Sekedar 'mengenang' trend vitrinite reflectance di Kalimantan.

Kalau kita mulai menyusuri sebuah 'jalur/trend' dari lower kutai basin daerah sangata 
(pinang) terus ke arah selatan di daerah bontang (runtu syncline/E dan tenggarong 
syncline/W) terus ke selatan lagi yaitu separi santan; kemudian belok ke arah barat 
lagi yaitu kedang pahu/muara pahu/sungai pahu terus lagi ke arah barat-utara sampai 
upper kutai basin di daerah murung raya. Proses "overmature" (istilah pak Awang) bisa 
diindikasi mulai dari kenampakan coal-bearing formations yang berumur miocen sampai 
eocen seperti berturut-turut mulai dari formasi balikpapan-kampung baru, pulaubalang, 
pamaluan, dst. sampai ke batu ayau, (kalau lintas basin kearah selatan di barito basin 
ada coal-bearing formation seperti warukin dan tanjung formation). Nilai vitrinite 
reflectance (romax%) juga relatif lebih besar dibanding diluar 'jalur/trend' tersebut 
diatas--ini berlaku untuk formasi di miocene ataupun di eocene, nilai terbesar tentu 
lebih significant di sediment eocene yaitu paling ke arah !
barat dan ekstrim bisa lebih dari 6%(romax) terus melemah lagi ke bagian barat 
mandai,melawi dan ketungau basin. Walaupun kita tahu bahwa di sedimen miocene nilai vr 
umumnya dibawah 0.5%, namun itu tidak di zona samarinda anticline (average >0.5%), ini 
terbukti banyak coal mining bertebaran di daerah samarinda - tenggarong.

Geothermal gradient-pun mempunyai nilai yang lebih tinggi di sekitar 
samarinda-tenggarong (lamaru, pamaguan,busang; range (2.66-3.78), di luar itu nilainya 
relatif lebih rendah baik ke sebelah barat seperti ke arah sepaku dan mendung, atau 
juga ke offshore? (wah saya nggak punya data di offshore).  

Di zona samarinda anticlinorium, walau coal-bearing miocene yang 'stereotype' low rank 
quality (dibaca lignite <5500 cal/gr) tetapi kita dapatkan sub-bituminous coal (>5500 
cal/gr), seperti perusahaan indominco, mhu, kitadin, bukit baiduri dan tanito harum. 
Tapi kalau kita lihat ke sebelah selatan lagi dari zona tersebut dekat long ikis, long 
kali; batubaranya mulai low rank lagi. Padahal coal-bearing formation-nya sama-sama 
seperti pulau balang dan balikpapan formation?. Jadi di zona/jalur E-W tersebut, peran 
intensitas tektonik mulai dari bagian lower kutai (E) hingga upper kutai basin (W) 
sangat mungkin berperan besar sekali, dan ekstrimnya ti bagian tengah pulau kalimantan 
seperti di bagian utara-barat puruk cahu (teweh volcanic) banyak ditemukan 
intrusi-intrusi (lagi-lagi sbg indikasi?). Mekanisme "overmature" atau 
"backing-effect" adalah sebagai salah satu manifestasi dalam meng-upgrade coal rank 
maturation.

Kalau kita melintas terus ke arah barat lagi seperti ke mandai, melawi dan ketungau 
basin, akan  kita temukan vr% yang tidak begitu besar dibanding vr di central 
kalimantan, kenyataan ini tidak bisa kita artikan dengan pengertian intensitas 
tektonik yang melemah (piyabung dan muller vocanic). Walaupun zona ini intensitas 
tektonik-nya tinggi, tapi coal-bearing rock disini tidak memperlihatkan vr yang 
tinggi, ini masih phenomena yang menarik untuk diteliti lebih dalam lagi, apakah 
faktor: supply maceral , historical burial, structure, facies sediment/environment 
sediment, atau faktor lainnya?   

Salam,
SLAMET  RIYADI
"silahkan mengaplikasikan dengan coal rank, intrusi/overmature, heatflow, source rock 
maturation?, etc."


-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 14, 2003 11:36 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Balikpapan euy


Wah kok mesti menjauhi overpressure buat ekspulsi hidrokarbon ? Justru overpressuring 
yang bikin minyak dan gas keluar dari source lewat micro-fracturing. Memang kita 
sedikit sekali mengerti tentang mekanisme yang pas buat ekspulsi (baca : first 
migration), tetapi dari studi kasus2 di seluruh dunia (Mahakam juga banyak kontribusi 
dalam pemahaman ini) ternyata overpressuring yang bikin ekspulsi lewat sekuens : 
pressure build up - overpressuring (tidak selalu mesti mencapai ini) - ekspulsi HC - 
pressure release - pressure build up - dst - dst. Sebagai catatan pula, rich source 
akan lebih awal mengalami overpressure dibanding lean source, sehingga rich source 
akan expel HC duluan. Di source yang sangat miskin, ekspulsi bisa sangat terlambat 
sehingga cracking generated bitumen malah jadi kompetitif dengan ekspulsi, atau tidak 
terjadi ekspulsi sama sekali sebab harus ada ambang batas minimum potensi source yang 
harus dilewati sebelum expel.
 
Seingat saya, VICO di tahun 1993-1995an punya program ngebor di lereng2 barat 
Samarinda Anticlinorium ("west flank" mereka sebut), al. Saka Kanan, Loa Haur, Punan 
(silakan Pak Andang koreksi). Semua sumur kena problem mekanis akibat overpressure di 
tempat dangkal, objektif Pulubalang (N4?) tidak tercapai. Nah, apakah ini mengartikan 
bahwa lapisan yang pernah terkubur dalam dan overpressured lalu terinversi ke tempat 
dangkal akan tetap overpressured sekalipun sebagian burial sediments-nya sudah dipapas 
erosi waktu inversi. Semakin ke barat dari Samarinda Anticlinorium, inversi semakin 
kuat. Di inner Kutei seperti Semayang-Ritan-Maruwai, di permukaan saja tingkat 
kematangan sudah overmature (Ro 3.5 %). Nah, kalau maturity akan preserved (seperti 
memanggang kue di open, kan kue ga akan mentah lagi walau open dimatikan).
 
Kalau soal preserve porosity, mungkin perlu juga dilihat kapan charging HC terjadi ke 
pori itu, kapan terkubur overpressure, sebab sekali HC masuk ke ruang pori, efek 
diagenesa dan kompaksi pori tidak akan banyak mempengaruhinya secara negatif.
 
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas


delete-------


>From: "Andang Bachtiar" 
>
>Ada 2 area besar dg trend berbeda untuk depth vs porosity, yaitu disebelah
>Timur struktur Lampake-KutaiLama-Sanga-Sanga-Mutiara-Samboja yang relatif
>terus menerus mengalami penurunan aktif, dan mulai dari trendstruktur
>tersebut ke Barat yang relatif sudah mengalami pengangkatan.
>
dlete------

EOM 

NOTICE - This message and any attached files may contain information that is 
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the intended 
recipient. If you are not the intended recipient or the person responsible for 
delivering the message to the intended recipient, be advised that you have received 
this message in error and that any dissemination, copying or use of this message or 
attachment is strictly forbidden, as is the disclosure of the information therein.  If 
you have received this message in error please notify the sender immediately and 
delete the message.

Kirim email ke