On Thu, 31 Mar 2005 08:00:58 +0800, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan Budi, > > Beberapa waktu yang lalu, saya ingat bahwa rekan-rekan IAGI di Jogya atau > Bandung pernah menerbitkan buku-buku untuk anak-anak sekolah tentang > perihal geologi. > Ada baiknya IAGI memprakarsai penerbitan buku untuk anak-anak sekolah > tentang Gempa bumi dan akibat-akibatnya. Tentu saja dengan bahasa sekolah > untuk SD atau SMP. > Dari mereka-mereka inilah yang masih belajar akan mulai ditanamkan bahaya > dan tanda tanda gempa. Untuk masa depan generasi selanjutnya. > Mungkin konsentrasi penyebarannya diutamakan di daerah rawan gempa. > Mudah-mudahan banyak penerbit yang mau jadi sponsor. > > wass, > edison sirodj >
PeeR buat Geoscientist Hampir semua orang Indonesia itu terpaku dengan "main issue". Ketika Inul "megol", trus rakyat sak Indonesia Raya "megal-megol" mengikuti dengan pro-kontra yg menasional. KetikaIssue bom, semua media ngrembug bom, demikian juga issue-issue lain, termasuk kasus Ambalat. Selalu issue cuman satu dan meNasional. Kita semua memang shock dengan bencana gempa dan tsunami, namun jangan sampai kita terpaku hanya dengan gempa atau tsunami. Jogja (? terutama selatan dan barat) bukanlah daerah rawan gempa, tetapi rawan longsor atau mungkin bencana lain. Jadi perlu selalu diingatkan bahwa bencana alam itu "local specific".Artinya masing2 daerah itu tidak sama. Bahkan untuk gempa-pun tidak sama utk seluruh Indonesia, cara mitigasinya juga tidak sama. Nah kalau awal sebagai himbauan ke pemerintah yg selalu berpikir "general" (skala nasional) maka yg diperlukan adalah kesadaran akan bencana. Seperti rilis IAGI dulu ketika gempa Aceh, yg tidak hanya ternina-bobok oleh "sabuk emas" di katulistiwa, tetapi juga mesti waspada "sabuk api". Bahwa sekarang sudah banyak yg sadar bahwa gempa bukan karena dewo marah gedruk-gedruk tanah, aku rasa itu sumbangan science yg cukup signifikan. Dan ini merupakan satu step bagus dari sisi pendidikan yg tentu saja dapat dilakukan lewat buku seperti yg diusulkan diatas. "Pendidikan tidak akan menghentikan bencana, tetapi pasti mengurangi korban" RDP --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

