Yang dimaksud Pak Awang dengan "overpressuring bikin minyak dan gas keluar
dari source lewat micro-fracturing" mempunyai konteks spesifik
proses/mekanisme untuk semua jenis source rock dalam meng-ekpulsi
hidrokarbonnya tanpa memandang dia ada di zona normal- ataupun regional
overpressure.
Tetapi bila konteksnya adalah "regional/shale overpressuring" yang lebih
banyak berkaitan dengan "disequilibrium compaction" karena "rapid burial"
atau yang berkaitan dengan "smectite-illite transformation" atau
"aquathermal expansion", maka kita bicara soal barang yang berbeda. (Note:
Di Kutai sebenarnya ada indikasi juga bahwa selain disequilibrium
compaction, oil-to-gas cracking juga berkontribusi dalam regional/shale
overpressuring).
Karena proses disequilibrium compaction tersebut lebih cenderung terjadi
pada paket sedimen yang "shale-dominated" yang ditumpuki secara cepat oleh
paket yang "interbedded shale-sand" diikuti oleh paket yang
"sand-dominated", maka proses tersebut cenderung terjadi pada endapan delta
di cekungan yang terus menerus turun dengan cepat seperti di Mahakam
(Bandingkan keterdapatan section overpressure di Delta Talang Akar yang
"minor" dengan Delta Mahakam Purba). "Shale-dominated" section di sistim
Delta Mahakam tersebut asosiasinya adalah endapan prodelta. Kebetulan dari
segi source quantity & quality endapan prodelta tersebut relatif paling
miskin dan lebih gas-prone dibanding dengan endapan delta-front dan delta
plain. Insitu coal-pun jelas-jelas tidak ada di prodelta. Oleh sebab itu
apabila endapan prodelta tersebut mengalami overpressuring (karena
diseq-comp) maka yang paling mungkin ter-ekspulsi dengan mekanisme yang
disebutkan oleh Pak Awang diatas adalah GAS. Itupun ekspulsi / migrasi
primer dari shale yang kemungkinan bisa disalurkan ke sand-sand prodelta
(ataupun ada juga sand delta-front yang kesasar kesitu) yang kesemuanya
dalam kondisi under-compacted dan overpressurized. Dengan bertambahnya
proses penguburan, bertambah pula peningkatan pressure dikeseluruhan sistem,
termasuk didalam sand (reservoir) yang mengandung GAS tadi. Terjadilah
"coke-bottle-gas effect" didalam reservoir-reservoir batupasir overpressure
tersebut, dimana walaupun pressurenya tinggi, tetapi volumenya tetap kecil
(jadi, pak Vicky,..... ada problem dengan commercial volume di
undercompacted reservoir impian anda tersebut). Selama tidak ada mekanisme
yang dapat mengeluarkan kelebihan pressure dari kompartmen prodelta section,
maka tidak akan ada migrasi keluar dari regional overpressure ke zona normal
diatasnya. Mekanisme yang paling effektif adalah berkembangnya patahan dari
zona yang normal menerobos kedalam zona overpressure. (Lihat: Oudin, J.L.,
and P.F. Picard (1982), Genesis of Hydrocarbons in the Mahakam delta and the
relationship between their distribution and the overpressured zones.
Proceedings of the IPA 11th Annual Convention, 181-202, dan juga Duval,
B.C., G.C. de Janvry, and B. Loiret (1992), Detailed geoscience
reinterpretation of Indonesia's Mahakam delta scores. Oil and Gas Journal,
Aug. 10, 1992, 67-72). Hasilnya: apabila fault tersebut melewati tepi/flank
dari suatu jebakan struktur dengan reservoir yang siap diisi, maka
terakumulasilah GAS dari overpressure tersebut di zona normal. Tetapi
apabila fault tsb tidak berasosiasi dengan tepi dari suatu tutupan
reservoir, maka gas (dan juga overpressure mud-nya kadang-kadang) akan
muncul ke permukaan membentuk gas seep mud-diapir. Mekanisme lain yang sulit
sekali membuktikannya (kecuali di daerah yang benar-benar tidak punya fault
masuk ke overpressure zone tetapi ada akumulasi gas dengan maturity matched
dg overpressured shale dibawahnya) adalah pembentukan micro-fracturing pada
zona transisi overpressure karena pressure-buildup dari kompartemen
dibawahnya. Lewat microfracturing itulah GAS dari overpressure zone
bermigrasi vertikal. Mekanismenya persis seperti yang dituliskan oleh Pak
Awang, tapi dalam hal ini berlaku untuk keseluruhan kompartemen
regional-overpressure shale tersebut.
Tentang sumur-sumur di lereng barat antiklin-antiklin Samarinda:
- Yang benar-benar dipropose untuk menguji konsep "west-flank trapping"
adalah sumur Nilam-149: objective Miosen Tengah
- Sumur Punan menguji konsep Sub-thrust play (disebelah barat antiklin
Mutiara); objective juga Miosen tengah
- Sumur Loa Haur ada di sayap sebelah Timur dari Loa-Haur antiklin;
objective Miosen Bawah (N7-N8)
- Sumur Saka Kanan tepat di antiklin Saka Kanan; objective Miosen Bawah
(N6-N7)
Ke-empat-empatnya ketemu overpressure semua. Yang paling dangkal di
Saka-Kanan, overpressurenya +/- 1200 feet dari permukaan.
Mudah-mudahan Bermanfaat
ADB
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 14, 2003 11:35 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Balikpapan euy
> Wah kok mesti menjauhi overpressure buat ekspulsi hidrokarbon ? Justru
overpressuring yang bikin minyak dan gas keluar dari source lewat
micro-fracturing. Memang kita sedikit sekali mengerti tentang mekanisme yang
pas buat ekspulsi (baca : first migration), tetapi dari studi kasus2 di
seluruh dunia (Mahakam juga banyak kontribusi dalam pemahaman ini) ternyata
overpressuring yang bikin ekspulsi lewat sekuens : pressure build up -
overpressuring (tidak selalu mesti mencapai ini) - ekspulsi HC - pressure
release - pressure build up - dst - dst. Sebagai catatan pula, rich source
akan lebih awal mengalami overpressure dibanding lean source, sehingga rich
source akan expel HC duluan. Di source yang sangat miskin, ekspulsi bisa
sangat terlambat sehingga cracking generated bitumen malah jadi kompetitif
dengan ekspulsi, atau tidak terjadi ekspulsi sama sekali sebab harus ada
ambang batas minimum potensi source yang harus dilewati sebelum expel.
>
> Seingat saya, VICO di tahun 1993-1995an punya program ngebor di lereng2
barat Samarinda Anticlinorium ("west flank" mereka sebut), al. Saka Kanan,
Loa Haur, Punan (silakan Pak Andang koreksi). Semua sumur kena problem
mekanis akibat overpressure di tempat dangkal, objektif Pulubalang (N4?)
tidak tercapai. Nah, apakah ini mengartikan bahwa lapisan yang pernah
terkubur dalam dan overpressured lalu terinversi ke tempat dangkal akan
tetap overpressured sekalipun sebagian burial sediments-nya sudah dipapas
erosi waktu inversi. Semakin ke barat dari Samarinda Anticlinorium, inversi
semakin kuat. Di inner Kutei seperti Semayang-Ritan-Maruwai, di permukaan
saja tingkat kematangan sudah overmature (Ro 3.5 %). Nah, kalau maturity
akan preserved (seperti memanggang kue di open, kan kue ga akan mentah lagi
walau open dimatikan).
>
> Kalau soal preserve porosity, mungkin perlu juga dilihat kapan charging HC
terjadi ke pori itu, kapan terkubur overpressure, sebab sekali HC masuk ke
ruang pori, efek diagenesa dan kompaksi pori tidak akan banyak
mempengaruhinya secara negatif.
>
> Salam,
> Awang H. Satyana
> Eksplorasi BP Migas
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Andang dkk,
>
> Bagaimana efek dari "overpressure"-nya .... apakah dapat menghasilkan
> "under-compacted sand" yang masih preserved porosity sehingga mempunyai
> porositas cukup bagus, juga ada kah ?
> Terutama untuk kelompok kedua ini kalau masih menyimpan porositasnya
> barangkali akan tetep dijumpai anomali sebagai potensi tersembunyi ....
>
> Impiannya gini ...
> ketika terjadi deep burial dengan load/beban batuan yg cukup tebel
diatasnya
> barangkali source rocknya sudah matang tapi karena overpressure maka
HC-nya
> tidak 'fully expelled', Namun ketika terjadi pengangkatan (mungkin ada
> release pressure juga akibat load/beban yg berkurang) mengakibatkan
> expulsion bisa terjadi lagi. Nah kalau ada porous sand juga (yg
> undercompacted), kan ...hmm bisa main-main disitu ... :p
>
> piye?
>
> lamsalam juga
>
> RDP
>
> >From: "Andang Bachtiar"
> >
> >Ada 2 area besar dg trend berbeda untuk depth vs porosity, yaitu
disebelah
> >Timur struktur Lampake-KutaiLama-Sanga-Sanga-Mutiara-Samboja yang relatif
> >terus menerus mengalami penurunan aktif, dan mulai dari trendstruktur
> >tersebut ke Barat yang relatif sudah mengalami pengangkatan.
> >
> >Untuk trend yang pertama, pada umumnya (rule of thumb) effective porosity
> >10% yang diakibatkan murni oleh mechanical compaction dicapai di
kedalaman
> >+/-12000 feet. Sumur-sumur yang dibor sampai lebih dari 12000 feet pada
> >umumnya menjumpai secondary / enhancement porosity yang diakibatkan oleh
> >proses chemical diagenesis.
> >
> >Untuk trend yang kedua, tergantung pada derajat pengangkatannya, makin
> >tinggi diangkat, makin dangkal batas effective porosity 10%-nya.
> >
> >Reservoir pada Formasi Pulau Balang (dan yang seumuran: Lower Miosen)
> >ditembus paling tidak oleh 29 sumur eksplorasi di onshore, dengan
beberapa
> >discovery yang satu diantaranya menjadi lapangan gas komersial.
> >
> >Salam juga mBang
> >
> >adb
> >
> >----- Original Message -----
> >From: "Bambang Murti"
> >To: "Iagi-Net (E-mail)"
> >Sent: Wednesday, August 13, 2003 6:29 PM
> >Subject: [iagi-net-l] Balikpapan euy
> >
> >
> > > Buat Balikpapaner.....help help donk.
> > > Ada yang punya "rule of thumb" buat cekungan Kutei tentang depth vs
> >effektif
> > > porosity kah ? Distribusi lateralnya gimana ya? Kira-kira masih ada
> >harapan
> > > ndak untuk kedalaman let's say sekitar 10000 kaki (sekitar 3 km kurang
> >dikit
> > > dah....ama temen cing-cay aja lah).
> > > Juga, ada yang pernah uplek-uplek Pulau Balang kah ? Ada potensi
> >reservoir
> >?
> > > Atau ada sumur yang dah pernah / nyampe kesono ?
> > > Thanks berat sebelumnya.
> > > Salam,
> > > Bambang
>
> _________________________________________________________________
> Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.
> http://join.msn.com/?page=features/featuredemail
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------