Memang boleh percaya boleh tidak, Di dunia drilling sendiri hal ini menjadi perdebatan. Untuk referensi lebih lanjut silakan di browsing:
Gill, J.A. "How borehole ballooning alters drilling responses. Oil & Gas Journal 43, March 13, 1989. Bowman, G.R. 'Borehole ballooning in response to Gill' Oil & Gas Journal 43, Apr 10, 1989 Holbrook, P. 'Debate on borehole ballooning in response to Gill' Oil & Gas Journal 43, June 12, 1989. Aadnøy, B.S. Evaluation of borehole ballooning in deep wells. In: Modern Well Design. Balkema, 1996. On 5/6/06, M Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
wah, masalah ballooning jadi tambah seru, Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan oleh kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient (fg) sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted interval (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore breathing ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk membayangkannya). karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika well dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika well dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti memiliki loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan saya, pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang menambah volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah jenuh terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan tertutup kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi). jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal terjadinya mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, sangat mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya fatal.....loss circulation) oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara: 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi pertimbangkan batas minimum pump rate yg dipakai LWD) 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?) 3. gunakan LCM 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol) mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para pendekar dunia persilatan lain yang mengkoreksi Razi
-- *********************************** Amir Al Amin Operation/ Wellsite Geologist (62)811592902 amir13120[at]yahoo.com amir.al.amin[at]gmail.com ************************************ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

