Mas Vicky,
Saya pikir untuk S3 ini agak unik, karena bukan soal luar negeri atau
dalam negerinya, tetapi siapa pembimbingnya, apa proyeknya dan seberapa
banyak sang pembimbing menguasai topik/konsep ilmu dan daerah penelitian
untuk ditularkan kepada mahasiswa bimbingannya. Daerah penelitian bisa
dari mana saja, tapi konsep ilmu yang digunakan saya pikir tidak berbeda
antara riset dari dalam negeri maupun luar negeri. Asumsi bahwa doktor
lulusan dalam negeri lebih menguasai daerah Indonesia mungkin akan sama
dengan asumsi bahwa ekspatriat yang bekerja di Indonesia tidak menguasai
geologi Indonesia. Padahal kan belum tentu demikian, karena semua bisa
dipelajari asal ada niat dan waktu. Lulusan S3 yang bagus, menurut saya
tergantung pada orangnya (mahasiswanya) dan pembimbingnya, bukan
institusinya.
Tetapi dalam hal fasilitas penelitian, akses ke jurnal ilmiah, akses ke
sumber teknologi dan konsep ilmu paling baru, dan potensi membangun
jaringan dengan orang-orang dari berbagai bangsa, saya pikir sekolah di
negara maju lebih baik daripada di dalam negeri.
Dana Konsorsium KPS menurut saya sebaiknya:
1. Sebagian digunakan untuk mengirimkan orang-orang S2 ke luar negeri
untuk memberikan mereka pengalaman berinteraksi dengan Geoscientists di
negara yang menjadi tempat perkembangan teknologi/ilmu Geosains
2. Sebagian untuk dana penelitian S3 di dalam negeri dalam rangka
menggalakkan penelitian geosains di universitas di Indonesia
3. Sebagian untuk S1 calon mahasiswa yang punya potensi tapi miskin,
supaya Pasal 33 UUD 45 diterapkan ke publik yang lebih luas, tidak cuma
dinikmati keluarga besar pekerja migas Indonesia
Mengapa saya tidak mengusulkan dana KPS untuk S2 Geosains di dalam
negeri saja?
Karena:
1. S2 di dalam negeri tanpa beasiswa pun bisa, apalagi banyak kantor
yang sekarang mau mengirimkan karyawan mereka kuliah seperti di UI, ITB
dan UGM.
2. Kalau bisa mendapatkan pilihan untuk kuliah di Colorado School of
Mines atau Imperial College masak nolak Mas?
Cuman Mas, cukup enggak dana Konsorsium KPS dibagi ke 3 arah?
Minarwan
Rovicky Dwi Putrohari wrote:
Min,
Setelah anda mengenyam pendidikan dalam dan luar negeri, manakah yg
lebih berhasil guna antara kedua ini ?
- Menyekolahkan di Dalam Negeri saja dengan jumlah yg lebihbesar.
Toh pada kenyataannya banyak lulusan Sarjana (S1) Indonesia yg "laku"
dipasaran luar negeri. Juga kebutuhan tenaga kerja level ini jauuh
lebih besar ketimbang kebutuhan Doktor. Juga doktor-doktor lulusan
Indonesia mungkin (berpotensi) akan lebih banyak yg berkiprah lebih
karena masalah yg diambil dr Indonesia, ketimbang lulusan luar negeri
(mungkin lo:).
Contoh lulusan S3 Indonesia sangat bagus ya misalnya Dr Andang
Bachtiar dan Dr Sigit Sukmono yg asli lulusan S3 dalam negeri.
- Menyekolahkan ke Luar Negeri untuk mendapatkan hasil yg lebih brillian.
Lulusan Luar Negeri biasanya memiliki akses kepada the ultimate
science, biasanya mereka yg lulusan luar negeri mengerti betul
perkembangan riset2 mutakhir yg dilakukan di luar negeri. Memang
banyak juga lulusan LN yg berkiprah sukses di Indonesia. Kalau disebut
semua lulusan LN ya daftarnya sangat panjang. Keuntungan lain tentunya
sangat banyak.
Nah kalau dana KPS menurut Minarwan atau temen-temen lain sebaiknya
difokuskan kemana ?
(tentunya dana KPS ini ada yg utk studi geoscience ada yg non-geoscience)
RDP
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------