>
> Aris

  Kalau berfikiran liberal tulen , itulah satu satunya solusi!!
  Tapi , siapa yang berani melaksanakan pencaabutan subsidi BBM
  secara drastis begitu ????
  Wong Pak Harto aja ndak berani , apalagi SBY , ditanggung satu bulan
jungkir  deh.

  Si Abah.


 kalau saya lebih percaya sistem pasar bebas yang kompetitif. harga bensin
> yang dikatrol subsidi merupakan harga semu  yang tidak menguntungkan semua
> pihak, pasar menjadi semu dan tidak kompetitif. usulan saya adalah sbb:
>
> - hapuskan subsidi bbm secara total, sehingga harga komoditi bbm merupakan
> harga pasar. tetapi harus dibarengi dengan pencabutan monopoli distribusi
> bbm oleh pertamina, sehingga perusahaan lain bisa bersaing dengan
> kompetitif untuk distribusi bbm. juga harus disertai penghapusan pajak
> kendaraan bermotor.
>
> salam -
>
>
>
>
>
>                       Harry Kusna
>                       <[EMAIL PROTECTED]         To:
> [email protected]
>                       o.com>                   cc:
>                                                Subject: Re: [iagi-net-l]
> Hemat BBM- share dari
>                       13/07/2005 11:20         Rotarian Subagio
>                       AM
>                       Please respond
>                       to iagi-net
>
>
>
>
>
>
> Sebetulnya ada ide seorang teman (Pak Mac Sarwadhamana di ITB - TF75) yang
> mengatakan
>
>
> bahwa mungkin ada baiknya subsidi BBM itu ditagih langsung dari pemakai yg
> tidak "layak" menikmatinya dengan cara pembayaran dimuka, dengan hitungan
> sbb:
>
> Mobil2 plat hitam (dan juga plat merah) dapat diklasifikasikan berdasarkan
> konsumsi BBM-nya. Misalnya mobil 1500 cc di Jakarta berjalan rata2
> 20000km/thn, dan konsumsi
> BBMnya adalah 1ltr/10km, sehingga konsumsi BBM setahunnya adalah 2000
> liter. Katakanlah misalnya subisidi BBM adalah Rp. 1000 / ltr, sehingga
> subsidi BBM yg dikonsumsi mobil tsb setahun adalah 2000 ltr/thn X
> Rp.1000/ltr = Rp. 2,000,000 /thn.
> Harga inilah yg harus ditagihkan ke mobil tsb di muka pada saat
> perpanjangan STNK.
> Semakin besar cc mobi, maka semakin boros pula konsumsi BBMnya, sehingga
> semakin besar pula nilai subsidi BBM yg harus dia bayar.
>
> Kalau pendapat saya, system ini lebih mengena, karena tidak akan mengenai
> rakyat banyak yg tidak punya mobil. Tetapi dampaknya, mobil2 simpanan yg
> tadinya sedikit berjalan, akan lebih banyak dipergunakan karena pemiliknya
> merasa telah membayar subsidinya dan akan merasa rugi jika tidak
> menggunakannya. Tidak tahu berapa persen mobil yg bersifat seperti ini
> (mobil simpanan?). Akibatnya lagi, jalan di Jakarta akan semakin macet.
>
>
>
> Ttg penarikan uangnya dan kemungkinan korupsi yg akan semakin marak, saya
> kira dengan era komputer dan budaya anti korupsinya Pak SBY sekarang, hal2
> di atas seharusnya dapat diatasi.  Data mobilnya jelas, system inventory
> dan postingnya ada secara komputer dan terintegrasi dng system2 lain
> (samsat dsb), jadi saya rasa "agak" sulit untuk diakali.  Yang akan banyak
> terjadi adalah mungkin dampak sosialnya saja, ant. lain spt.:
>
>      Bgmn dng mobil2 tua yg cc-nya besar2 yg masih digunakan?  Logikanya
> mobil2 spt ini  digunakan oleh kalangan yg ekonominya tertinggal, krn
> mereka tdk mampu membeli yg lebih baru?  Apakah ini berarti mereka2 tidak
> boleh bermobil-ria lagi?  Padahal selama system transportasi belum
> memadai,
> mobil masih akan menjadi kebutuhan primer di masyarakat kita.
>
>      Bgmn dng harga BBM yg murah, yg memungkinkan terjadinya
> penyelundupan?
> Dng membayar subsidinya di muka, berarti harga BBM di pasar akan dijual
> dng
> harga bersubsidi (lebih murah dari harga sebenarnya).  Jika dijual ke
> negara tetangga yg harga BBMnya lebih mahal, hal ini akan memberikan
> keuntungan yg menarik.  Bgmn kita mencegahnya?
>
>       Mungkin banyak lagi bagaimananya, yg harus dipikirkan, dan rasanya
> menjadi kewajiban moral kita semua untuk memberi masukan2 ini.
>
> Wassalam - HK
>
> Paulus Tangke Allo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kalau pakai warna, harga bbm-nya tambah mahal ndak?
> maksudnya, apa perlu pewarna khusus utk mewarnai bbm?
>
> lagipula, kalau sampai berbekas di tangki,
> apa nanti tidak berbekas juga di komponen mesin lainnya?
> bahayakah?
>
>
> --pta
>
> On 7/13/05, [EMAIL PROTECTED]
> wrote:
>>
>> Pengusaha yang punya angkot isi bensin, terus dkeluarin, dijual di
> pinggir
>> jalan dengan harga di antara harga bbm untuk angkot dan bbm untuk
>> kendaraan pribadi ....pasti laku keras...
>> kenapa kok enggak pakai sistem warna saja ya...? kalau angkot mis : bbm
>> warna hijau dan pribadi warna merah...dan ada bekasnya di tangki....
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke