Kalau elastisitas batuan sedimen tidak ada,
bagaimana mungkin terbentuk sinklin/ antiklin?
Contoh lain, kalau kita coring, seringkali
hasil pengukuran panjang core di surface menjadi lebih
panjang dari batuan yang di potong.

Kalau shale yang retak saat leak of test (LOT) ,
yang paling mudah retak adalah yang
paling dekat dengan shoe.
Semakin dalam batuan, semakin tinggi Overburden dan Fracture Pressurenya .

Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan
ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena
tekanan yang kurang dari hasil leak of test?
Apalagi  di kedalaman yang lebih besar dari shoe.

Terus kemana larinya lumpur pengeboran?
Ke batupasir, karena ECD > formation pressure.
Ini masuk akal. Dan mudah menjelaskan.

Tetapi mengapa terjadi jika terdapat gain
dalam kondisi hydrostatik?

Jika gain-nya terus menerus, disebut well flowing.
Kondisi formation pressure > MW.
Gainnya akan semakin besar, Grafiknya berbentuk
setengah parabola, semain lama semakin cepat rate-nya.

Jika Gainnya sementara (!) saja, sehabis itu stabil/ statik.
Kondisi formation pressure <MW.
Gainnya semakin lama semakin kecil rate-nya dan kemudian menjadi
stabil. Grafiknya berbentuk setengah parabola juga,
tetapi kebalikannya.
(Kondisi ini yang dikatakan balloning)
Kalau formation pressure < MW, tidak mungkin terjadi
aliran fluida dari formasi ke lubang bor. (hukum pascal).

Jadi sulit menjelaskan adanya 'discharge'. Kalau 'charge' nya
masih bisa dijelaskan.
'Discharge' dalam kondisi pressure formasi> MW,
yang terjadi well flowing.

Saya belum ketemu paper yang menjelaskan secara geologi.
Tetapi jika ada yang berminat (silakan japri), ada paper
aplikasi PWD pada balloning.


On 5/6/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terima kasih atas referensinya pak, tapi menurut saya alangkah lebih baik
jika kita sebagai geologist bisa memberikan penjelasan yg sesuai domain
kita, karena saya yakin pendekatan yg dipakai drilling engineer lebih ke
arah mechanical.
kata ballooning sendiri sebenarnya muncul karena dugaan adanya shale yang
'kembang-kempis' (dugaan dari drilling eng), tapi secara geologi bisakah ini
terjadi? mungkin bisa pada kondisi yang sangat ideal, dimana shale interval
sangat tebal, tidak ada permeability, tidak ada rekahan, nilai fracture
gradient yang sangat tinggi. namun ternyata ballooning malah sering terjadi
di lingkungan dimana PP dan FG berdekatan, (tentunya data ini didapat dari
plotting data pressure formasi dan data LOT). Misal kita punya LOT 19.0 ppg
(artinya shale di dekat casing point mengalami keretakan setelah diberi
tekanan 19 ppg), kemudian kita drilling dengan mudweigth 17.8 ppg (static) /
18.8 ppg (dinamik)  >>> yang terjadi dishale di interval drilling kita
tentunya sama dengan kejadian di shale dekat casing point >> akan terbentuk
rekahan-rekahan yang diisi oleh mud  >> inilah yang menurut saya menyebabkan
adanya pembacaan loss circulation dan dianggap sebagai kejadian ballooning
itu.

just a thought, mungkin ada yang mau menambahkan/mengoreksi

Razi

----- Original Message -----
From: "Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, May 06, 2006 4:05 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? --->
Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi


Memang boleh percaya boleh tidak,
Di dunia drilling sendiri hal ini menjadi perdebatan.
Untuk referensi lebih lanjut silakan di browsing:

Gill, J.A. "How borehole ballooning alters drilling responses. Oil &
Gas Journal 43, March 13, 1989.
Bowman, G.R. 'Borehole ballooning in response to Gill' Oil & Gas
Journal 43, Apr 10, 1989
Holbrook, P. 'Debate on borehole ballooning in response to Gill' Oil &
Gas Journal 43, June 12, 1989.
Aadnøy, B.S. Evaluation of borehole ballooning in deep wells. In:
Modern Well Design. Balkema, 1996.

On 5/6/06, M Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> wah, masalah ballooning jadi tambah seru,
>
> Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan oleh
> kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient (fg)
> sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted
> interval
> (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi
> hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah
> charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki
> permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore breathing
> ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk
> membayangkannya).
>
> karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika well
> dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika well
> dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti memiliki
> loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan saya,
> pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang menambah
> volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG
> menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah jenuh
> terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan
> tertutup
> kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi).
>
> jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal terjadinya
> mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, sangat
> mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya
> fatal.....loss circulation)
>
> oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara:
> 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi pertimbangkan
> batas minimum pump rate yg dipakai LWD)
> 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?)
> 3. gunakan LCM
> 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol)
>
>
> mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para
> pendekar
> dunia persilatan lain yang mengkoreksi
>
> Razi
>
>


--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke