Harusnya, teman si penulis yang di-PHK itu menunjukkan buku2 di Indonesia sebab 
sampai sekarang pun masih diajarkan bahwa di Indonesia 1 ons = 100 gram, 1 
pound = 500 gram, sehingga 1 kg = 10 ons dan 1 kg = 2 pound. Kalau dicari di 
referensi asing memang tidak seperti yang berlaku di Indonesia. Nah, mengapa 
kok di Indonesia seperti begitu ? Akan sangat menarik untuk menelusurinya, bisa 
jadi ini warisan zaman dahulu alias sejak zaman Belanda.
 
Bukan Depdikbud/Depdiknas yang bersalah, tetapi lembaga yang mengawasi sistem 
ukuran (metrologi) yang mestinya memberitahukan ke masyarakat luas dan lembaga2 
terkait bahwa selama ini kita menggunakan konversi yang "salah" dibandingkan 
dengan yang berlaku secara internasional. Kalau sudah ada pemberitahuan resmi 
begitu, maka saya yakin akan ada perubahan di buku2 dan kehidupan sehari2 di 
Indonesia. Di warung2 memang tidak peduli 250 gram itu 2 1/2 ons atau berapa, 
yang penting itu 250 gram, dan kita biasanya kalau mau membeli sesuatu hanya 
bilang "1/4 kg" dan digunakan anak timbangan 250 gram (2 1/2 ons kata kita), 
tapi memang tidak jarang yang kalau membeli "1 ons" maka dipakai anak timbangan 
100 gram. Belum semua anak timbangan ons dimusnahkan.
 
Sebenarnya, 1 ons itu tidak selalu 28.35 gram seperti ditulis di bawah. Itu 
bergantung kepada sistem ukuran apa dulu yang dipakai. Istilah ons muncul buat 
sistem ukuran yang mencantumkan pound. Ada tiga : sistem avoirdupois, sistem 
troy weight, dan sistem apothecaries weight. Di sistem avoirdupois memang 1 ons 
= 1/16 pound = 28.35 gram, tetapi di sistem troy weight dan sistem apoteker, 1 
ons = 1/12 pound = 31.10 gram. Nah, asal kata "ounce" sendiri itu dari bahasa 
Latin yang artinya seperduabelas.
 
Nah, Indonesia kan menganut sistem metrik, memang bukan saatnya lagi 
menggunakan pound atau ounce, pakai kg dan gram saja. Tapi, kalau seseorang mau 
mencoba resep kue dari buku berbahasa Inggris dan di situ tercantum misalnya 
menggunakan 2 ounce bahan anu, maka akan ditimbang 2 x 28,35 gram = 56,70 gram 
dan sama sekali bukan 200 gram. Tapi kalau sedang mencoba resep tulisan orang 
Indonesia dan diterbitkan di Indonesia maka akan sebaliknya : menimbang 200 
gram dan bukan 56.70 gram. Kecuali kalau sudah ada pengumuman resmi oleh 
pemerintah Indonesia bahwa konversi 1 ons = 28,35 gram.
 
Hanya, sebuah salah kaprah akan sulit memperbaikinya. Tetapi, kesalahan memang 
harus diperbaiki walaupun itu sudah berjalan puluhan-ratusan tahun.
 
salam,
awang

Lambok Parulian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From:      "arie fiantisca" <[EMAIL PROTECTED]>

*1 ONS BUKAN 100 GRAM.* 

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir 
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, 
yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang 
pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses 
pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, 
takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound 
dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound 
= 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari 
sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk 
membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 
100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa 
Indonesia yang mengartikan ons(bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 
1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau 
dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini 
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di 
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi pun 
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru 
mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) 
yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram 
dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah bagian dari sistem metrik* ini dan untuk 
menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama 
telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan 
"ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 onfiltered= 100 gram dan 1 pound 
= 500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal* atau 
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. 
Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, *tidak pernah 
dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini adalah suatu 
kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku 
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah 
yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan 
penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi 
pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan 
dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan 
bahwa 1 onfiltered= 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun 
menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam 
didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang 
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan 
seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan 
koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk resmi. 

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan 
lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru 
yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban 
psikologis bagi mereka ; 

*"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara 
internasional , yang menyatakan bahwa : *

*1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?*

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini 
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? 

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain 
Indonesia berlaku konversi 1 onfiltered= 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku 
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini, 
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian 
satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat 
sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus 
diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. 
Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons 
*(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = 500 gram. 
? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini dimasukkan dalam sistem metrik 
yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang 
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak 
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh 
kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar 
negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya. 

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah 
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan. 

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal 
ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan 
teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan. 

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur, Dep. 
Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi 
sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan 
saja, yaitu Direktorat Metrologi. 

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus 
dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya 
maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM 
negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah 
diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal 
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan 
standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang 
rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita 
lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus 
mengikuti acuan yang berlaku secara internasional. 

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai 
upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan 
tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan 
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. *(maaf, ini bukan 
promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai 
dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh 
toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara 
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz). 

1 ounce/ons/onfiltered= 28,35 gram *(bukan 100 g.)*

1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*

1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*


Atau teman-teman coba lakukan konversi berat tersebut pada situs internet yang 
ada misalnya di website www.worldwidemetric.com atau yang lainnya.


Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep 
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. 
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ? 
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!! Jadi, kalau 
malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini hanya 
gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian 
sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan 
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan 
juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan 
pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem timbang 
dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan 
disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang benar*. Hal ini 
untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang 
bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.

*# # # # # *

*Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun 
elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. 
Dipersilahkan mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran 
masing-masing.*

*Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat umum, 
untuk diketahui secara luas.*

* Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan 
kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan diperbanyak / 
difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.*

* *

*Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan menanyakannya 
langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat dikota anda 
berada.

-- 
___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://promo.mail.com/adsfreejump.htm



Moderators:
Budhi Setiawan '91 <[EMAIL PROTECTED]>
Edi Suwandi Utoro '92 <[EMAIL PROTECTED]>
Sandiaji '94 <[EMAIL PROTECTED]>
Wanasherpa '97 <[EMAIL PROTECTED]>
Satya '2000 <[EMAIL PROTECTED]>




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Geo_Unpad/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!

Kirim email ke