Rekan Milis,

Sekedar informasi : Untuk Trowulan, candi-candi dan bangunan lain disekitar
peninggalan Kerajaan Majapahit terletak tidak jauh dari aliran Kali Brantas
bahan bangunannya sebagian besar terdiri atas batu bata yang sangat bagus
kualitasnya (jika dibandingkan dengan yang sekarang ini). Pak Sampurno dari
Dept. Teknik Geologi ITB pada tahun 1980-an pernah menulis di Buletin
Geologi ITB yang mengatakan kehancuran Kerajaan Majapahit di Trowulan
berhubungan dengan kegiatan letusan Gn. Kelud. Kegiatan Gn. Kelud yang cukup
dahsyat saat itu menghasilkan produknya masuk ke Kali Brantas yang
menyebabkan banjir lumpur dan material volkanik kemudian merendam dan
menutupi seluruh wilayah Kerajaan Majapahit di Trowulan, disamping material
piroklastik dari udara.Hasil penggalian arkeologi di Trowulan ada tahun
70-an (saya pernah ikut untuk sedimentologi dan srttigrafinya) memang
menunjukkan sedimentasi sungai dengan material volkanik yang menutupi
bangunan di Trowulan dengan ketebalan berkisar antara 0,5 - 1,5 meter.

Wassalam,

Zaim


----- Original Message ----- 
From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 02, 2005 7:52 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Borobudur : Posisi Geologi dan Geomantik


Pak Salahuddin,

Semeru tak seaktif Merapi, maka lebih banyak andesit dimuntahkan Merapi
daripada Semeru, sehingga jelas lebih banyak batu andesit di sekitar pusat2
kerajaan Buddha-Hindu. Itulah yang jadi bahan baku candi2 di Jawa Tengah.
Ini belum termasuk muntahan andesit dari Merbabu, Sundoro, dan Sumbing di ex
Kresidenan Kedu. Maka, tak kurang dari 50 candi besar kecil ditemukan di
dataran tinggi ini. Dan, sampai zaman Mataram Hindu, pusat kerajaan ada di
Jawa Tengah, bukan di Jawa Timur. Mereka banyak mendirikan candi2. Setelah
itu, abad ke-12, pusat kerajaan bergeser ke Jawa Timur menuju Kediri lalu
Majapahit di sekitar Trowulan Mojokerto sekarang.

Candi-candi Jawa Tengah dan Jawa Timur jelas berbeda. Ciri-ciri langgam Jawa
Tengah : (1) bentuk bangunan masif, kokoh, tambun, (2) atap nyata
berundak-undak, (3) puncak berbentuk stupa, (4) gerbang pintu dan relung
berhiaskan kala makara, (5) relief dipahat dalam dan naturalis tak simbolik,
(6) letak candi di tengah pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke timur, (8)
kebanyakan terbuat dari batu andesit (basaltik sebagian).

Akan halnya candi2 Jawa Timur, inilah langgam2nya : (1) bentuk bangunan
ramping, (2) atap tak nyata berundak2, (3) puncak mengubus, (4) tak ada
makara, hanya ambang atas pintu relung punya kepala kala, (5) relief diukir
tipis dan simbolik seperti wayang kulit, (6) letak candi di belakang
pelataran, (7) kebanyakan menghadap ke barat, (8) kebanyakan terbuat dari
bata.

Kalau sempat jalan2 ke candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, silakan
perbandingakan ciri-ciri di atas (jangan lupa bawa kompas he2..)

Kalau Kraton Boko memang bukan candi tetapi istana raja, ditemukan bekas
benteng dan gang kering (bekas selokan) tempat pertahanan di luar benteng,
juga bekas2 perumahan (mungkin perumahan tentara kerajaan). Karena Kraton,
tentulah harus bergengsi.

salam,
awang

Salahuddin Husein <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Awang, saya ikut bertanya perihal geo-arkeologi candi.

Mengapa candi-candi di Jatim tidak menggunakan batu alam seperti
candi-candi di Jateng? Misalkan kesulitan bahan baku batuan beku, kenapa
tidak menggunakan batugamping, misalkan.
Atau apakah ada perbedaan trend arsitektur di kedua wilayah tersebut
pada saat itu, misalkan di Jatim dianggap keren dengan batubata karena
istana-istana dibangun dengan batubata, atau bisa juga pembuatan
batubata saat itu masih dianggap baru dan teknologi impor jadi
mempergunakannya sebagai tempat ibadah bisa menambah gengsi rohani sang
penguasa. Sebaliknya di Jateng batualam dianggap mahal dan berkelas
karena trend arsitektural bangunan istana masih "menyatu dengan alam"
(contoh Kraton Boko di Jogja, tetapi tampaknya ini dibangun sebelum era
Borobudur).

Salam,
Salahuddin

Awang Satyana wrote:

>Candi-candi di Jawa Timur tentu berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah.
Candi di Jawa Timur tak pernah menggunakan batu masif andesit basaltik
seperti di Jawa Tengah, tetapi banyak menggunakan tanah liat yang dibakar
mirip batamerah.
>
>

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke