Komentar dari Pak Daru memang menggelitik. Kenapa ? Kelihatannya ada 
kontradiksi antara unsur memajukan bahasa sendiri dengan keinginan yang "go 
international". Isunya, yaitu selalu harus memilih mana yang ingin kita (baca: 
IAGI) tempuh. Saya pribadi cenderung untuk memilih full paper dalam bahasa 
Inggris, tapi boleh saja dipresentasikan dalam bahasa Indonesia. How does it 
sound ? Any comments ?

Thanks. Iman

-----Original Message-----
From: Sukmandaru Prihatmoko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, December 07, 2005 4:14 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] JCS2005: Best Presenters


Menyambung uneg-uneg Pak Awang, tapi lebih ke masalah kualitas paper.

Beberapa tahun lalu, bagaimana mendapatkan dan meningkatkan paper yang
berkualitas untuk PIT, sepertinya pernah kita diskusikan di milist ini
(sayang saya tidak punya file-nya). Betul kan Pak Syaiful? Intinya, dan
idealnya, perlu dibikin team reviewer paper dari masing-masing bidang
keahlian. Ini bisa saja terpisah dari kepanitian PIT (langsung dari PP
misalnya). Sebisanya team ini memiliki anggota yang tidak menangani hanya
sekali PIT saja (2 atau sukur-sukur 3 PIT), sehingga mereka bisa memonitor
perkembangan kulaitas paper dari tahun ke tahun. Anggota team bisa saja
ber-ubah-ubah tapi diusahakan masa tugas-nya saling overlap, misalnya A
bertugas 2006 - 2008, B bertugas 2007-2009, dst.

Secara pribadi, karena kebetulan saya berkecimpung di mineral, saya juga
"concern" dengan paper mineral yang masih banyak harus ditingkatkan
kualitasnya.

Untuk JCS kemarin, saya juga mendapatkan keluhan dari seorang kawan bahwa
paper-nya tidak lolos seleksi padahal menurut dia (setelah lihat paper yg
ditayangkan) masih ada paper lain yang kulaitas-nya di bawah standard.

Untuk presentasi bahasa Inggris, setuju dengan Pak Awang untuk memberikan
penilaian lebih, kalau memang kita mau meningkatkan PIT menjadi event
international. Pengalaman di JCS kemarin, saya dan seorang kawan yg
ditugaskan panitia jadi chairperson salah satu sesi presentasi, karena
diwanti-wanti untuk pakai bahasa Inggris, kami berdua sepakat untuk pakai
bahasa asing tsb. Lucunya, tidak satupun dari 4 presenter dari sesi tsb yg
presentasi dengan bahasa Inggris, tapi "the show must go on", jadinya
chairperson -nya berlagak kayak bule sendirian (walau di sesi 4, kawan saya
tsb tidak tahan lagi untuk balik ke bhs ibu kita.......). Efek-nya memang
kelihatan, sesi pertama dan kedua masih saya lihat ada 3 atau 4 orang asing
di dalam ruangan (Jepang, Vietnam ??????), sesi berikutnya amblaslah
mereka.................

Sekedar masukan untuk PP yang akan datang.

Salam - Daru

-----
This message has been certified virus free by Medcoenergi Antivirus

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke