Adi,
Dalam kasus ini saya asumsikan bahwa anda tidak bisa lagi mengandalkan seismik 
untuk meng-constraint facies modelling anda karena ketebalan lapisan sudah 
dibawah resolusi seismik, benar ? 
 
Dalam hal itu ya harus back to basic, kembali ke konsep geology.  'Driver' 
geology apa yang mendasari penyebaran facies dari suatu endapan shallow marine. 
Faktor2 seperti gross thickness, net to gross dll. mestinya bisa dipetakan 
dengan di konstrain oleh data well/seismic dan pengetahuan geology 
regional/lokal daerah tersebut. Pada gilirannya, peta atau lebih baik lagi 
distribusi 3D dari driver 2 tersebut bisa dijadikan sebagai konstrain saat 
membuat distribusi facies.
 
Kalau mau kelihatan agak canggih, bisa memakai neural network yang modulnya ada 
di Petrel untuk   memberikan 'weighting effect' pada tiap driver tersebut.
 
Last but not least, a good picture does not necessarily mean a 'right' 
solution....
 
Salam
Oki
 

Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kebetulan lagi mengerjakan 3D Geological Modeling dengan
menggunakan Petrel.

Untuk beberapa reservoir yang relatif tebal (>15-25 m) saya tidak
mengalami kesulitan untuk membuat facies modeling dan petrophysical
modelingnya. Untuk distribusi lateralnya, saya menggunakan metode (
bbrp diantaranya adalah gabungan ) antara object based modeling
(stochastic) atau SIS/SGS dengan menggunakan flowline atau 2D/3D
trend dari seismic dan beberapa variasi dari variogram range. Dari
bbrp reservoir tebal tersebut, saya coba juga menggunakan seismic
(attribute) cube (dengan melihat xplot, bbrp diantaranya, saya melihat
adanya korelasi positif antara property dan value dari seismic
tersebut) untuk mengontrol distribusi facies/petrophysical modeling.
Atau dengan menggunakan xplot lainnya, misalnya X=PhieT dan Y=Phie
untuk porosity modeling atau X=Phie dan Y=Vclay untuk Vclay modeling
(korelasi koefisien). Untuk permeability modeling dan SwJ Func saya
"ikatkan" ke facies dan petrophyical modeling. Dan hasilnya, so far
antara modeling dan kalkulasi engineering (dynamic modeling) dalam
range yang bisa ditolerir.

Permasalahannya adalah, sekitar 70% dari reservoir di field saya
(fluvial – marginal marine, di Malay Basin) mempunyai ketebalan
sekitar 3-10m, dimana ketebalan ini jauh daripada tuning thickness
dari seismic yang ada. Dan saya melihat, uncertainties memodelkan thin
reservoirs (distribusi lateralnya, terutama facies modeling) ini
sangat besar sekali, akhirnya, metode "trial/error" dengan bbrp
realisasi saya coba lakukan. Dan tetap, hasilnya masih sangat sangat
terbuka untuk diskusi.

Mohon pencerahan dari rekan2 yang terutama bekerja di "thin reservoir" ? 

Terimakasih banyak,
Adi Trianto

                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

Kirim email ke