Saya pikir, daripada berdebat apakah petroleum itu biogenic atau abiogenic origin,
atau mana yang benar teori organik atau anorganik; lebih baik menggunakan waktu kita
yang sempit ini (karena begitu banyaknya yang harus dikerjakan) untuk mengeksplorasi
baik petroleum biogenik maupun abiogenik.
Saya pikir juga kedua jenis petroleum itu ada. Migas di sedimentary basins itu apa ?
Buat saya, itu organik sebab akan sulit kalau diterangkan dengan asal anorganik. Migas
jauh di batuan beku seperti di ladang-ladang gas ex USSR itu apa. Itu anorganik sebab
kalau diterangkan dengan asal organik akan sulit.
Jadi, seperti biasanya, kita anut saja kedua teori itu dan gunakan sebagaimana
mestinya. Jadi kita berada di tengah2, di kedua ujungnya sebagaimana biasanya biarlah
berdiri ilmuwan2 yang ekstrim yang ngotot dengan teorinya. Di geologi atau ilmu apapun
dua teori berlawanan itu selalu ada : uniformitarianisme vs. katastrofisme, fixistic
vs. mobilistic. Teori memang begitu, padahal faktanya sering kedua2nya terjadi
bersamaan, jadi ga salahlah kalau berdiri di tengah, bukan ga punya pendirian.
Untuk Indonesia, khusus riset tentang anorganic theory of petroleum origin tidak bisa
disebut tertinggal dibanding negara2 lain. Hampir semua negara juga belum maju
risetnya tentang ini sebab memang tak melirik ke situ. Memang baru dua tahun
belakangan ini saja teori anorganik digali lebih internasional melalui simposium AAPG
bekerja sama dengan beberapa institusi lain. Dulu, tahun 1974, waktu AAPG Bull memuat
tulisan panjang lebar Porvirev tentang anorganic theory, AAPG perlu memberi catatan
khusus karena takut dituduh bahwa AAPG telah melirik ke teori anorganik Rusia.
Tulisan2 teori anorganik yang pernah muncul di AAPG Bull bisa dihitung dengan jumlah
jari sebelah tangan saja. Memang jangan dicari di situ.
Sekitar 2-3 tahun yl. kita pernah diskusikan di IAGI-net tentang abiogenic origin of
petroleum, dengan judul Syntheis Fischer-Tropsch for Abiogenic Petroleum (barangkali
masih ada yang ingat ?). Tahun lalu di Majalah Geologi Indonesia (edisi Juni 2003 ?)
saya tulis penerapan Sintesis F-T ini khusus buat kemungkinan kejadiannya di
lingkungan geotektonik Indonesia Timur. Saya kutip abstrak dan kesimpulannya :
�Fischer-Tropsch� Petroleum Formation in Collision Zones
of Eastern Indonesia : Possible Abiogenic Genesis of Petroleum
ABSTRACT
Possibility of abiogenic petroleum formation by Fischer-Tropsch synthesis in the
collision zones of Eastern Indonesia is preliminary reviewed, including :
Banggai-Sula, Buton-Tukang Besi, Banda Arc of Timor-Seram-Buru, Halmahera, and Irian
Jaya. Positive results are indicated.
Fischer-Tropsch synthesis is a well known industrial process whereby million of tons
of oil resembling petroleum are produced from CO or CO2 and H2 reacting on a metallic
iron or iron-oxide catalyst. This process can occur in geotectonic environment mainly
in lithospheric plate interaction of collision and subduction zones. CO2 is provided
by thermal degassing of subducted carbonate which react with H2 resulted from
water-induced serpentinization of ophiolite to form synthetic hydrocarbons in
reduction condition.
Evidence of the presence of abiogenic hydrocarbons formed by F-T synthesis in
collision zones of Eastern Indonesia should be worked out. Both organic and abiogenic
petroleum may contribute one area to add resource inventory. An understanding of the
origin of petroleum of organic and/or abiogenic is a crucial element in the design of
successful exploration strategies and in their production. Abiogenic origin of
petroleum may not be ignored anymore.
CONCLUSIONS
Petroleum can be made synthetically through various chemical engineering process
including the Fischer-Tropsch (F-T) synthesis firstly introduced in early 1920s. F-T
synthesis produces organic compounds by catalytic hydrogenation and reductive
polymerization of carbon monoxide or carbon dioxide.
Process of F-T synthesis can occur in geotectonic environment mainly in lithospheric
plate interaction of collision zone in which subducted sediments contained significant
amounts of carbonates or where an ophiolite sheet has been obducted over shelf
carbonates. Water and metamorphically degassed carbon dioxide rise from subducted
sediments along the base of the ophiolites, creating excellent conditions for
serpentinization, the reduction of H2O and CO2, and their synthesis to hydrocarbons.
The weight of the thrust sheets may help drive the fluids produced migrating upward
and updip through fault conduits and charge available traps.
Based on each tectonic and stratigraphic setting, petroleum formation by F-T synthesis
is possible in collision zones of Eastern Indonesia. The application has been made to
Banggai-Sula, Buton-Tukang Besi, Banda Arc, Halmahera, and Irian Jaya collision zones.
The most ideal setting for F-T petroleum can be seen in the Banggai-Sula area. Recent
giant gas discoveries in this area should be characterized whether abiogenic related
with F-T synthesis or organic origin.
Abiogenic origin of petroleum should not be ignored anymore since it can expand the
area of exploration and add reserve. Organic and abiogenic petroleum may both
contribute accumulation in one area.
Salam,
awang
[EMAIL PROTECTED]
06/11/2004 10:14 AM
Please respond to iagi-net
To:
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] The Origin of Petroleum
Memang betul apa yang Herman katakan. Saya tahu teori ini dari bukunya pak
Koesoema, emang waktu sekolah dulu, dan beberapa
tambahan reference setelah di perminyakan. Tapi ya itu tadi, cuman saya
endapan di otak sebagai salah satu reference saja, dan tidak
mencoba memahami lebih lanjut, karena memang tidak populer di dunia
perminyakan Indonesia. Dari apa yang tertulis di bawah,
kelihatannya kita harus menengok lagi dan memahami lebih banyak tentang
teori abiogenic ini. Dan kalau memang benar terbukti,
akan membantu Indonesia utk tidak menjadi net oil exporter.
Herman,
gimana khabar Gemusut discovery vs. Kakap discovery ???
Salam,
Teguh P.
"Darman, Herman H
BSP-TSX/4" To:
ell.com> Subject: RE: [iagi-net-l]
The Origin of Petroleum
06/11/2004 09:52
AM
Please respond to
iagi-net
Teguh,
Waktu saya belajar di ABerdeen, pelajaran geochemistry menggali
teori-teori
ini. Teori abiogenic dipakai umum di Rusia dan sebagian North Sea. Tapi
memang di Indonesia belum banyak dipakai.
Salam,
Herman
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger