On 10/17/05, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tentu saja ini berkorelasi positif. Semakin banyak eksplorasi = semakin 
> banyak penemuan = semakin banyak kebutuhan tenaga geosaintis. Parameter yang 
> no. 1 dan 2 ada bukti statistiknya. Jadi jangan berharap banyak penemuan 
> kalau eksplorasi minim.
>

Ya saya setuju semakin banyak eksplorasi menjadi semakin banyak penemuan.
Namun kalau kita melihat jumlah kontrak KPS yg ditandatangani tidak
berkorelasi dengan produksi minyak di Indonesia.
Kalau diplot antara jumlah KPS ditandatangani dengan produksi minyak
di Indonesia maka tidak terlihat bahwa ada hubungan antara KPS yg
ditanda tangani dengan Produksi minyak di Indonesia.

> Hal lain yang penting, pengalaman tiga tahun menunjukkan bahwa pemenuhan 
> komitmen eksplorasi nyata (maksudnya survai seismik dan pengeboran) yang 
> dilakukan perusahaan2 baru ini sangat buruk (!), bonus-bonus mesti ditagih 
> berkali-kali, dan memundurkan komitmen dilakukan oleh semua perusahaan. 
> Alasan pemunduran komitmen sama : kesulitan data (bisa benar/bisa sekedar 
> alasan, yang jelas data adalah kambing hitam utama)
>

Kalau data ini dipakai sebagai alasan. Apa tindakan yg akan diambil
oleh Migas atau BPMigas mengenai data ini ?
Apakah ada pinalty utk perusahaan yg mangkir dari komitmen ini ?

> Saya senang perusahaan2 migas nasional serempak berani eksplorasi, tetapi kok 
> tidak diikuti pemenuhan komitmen. Nah, serius gak sih mengambil blok ?
>

Maksudnya serempak berani eksplorasi ini maksudnya spent uang utk
drilling, study dan atau seismic ?
Mnurutku sih mereka serius mengambil blok, tetapi aku belum yakin yg
baru-baru ini akan serius mengerjakannya sendiri, mengebor sendiri dan
memproduksikan sendiri. Saya khawatir akhirnya hanya ingin menjadi
broker. Yag jelas dengan menjadi broker sudah "make money". Walopun
saya sendiri kurang begitu suka dengan broker ... kalau istilah
kerennya CALO. Tapi saya tahu pasti dengan menjadi "broker KPS
block"-pun bisa mendatangkan uang. Ada ngga ya etika bisnis ttg
per-brokeran ini ?

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke