
> yang lamanya bisa bervariasi dari 5, 8, 10 tahun.
> Ini adalah periode non-production. Selama periode
> tersebut kontraktor harus bayar annual rental fee
> yang besarnya bervariasi dari $1235/km2 per year -
> 1852.5/km2 per year. Setelah produksi
> maka dikenakan royalty yang harus dibayar ke
> pemerintah sebesar 12.5 % - 16.67 % based on value
> of production. Di samping itu mereka dikenakan
> minimum surety bond (guarantee bond) sebesar $
> 50,000 - $ 3,000,000. Tidak ada cost recovery,
> tidak ada pengawasan.
Sedikit tambahan : Pengawasan tetap ada dari segi
operasional. Pemilik blok harus memberikan rencana
pengeborannya kepada MMS jika ada, yang kemudian
dievaluasi untuk disetujui, direvisi atau ditolak
karena berbagai alasan (tapi bukan dari segi COST
nya). Ini menyangkut masalah safety, procedure dan
juga kontrol untuk land ownership.
> Dari sistem ini, tahun 2000 yl
> pemerintah dapat revenue $ 4.74 billion dari luas
> lahan yang dikontrak sekitar 193.441 km2 (Central
> GOM) dan 145.283 km2 (Western GOM).
>
> Teman2 di Ditjen Migas kelihatannya tertarik untuk
> melihat lebih jauh sistem ini. Tetapi di Indonesia
> sistem ini di beberapa kasus sulit diterapkan. Siapa
> yang mau beli lahan 23 km2 di Indonesia Timur yang
> frontier ?
Comment : Ngga harus 23 km2 kan ?, bisa dibikin sesuai
dengan kondisi kita, yang penting adalah bagaimana
menarik sebanyak mungkin investor, sehingga player
bertambah, kompetisi berjalan dan negara diuntungkan
sebesar besarnya.
> Apakah berbenturan dengan UU Migas 2001
> pun harus dikaji dulu. Apapun, ini sebuah sistem
> kemitraan lain dari PSC/JOA/JOB/TAC. Kalau punya
> kita lemah, ya kita benahi agar benar2 sesuai dengan
> amanat UUD 45 ... untuk kemakmuran rakyat.
Saya setuju sekali, dengan UU dan kondisi kita yang
ada, saya yakin memang sistem ini tidak bisa
diterapkan seutuhnya, tetapi mungkin bisa dicari sisi
positifnya yang bisa digabungkan untuk menjadi suatu
sistem yang menarik dan menguntungkan baik untuk
investor dan negara.
>
> Salam,
> Awang H. Satyana
> Eksplorasi BP Migas
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
http://sitebuilder.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------