Title SBY: Indonesia-ExxonMobil Akan Lanjutkan Perundingan hingga Tuntas
Date Saturday, 28 May 2005 Media Harian Ekonomi Neraca, Page : 1 "Karena kerja sama itu sudah berlangsung lama dan kalau negosiasi itu cocok maka kerjasama itu tentu baik untuk diteruskan. Sedangkan bila dilaksanakan dengan perusahaan yang baru .belum tentu tahun 2010, ladang minyak tersebut bisa beroperasi. Sementara, jika kerja sama dengan pihak EMOI lancar dan tetap menguntungkan Indonesia maka diharapkan pada 2007 Pertamina sudah bisa meningkatkan produksi," katanya menuturkan. Sebelumnya, menjelang keberangkatan Presiden Yudhoyono dan rombongan ke AS, Jepang dan Vietnam, tim negosiasi pemerintah dan Pertamina untuk perpanjangan lapangan migas Blok Cepu dengan EMOI menyatakan optimismenya dalam waktu dekat kesepakatan akhir mengenai nasib pengembangan lapangan tersebutakan segera tercapai. "Untuk hal-hal yang sifatnya prinsip, Alhamdulillah, sudah ada kata sepakat. Sisanya yang masih perlu dinegosiasikan adalah angka-angka teknis yang tidak mungkin kita sampaikan dalam forum ini," kata juru bicara Tim Negosiasi Pemerintah Penyelesaian Pengelolaan Blok Cepu, Rizal Mallarangeng, baru-baru ini. Komisaris Pertamina Martiono menyatakan, saat ini kedua belah pihak sepakat untuk mempercepat produksi minyak di Blok Cepu. "Perundingan masih terus dilakukan dan masih ada masalah yang sangat mendasar yang harus disepakati bersama. Bagi kami, yang penting cara berfikir dalam melihat permasalahan sudah sama, meski memang diperlukan beberapa hari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut," katanya. Ia menegaskan, jika terjadi kesepakatan maka tentunya memberikan keuntungan bagi semua pihak. "Apapun hasilnya nanti yang pasti lebih menguntungkan Indonesia katimbang usulan sebelumnya," ucap Martiono. Sebelumnya, pemerintah memberikan batas waktu sampai tanggal 20 Mei 2005, kesepakatan sudah bisa dicapai. Tapi hal itu tidak bisa diwujudkan mengingat masih ada sejumlah permasalahan yang masih belum bisa disepakati oleh pihak yang berunding. Title Pemerintah Janji Tuntaskan Negosiasi dengan ExxonMobil Date Saturday, 28 May 2005 Media Republika, Page : 1 Author Antara, Elba Damhuri WASHINGTON DC -- Di hadapan para pengusaha Amerika Serikat (AS), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan menuntaskan negosiasi ladang minyak Cepu dengan ExxonMobil. Menurut laporan wartawan Republika, Asro Kamal Rokan, dari Washington DC, Presiden mengisyaratkan ada tanda-tanda bahwa kedua belah pihak --Pertamina dan ExxonMobil-- mendekati titik-titik yang akan menghasilkan kebijakan yang adil. Indonesia, kata Presiden, punya kepentingan dalam masalah ExxonMobil di Cepu, perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur, untuk meningkatkan produksi minyak dan gas. "Karena kerja sama itu sudah berlangsung lama dan kalaucocok maka kerja sama itu baik untuk diteruskan," kata Presiden, Kamis (26/5) waktu AS atau Jumat (27/5) WIB. Hadir dalam pertemuan itu sejumlah.petinggi ExxonMobil, Conoco, produsen rokok Phillip Morris, dan pengusaha AS yang tergabung dalam kamar dagang mereka. Sebelumnya, Presiden mengadakan pertemuan dengan Presiden AS George W Bush dan warga Indonesia di sana. Presiden perlu memberikan penjelasan tentang perundingan ExxonMobil di Cepu mengingat alotnya perundingan yang masih berjalan. Pertamina merasa bisa mengelola ladang minyak Cepu tanpa ExxonMobil. Atau, kalaupun harus bekerja sama, Pertamina --ketika Baihaki Hakim menjadi direktur utama-- meminta kompensasi 400 juta dolar AS, dan ExxonMobil menolak permintaan itu. [EMAIL PROTECTED] wrote:Pak Awang jadi pengen tahu kalau setelah pulang terus SBY bilang "udah kasihkan saja Cepu ke exxon" dengan kompensasi "bla-bla" yang kita enggak tahu... kira - kira BPMigas tetap akan bertahan enggak ya untuk tetap menentang kalau memang secara "perhitungan" BPMigas hal itu merugikan/ tidak terlalu menguntungkan... yang saya ingin tahu sampai sejauh mana kewenangan BPMigas dengan segala argument ekonomik dan teknik dalam memutuskan pemberian field ke operator (terutama asing)..? Regards Ferdinandus Kartiko Samodro TOTAL E&P Indonesie Balikpapan DKS/EXR/GLG 0542- 533852 Awang Satyana 30/05/2005 09:45 AM Please respond to iagi-net To: [email protected] cc: Subject: RE: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina Tidak ada aturan bahwa kontrak itu mesti diperpanjang. Maka kalau diperpanjang, tentu akan ada negosiasi (biasanya panjang dan alot) tentang terms of contract, termasuk pembagian split, masalah FTP, dll. Kontrak baru (hasil perpanjangan) harus lebih menguntungkan pemerintah dibandingkan yang tercantum pada kontrak sebelumnya - itu saja hukum negosiasi perpanjangan kontrak. Bila tidak, buat apa diperpanjang ? salam, awang Franciscus Sinartio wrote: walaupun nanti EM yang operator nya , kan tidak akan sama pembagian share nya? apa iya ya???? fbs >From: Ariadi Subandrio >Reply-To: >To: [email protected] >Subject: RE: [iagi-net-l] Blok Cepu, ExxonMobile & strategi besar Pertamina >Date: Thu, 26 May 2005 02:05:14 -0700 (PDT) > > >Exxon Mobil, Indonesia Resume Talks on Cepu Extension (Update1) > >May 25 (Bloomberg) -- Exxon Mobil Corp., the world's largest publicly >traded oil company, said it resumed ``active discussions'' with the >Indonesian government over development of the Cepu oil field. > >``We're making progress,'' Exxon Mobil President Rex Tillerson told >reporters after the company's annual meeting today in Dallas. ``We have a >good, constructive engagement.'' > >An official with Indonesia's state-owned PT Pertamina last week said Exxon >Mobil may win rights to extend its development of Cepu. Any extension would >be for 30 years, Martiono Hadianto, chief commissioner for Pertamina, told >reporters on May 20 in Jakarta. > >Hadianto said Indonesian officials don't want to wait until the contract >expires in 2010 to renew the agreement. > >Shares of Irving, Texas-based Exxon Mobil rose 64 cents, or 1.2 percent, to >$55.68 in New York Stock Exchange composite trading. The stock has jumped >27 percent in the past year. > > >http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=10000080&sid=aksAZuKcDHno&refer=asia > > _________________________________________________________________ Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do You Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!

