Saya kebetulan lagi mengerjakan 3D Geological Modeling dengan
menggunakan Petrel.

Untuk beberapa reservoir yang relatif tebal (>15-25 m) saya tidak
mengalami kesulitan untuk membuat facies modeling dan petrophysical
modelingnya. Untuk distribusi lateralnya, saya menggunakan metode (
bbrp diantaranya adalah gabungan ) antara object based modeling
(stochastic) atau  SIS/SGS dengan menggunakan flowline atau 2D/3D
trend dari seismic dan beberapa variasi dari variogram range. Dari
bbrp reservoir tebal tersebut, saya coba juga menggunakan seismic
(attribute) cube (dengan melihat xplot, bbrp diantaranya, saya melihat
adanya korelasi positif antara property dan value dari seismic
tersebut) untuk mengontrol distribusi facies/petrophysical modeling.
Atau dengan menggunakan xplot lainnya, misalnya X=PhieT dan Y=Phie
untuk porosity modeling  atau X=Phie dan Y=Vclay untuk Vclay modeling
(korelasi koefisien). Untuk permeability modeling dan SwJ Func saya
"ikatkan" ke facies dan petrophyical modeling. Dan hasilnya, so far
antara modeling dan kalkulasi engineering (dynamic modeling) dalam
range yang bisa ditolerir.

Permasalahannya adalah, sekitar 70% dari reservoir di field saya
(fluvial – marginal marine, di Malay Basin) mempunyai ketebalan
sekitar 3-10m, dimana ketebalan ini jauh daripada tuning thickness
dari seismic yang ada. Dan saya melihat, uncertainties memodelkan thin
reservoirs (distribusi lateralnya, terutama facies modeling) ini
sangat besar sekali, akhirnya, metode "trial/error" dengan bbrp
realisasi saya coba lakukan. Dan tetap, hasilnya masih sangat sangat
terbuka untuk diskusi.

Mohon pencerahan dari rekan2 yang terutama bekerja di "thin reservoir" ? 

Terimakasih banyak,
Adi Trianto

Kirim email ke