Herman, Seperti kita pernah diskusikan dulu, kalau masih ingat, Kalimantan disusun oleh amalgamated basements yang asalnya bisa berlainan. Schwaner yang umurnya Proterozoic-Paleozoic (core-nya), kemudian jadi substrat untuk magmatic-volcanic arc pada saat proto South China Sea subducted di Late Cretaceous-Earliest Tertiary, ditafsirkan sebuah terrane yang rifted dari Gondwanaland dan drifted ke tempatnya sekarang di Mesozoic lewat pembukaan meso-Tethys. Begitu pula dengan basement Paternoster dan Mangkalihat, keduanya terrane seperti Schwaner yang amalgamated. Kalau saya lebih menafsirkan ofiolit di Meratus bukan hasil scrap off oceanic crust di trench, tetapi hasil obducted trapped oceanic crust antara collision Schwaner vs. Paternoster. Kalau Rajang Crocker memang melange-flysh zone insitu yang berhubungan dengan subduction proto South China. Perlu diketahui, masalah ini kompleks tetapi sebenarnya worth kalau mau dielaborasi. Salam, awang
"Darman, Herman H BSP-TSX/4" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Awang, Sorry, anda benar Crocker turbidite itu terpisah dari Rajang Group. Terendap di basin yang posisinya sebagai forearc saat kemudian. Saya tidak berkeberatan dengan section S. Mora & A. Wiweko dalam IPA Mahakam field trip guide book mereka. Umurnya juga ok, Oligocene - Early Miocene. Meskipun demikian saya belum banyak menggali umur volcanic - magmatic arc saat itu secara detail(hal ini dikerjakan team lain, tapi saya percaya mereka check data dengan baik (tapi mungkin tidak komplit) Untuk basement dari central range Kalimantan Di Schwaner block (Sundaland) age: progerozoic-palaozoic, composisition: granitoids,felsic gneiss, metasediment. description: archean-proterozoic, high grade, continental basement. Meratus Terrane, corenya Kalimantan age: Jurassic-Cretaceous composition: mafics, volcanics, granitoids, ophiolites, metased. description: island arc, ophiolites and subduction prism. Rajang - Crocker thrust belt basementnya berumur: late Cretaceous-L Mio composition: deepwater sediment (economic basement), ophiolite description: deformed, L. Crtaceous-L Oligocene. Herman -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 30 April 2004 16:29 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [iagi-net-l] Lupar Mersing Line-Kutei Basin-Meratus Range - part 1 Crocker turbidite harus dikeluarkan dari Rajang Group Sibu-Embaluh Zone Central Ranges of Kalimantan. Crocker-Temburong flysch umurnya Oligo-Miosen sedangkan Rajang Group Lower Cretaceous-Upper Eocene yang merupakan north-facing prisma akresi orogenic flysch complex dari subduction South China Sea yang mengarah ke SE sebelum collision mikrokontinen2 Luconia dan Kelabit-Longbowan di umur Paleogen. Volcanic-magmatic arc yang seumur saat itu adalah Schwaner Mountains di barat Kalimantan. Sehingga, kalau melihat distribusi magmatic-volcanic arc Schwaner, maka yang sensu stricto back-arc basin saat itu mestinya bukan Kutei Basin tapi Pembuang dan Barito Basin, sedangkan Melawi-Ketungai-Keriau-Mandai adalah fore-arc basins mestinya. Setelah itu subduction ceased dan digantikan oleh collision semua mikrokontinen di selatan South China Sea spreading. Ini kemudian mengangkat dan menyempitkan Rajang Group di Sibu-Embaluh Zone dan sebagian materi erosional sediments-nya menyusun Crocker. Semua volkanik di Central Ranges of Kalimantan termasuk upper Kutei Basin umurnya post-Eocene dan ini tidak subduction-related, mungkin collisional related atau malah berhubungan dengan pembukaan basin (basic volcanic seperti Piyabung volcanic di dekat Melawi-Ketungau). Sekarang katakanlah sedimen tertua Kutei Basin adalah nonmarine pre-rift sediments Paleocene-Eocene Keham Haloq di Upper Kutei Basin. Saya lebih gampang menafsirkannya sebagai pre-rift dari satu arm rift sistem aulacogen yang masuk menuju Upper Kutei Basin dari dua tangan rifting yang lain di Makassar Strait. Implikasi dari ini, maka Kutei Basin terbentuk sebagai sistem aulacogen saat Sulawesi Barat mulai memisahkan diri dari Kalimantan melalui rifting di Makassar. Akibatnya, Kutei hanya passive margin basin dari sistem aborted rift. Apakah ia pernah poly-history, belum ada sejarah pembalikan polarity basin dan kedudukan tektonik yang berubah sejak Early Tertiary. Progradasi delta tetap ke timur, mengesankan sistem tektonik-sedimentasi yang stabil. Salam, awang "Darman, Herman H BSP-TSX/4" wrote: Saya mau jawab yang nomor 2. Kalau ditarik cross section dari Kutei/Tarakan ke NW Borneo waktu Oligocene, kita bisa lihat SChina Sea plate sebagai oceanic crust subducted ke SE, ke arah Kutei. Crocker Turbidite merupakan accretionary zone. Kutei Basin jadi back-arc basin. Volcanism muncul di upper Kutei, Semporna area Tarakan dlsb. Lupar subduction umurnya lebih tua lagi. Totally different system. SChina sea spreading berhenti pada akhir Late Miocene. Pada Late Miocene ini accretionary zone, volcanics semua terangkat di tengah-tengah Kalimantan. Semua yang terangkat terkikis dan diendapkan di cekungan NW Borneo, Kutei, Tarakan, dan Sandakan. Kesimpulan ini saya dapat dari recent gravity, magnetic study in house, didukung oleh teori Charles Hutchison. Herman --------------------------------- Do you Yahoo!? Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

