Sebetulnya semua proyek sudah ada aturannya tentang lingkungan
( termasuk Amdalnya )sesuai dengan klasifikasi/ jenis proyek
tersebut, dan ini sudah dihitung secara ekonomis oleh para
investor.Problem muncul, biasanya pada pengawasannya, maklum " hal
paling lemah di kita itu kan di pengawasan" meskipun sudah ada
kursus pengawasan melekat.Nah, karena tahu pengawasannya lemah maka, biasanya bagi yg
nakal dijadikan penyimpangan dari aturan untuk mendapatkan
keuntungan. Jadi Boal bali ya di aparaturnya itu yang harus
diperhatikan.namun saya kira sangat riskan, bagi perusahaan perusahaan kelas
dunia kok berani main main dg aturan,Ism

> untuk daerah tambang dekat pantai tempat pembuangan
> di bawah laut dapat menjadi alternative yang aman, akan
> tetapi keputusan  akhir dimana tempat pembuangan tailing
> tersebut tetap dilakukan oleh  Komisi AMDAL (Pemerintah)
>
> Jadi ada kemungkinan benar bahwa limbah tailing tersebut di
> buang di Teluk  Buyat...?
>
> Nah kemudian bagaimana kriteria "aman"nya...?
>
> kalau saya punya 1 ton limbah , apakah saya akan memproses 1
> ton limbah  tersebut jadi suatu barang yang aman untuk
> dibuang ke laut...?
> untuk memproses 1 ton limbah tentu perlu suatu proses yang
> sangat besar  dan biaya yang tidak sedikit...dan ada
> kemungkinan error yang besar... mis 1 ton limbah saya butuh
> 1kg zat kimia yang menetralisir racunnya dan  membutuhkan
> pengolahan (pengadukan ) 1minggu baru semua limbah tersebut
> benar - benar netral...nah apakah ada pengawasan terhadap
> proses ini....? Bisa saja terjadi obatnya kurang/
> pengadukannya terlalu cepat sehingga  tidak berjalan
> sebagaimana mestinya...atau kalau mau suudhon bisa saja
> untuk menghemat biaya.....
>
> Regards
>
> Ferdinandus Kartiko Samodro
> TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
> DKS/TUN/G&G
> 0542- 533852
>
>
>
>
>
>
> "Parlaungan (RTI)" <[EMAIL PROTECTED]>
> 06/08/2004 10:50 AM
> Please respond to iagi-net
>
>
>        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
>        cc:
>        Subject:        RE: [iagi-net-l] Tragedi Buyat
>
>
> Untuk memulai eksploitasi pertambangan yang dapat
> menimbulkan dampak penting wajib dilakukan studi AMDAL.
> Dalam prakteknya kategori " yang menimbulkan dampak penting"
> ini adalah tambang pada skala menengah dan besar (Newmont
> masuk dalam skala ini). Sedangkan untuk tambang skala kecil
> yang tidak menimbulkan dampak penting (misalnya tambang
> pasir dan batu/quarry) tidak diperlukan AMDAL akan tetapi
> cukup RKL dan RPL
> (Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan
> Lingkungan).
>
> Dalam pertambangan skala menengah dan besar kajian AMDAL
> merupakan bagian tak terpisahkan dari Studi Kelayakan. Jadi
> suatu operasi
> pertambangan tidak akan bisa dimulai jika AMDALnya belum
> disetujui oleh yang berwenang. AMDAL itu sendiri terdiri
> dari KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis Dampak
> Lingkungan),RKL dan RPL.
>
> Untuk cara pembuangan tailing dilihat dari perspektif
> lingkungan telah dikaji pada waktu dilakukan AMDAL/Studi
> Kelayakan. Secara umum memang terdapat dua alternative untuk
> tempat pembuangan tailing yaitu di darat atau di bawah laut.
> Untuk daerah tambang dekat pantai tempat pembuangan di bawah
> laut dapat menjadi alternative yang aman, akan tetapi
> keputusan akhir dimana tempat pembuangan tailing tersebut
> tetap dilakukan oleh Komisi AMDAL (Pemerintah). Sedangkan
> untuk tempat pembuangan tailing di bawah permukaan tanah
> (ditimbun) hanya dapat dilakukan pada tambang dengan volume
> tailing sedikit, misal pada tambang bawah tanah (under
> ground) yang dapat dipakai sebagai back filling. Akan tetapi
> untuk tambang terbuka apalagi yang besar dengan jumlah
> tailing dalam orde ribuan sampai ratusan ribu ton per hari
> maka hal tersebut hampir hampir tidak mungkin dilakukan.
>
> Salam,
> Laung
>
> -----Original Message-----
> From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, August 06, 2004 9:09 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Tragedi Buyat
>
> Membuang limbah tanpa studi amdal ? Wah, rasanya sulit
> dipercaya untuk sekelas New Mount. Dan, mestinya ada studi
> geoteknik dan hidrogeologi untuk penentuan disposal site di
> permukaan.
>
> Kebetulan saya minggu lalu ikut workshop dengan KLH, Ditjen
> Migas, dan para kontraktor migas tentang subsurface disposal
> untuk kegiatan migas, mungkin beberapa info bisa berhubungan
> dengan kegiatan disposal di pertambangan umum. Bahkan, kalau
> saya tidak salah (silakan dikoreksi), aturan subsurface
> disposal untuk pertambangan umum telah lebih dulu
> diterbitkan dibandingkan untuk migas.
>
> Subsurface disposal akan lebih baik dibandingkan surface
> disposal karena surface disposal dekat dengan habitat
> manusia. Untuk subsurface disposal pun (via sumur injeksi
> disposal kalau di migas) ditentukan syarat-syarat geologis
> dan reservoir bagaimana struktur dan lapisan batuan aman
> sebagai tempat pembuangan limbah yang permanen. Antara lain
> yang utama adalah bahwa lapisan ini harus jauh dari sumber
> air tanah bawah
> permukaan (baik masa sekarang maupun masa depan), lapisan
> pembuangan limbah harus tersekat dengan baik sehingga tidak
> ada kemungkinan bocor, dan secara struktur-seismotektonik
> (katakanlah gempa) aman. Segala jenis limbah (cair, padat,
> gas) bisa dibuang di sini, untuk yang B3 (bahan berbahaya
> beracun) harus melalui treatment tertentu agar layak
> lingkungan.
>
> Secara umum tempat pembuangan limbah subsurface itu harus :
> layak secara scientific, economic, operational,
> environmental, dan memenuhi aspek legalitas.
>
> Pola hubungan kerja membuat peraturan itu adalah kerjasama
> antara KLH, Ditjen Migas/Pertambangan Umum, kontraktor
> pertambangan umum, dan badan pengawas kontraktor
> pertambangan.
>
> Di samping itu ada pula monitoring periodik untuk melihat
> keamanan pembuangan limbah. Bagaimanapun, membuang limbah di
> subsurface akan lebih aman daripada di surface.
>
> Salam,
> awang
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Saya sempat baca di kompas kemarin secara singkat sambil
> nunggu
> dokter....
>
> Bahwa limbah dari newmonth dibuang ke teluk
> buyat...sementara amdalnya  belum ada/belun jelas....
>
> Terlepas dari hal tersebut di atas ..apakah ada andil dari
> penelitian  geologi teknik dalam penentuan tempat untuk
> pembuangan limbah...
> mis : kalau dibuang di dalam tanah/ditimbun..berapa kekuatan
>
> batuan/permeability batuan atau jenis batuan sehingga limbah
> tersebut  tidak menyebar ke mana - mana. Atau kalau dibuang
> ke laut bagaimana dampak
> lingkungannya....?
> Mungkin harus banyak juga berhubungan dengan orang kimia...
>
> Ada tidak penanganan khusus dari limbah tersebut /
> penelitian amdal yang
>
> berhubungan dengan geologi teknik...?
>
> Regards
>
> Ferdinandus Kartiko Samodro
> TOTAL E&P Indonesie Balikpapan
> DKS/TUN/G&G
> 0542- 533852
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------> To 
> unsubscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> --------------------------------------------------------------------->
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection
> around
> http://mail.yahoo.com
>
> ---------------------------------------------------------------------> To 
> unsubscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> --------------------------------------------------------------------->
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------> To 
> unsubscribe, send email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi
> SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi :
> Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke