Dulu, semasa masih sekolah menengah-kuliah, saya tulis besar2 di dinding
kamar saya, "doloris sopitam recreant vulnera viva animam" - luka duka
dan derita akan membangunkan kemampuan jiwa yang layap-layap tertidur.
>
> Salam,
> Awang
_________________________________________________________________________
   Awang

   Sekarang kalau Anda amati bangsa kita apakah dia masih layap layap apa
   masih tidur juga ?????????????
   Ngomomg - ngomong Hari Kartini , selalu ada pertanyaan dihati saya :
   " Apakah wanita yang memilih menjadi ibu/isteri yang menjalankan
   tugas-nya dirumah belum atau tidak sesuai dengan semangat Kartini?".
   Tah , kumaha pendapat Parvita dan Kartini IAGI lainnya ?

   Si - Abah
>
> -----Original Message-----
> From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 20, 2006 1:36 PM
> To: [email protected]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Hari Kartini
>
> ini ngutip dari mana Pak Awang? atau berdasarkan pelajaran hidup ;)
>
> "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan"
>
> just curious..
>
> On 4/20/06, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" (orang harus
>> menyadari dulu  kebodohannya sebelum ia berusaha untuk menjadi pintar).
>>
>>  Ingat hari Ibu Kartini, ingat kumpulan surat-suratnya kepada
>> teman-teman Belandanya yang kemudian dibukukan berjudul "Door
>> Duisternis tot Licht". Buku ini suka diterjemahkan sebagai "Habis Gelap
>> Terbitlah Terang".  Saya pikir, yang lebih cocok mewakili pemikiran2
>> Kartini adalah kalau diterjemahkan "Karena Kegelapan Terbitlah Terang"
>> atau "Oleh Kegelapan Terbitlah Terang". Ini bukan hanya secara leksikal
>> bahasa Belanda lebih mengena, tetapi juga secara maknawi lebih pas.
>>
>>  Kartini mengeluh dalam surat2nya (semoga banyak perempuan Indonesia
>> telah membacanya) tentang sistem (saat itu) yang membendung agar
>> perempuan Indonesia tidak menjadi pintar - hanya cukup di dapur dan
>> melayani suami serta anak2nya. Maka, tak heran kalau kebodohan
>> (kegelapan akan ilmu pengetahuan) melanda mereka (bagaimana bisa
>> menjadi pintar kalau membaca pun tidak bisa ?).
>>
>>  Menyadari bahwa banyak kaumnya yang masih ada di dalam kegelapan,
>> Kartini berani menentang zamannya dengan mendirikan sekolah buat
>> kaumnya walaupun tak lama umurnya (karena terhalang "tugas klasik" pula
>> sebagai perempuan bersuami). Baguslah ada penerus2nya sehingga
>> perempuan2 Indonesia pun pada saat itu mulai banyak yang sepintar
>> Kartini.
>>
>>  Maka, tepatlah kalau Abendanon, teman senior Kartini, memberikan judul
>> "Door Duisternis tot Licht"  - oleh kegelapan kebodohan terbitlah
>> terang kepintaran.
>>
>>  Dalam dunia geologi, semoga makin banyak geologist wanita Indonesia
>> yang cemerlang, yang berani mengemukakan pendapatnya, yang banyak
>> menulis paper. Buat rekan2 saya, geologist wanita Indonesia, selamat
>> hari Ibu Kartini, semoga bisa menangkap semangatnya !
>>
>>  salam,
>>  awang
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> --
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke