Wah kok mesti menjauhi overpressure buat ekspulsi hidrokarbon ? Justru overpressuring
yang bikin minyak dan gas keluar dari source lewat micro-fracturing. Memang kita
sedikit sekali mengerti tentang mekanisme yang pas buat ekspulsi (baca : first
migration), tetapi dari studi kasus2 di seluruh dunia (Mahakam juga banyak kontribusi
dalam pemahaman ini) ternyata overpressuring yang bikin ekspulsi lewat sekuens :
pressure build up - overpressuring (tidak selalu mesti mencapai ini) - ekspulsi HC -
pressure release - pressure build up - dst - dst. Sebagai catatan pula, rich source
akan lebih awal mengalami overpressure dibanding lean source, sehingga rich source
akan expel HC duluan. Di source yang sangat miskin, ekspulsi bisa sangat terlambat
sehingga cracking generated bitumen malah jadi kompetitif dengan ekspulsi, atau tidak
terjadi ekspulsi sama sekali sebab harus ada ambang batas minimum potensi source yang
harus dilewati sebelum expel.
Seingat saya, VICO di tahun 1993-1995an punya program ngebor di lereng2 barat
Samarinda Anticlinorium ("west flank" mereka sebut), al. Saka Kanan, Loa Haur, Punan
(silakan Pak Andang koreksi). Semua sumur kena problem mekanis akibat overpressure di
tempat dangkal, objektif Pulubalang (N4?) tidak tercapai. Nah, apakah ini mengartikan
bahwa lapisan yang pernah terkubur dalam dan overpressured lalu terinversi ke tempat
dangkal akan tetap overpressured sekalipun sebagian burial sediments-nya sudah dipapas
erosi waktu inversi. Semakin ke barat dari Samarinda Anticlinorium, inversi semakin
kuat. Di inner Kutei seperti Semayang-Ritan-Maruwai, di permukaan saja tingkat
kematangan sudah overmature (Ro 3.5 %). Nah, kalau maturity akan preserved (seperti
memanggang kue di open, kan kue ga akan mentah lagi walau open dimatikan).
Kalau soal preserve porosity, mungkin perlu juga dilihat kapan charging HC terjadi ke
pori itu, kapan terkubur overpressure, sebab sekali HC masuk ke ruang pori, efek
diagenesa dan kompaksi pori tidak akan banyak mempengaruhinya secara negatif.
Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Andang dkk,
Bagaimana efek dari "overpressure"-nya .... apakah dapat menghasilkan
"under-compacted sand" yang masih preserved porosity sehingga mempunyai
porositas cukup bagus, juga ada kah ?
Terutama untuk kelompok kedua ini kalau masih menyimpan porositasnya
barangkali akan tetep dijumpai anomali sebagai potensi tersembunyi ....
Impiannya gini ...
ketika terjadi deep burial dengan load/beban batuan yg cukup tebel diatasnya
barangkali source rocknya sudah matang tapi karena overpressure maka HC-nya
tidak 'fully expelled', Namun ketika terjadi pengangkatan (mungkin ada
release pressure juga akibat load/beban yg berkurang) mengakibatkan
expulsion bisa terjadi lagi. Nah kalau ada porous sand juga (yg
undercompacted), kan ...hmm bisa main-main disitu ... :p
piye?
lamsalam juga
RDP
>From: "Andang Bachtiar"
>
>Ada 2 area besar dg trend berbeda untuk depth vs porosity, yaitu disebelah
>Timur struktur Lampake-KutaiLama-Sanga-Sanga-Mutiara-Samboja yang relatif
>terus menerus mengalami penurunan aktif, dan mulai dari trendstruktur
>tersebut ke Barat yang relatif sudah mengalami pengangkatan.
>
>Untuk trend yang pertama, pada umumnya (rule of thumb) effective porosity
>10% yang diakibatkan murni oleh mechanical compaction dicapai di kedalaman
>+/-12000 feet. Sumur-sumur yang dibor sampai lebih dari 12000 feet pada
>umumnya menjumpai secondary / enhancement porosity yang diakibatkan oleh
>proses chemical diagenesis.
>
>Untuk trend yang kedua, tergantung pada derajat pengangkatannya, makin
>tinggi diangkat, makin dangkal batas effective porosity 10%-nya.
>
>Reservoir pada Formasi Pulau Balang (dan yang seumuran: Lower Miosen)
>ditembus paling tidak oleh 29 sumur eksplorasi di onshore, dengan beberapa
>discovery yang satu diantaranya menjadi lapangan gas komersial.
>
>Salam juga mBang
>
>adb
>
>----- Original Message -----
>From: "Bambang Murti"
>To: "Iagi-Net (E-mail)"
>Sent: Wednesday, August 13, 2003 6:29 PM
>Subject: [iagi-net-l] Balikpapan euy
>
>
> > Buat Balikpapaner.....help help donk.
> > Ada yang punya "rule of thumb" buat cekungan Kutei tentang depth vs
>effektif
> > porosity kah ? Distribusi lateralnya gimana ya? Kira-kira masih ada
>harapan
> > ndak untuk kedalaman let's say sekitar 10000 kaki (sekitar 3 km kurang
>dikit
> > dah....ama temen cing-cay aja lah).
> > Juga, ada yang pernah uplek-uplek Pulau Balang kah ? Ada potensi
>reservoir
>?
> > Atau ada sumur yang dah pernah / nyampe kesono ?
> > Thanks berat sebelumnya.
> > Salam,
> > Bambang
_________________________________________________________________
Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.
http://join.msn.com/?page=features/featuredemail
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software