Berdasarkan logika, pengamatan, pendapat pribadi dan pelajaran hidup saja Pak Nataniel. Contoh sederhana saja, orang yang mengambil kursus/les bahasa inggris tentu karena dia merasa masih kurang (katakanlah bodoh) penguasaan bahasa inggrisnya, orang yang memilih mengambil kursus sequence stratigraphy tentu adalah orang yang tertarik dengan sequence stratigraphy tetapi dia sendiri tak tahu banyak soal yang diminatinya.
Maka, kebodohan adalah dorongan yang kuat menuju kepintaran. Sadar dulu bahwa kita bodoh adalah langkah awal kepada pembelajaran. Kalau saya, selalu beprinsip semua hal negatif (tekanan, ketidaktahuan, kebodohan, kemiskinan, siksaan, penghinaan, kelemahan) adalah dorongan yang kuat sekali untuk menuju kutub2 sebaliknya. Dulu, semasa masih sekolah menengah-kuliah, saya tulis besar2 di dinding kamar saya, "doloris sopitam recreant vulnera viva animam" - luka duka dan derita akan membangunkan kemampuan jiwa yang layap-layap tertidur. Salam, Awang -----Original Message----- From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, April 20, 2006 1:36 PM To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [iagi-net-l] Hari Kartini ini ngutip dari mana Pak Awang? atau berdasarkan pelajaran hidup ;) "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" just curious.. On 4/20/06, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" (orang harus menyadari > dulu kebodohannya sebelum ia berusaha untuk menjadi pintar). > > Ingat hari Ibu Kartini, ingat kumpulan surat-suratnya kepada teman-teman > Belandanya yang kemudian dibukukan berjudul "Door Duisternis tot Licht". Buku > ini suka diterjemahkan sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang". Saya pikir, > yang lebih cocok mewakili pemikiran2 Kartini adalah kalau diterjemahkan > "Karena Kegelapan Terbitlah Terang" atau "Oleh Kegelapan Terbitlah Terang". > Ini bukan hanya secara leksikal bahasa Belanda lebih mengena, tetapi juga > secara maknawi lebih pas. > > Kartini mengeluh dalam surat2nya (semoga banyak perempuan Indonesia telah > membacanya) tentang sistem (saat itu) yang membendung agar perempuan > Indonesia tidak menjadi pintar - hanya cukup di dapur dan melayani suami > serta anak2nya. Maka, tak heran kalau kebodohan (kegelapan akan ilmu > pengetahuan) melanda mereka (bagaimana bisa menjadi pintar kalau membaca pun > tidak bisa ?). > > Menyadari bahwa banyak kaumnya yang masih ada di dalam kegelapan, Kartini > berani menentang zamannya dengan mendirikan sekolah buat kaumnya walaupun tak > lama umurnya (karena terhalang "tugas klasik" pula sebagai perempuan > bersuami). Baguslah ada penerus2nya sehingga perempuan2 Indonesia pun pada > saat itu mulai banyak yang sepintar Kartini. > > Maka, tepatlah kalau Abendanon, teman senior Kartini, memberikan judul "Door > Duisternis tot Licht" - oleh kegelapan kebodohan terbitlah terang kepintaran. > > Dalam dunia geologi, semoga makin banyak geologist wanita Indonesia yang > cemerlang, yang berani mengemukakan pendapatnya, yang banyak menulis paper. > Buat rekan2 saya, geologist wanita Indonesia, selamat hari Ibu Kartini, > semoga bisa menangkap semangatnya ! > > salam, > awang --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006 --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

