Berbicara soal physics [henomena tidak akan lepas dari angka-angka.
Adakah yg memiliki database tentang hal ini ?
Misalnya :
Kedalaman, MW, Gain/loss, Pump on/off, Pump pressure, last 10 m lithology
etc .
Dengan demikian kita akan tahu bagaimana hubungan antara on/off (circulated
or not)
Hanya dengan angka2 begini maka pembelajaran soal Ballooning effect ini
dapat lebih terarah.

Salam
RDP

On 5/7/06, Amir Al Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Yang kita bicarakan adalah well yang di flow check,
terdapat gain kemudian gainnya berhenti/ stabil.

Jika di flow check tidak gain, bukan kasus balloning.
Walaupun pump off gasnya tinggi.

Kalau yang ada discharge dari formasi (pump off gas tinggi), memang
formation pressurenya > MW. Tetapi low permebility, maka tidak ada
gain.

Coba dicari well yang 'kick', setelah BOP closed,
SIDPnya 0psi. Ini yang saya rasa balloning.

Kalau batuan di beri tekanan 10000-11000 psi apa yang terjadi?
Apakah batuannya akan baik-baik saja?
Memang teori ini ada kelemahannya, karena secara logika
field horisontal stress nya akan menahan tekanan dari
mud dinamik.

Di dunia drilling, termasuk IADC, well balloning ini diajarkan
cara menanganinya. Penangannanya tidak sama dengan well kick. Karena
jika dinaikan MW, tidak akan mengurangi fenomena gain.

Mungkin Pak Ismed bisa diskusi dengan 'pendekar dari North Sea',
atau Gulf of Mexico.
Saya sendiri sudah tidak ada guru disini. Haya mengandalkan ingatan
saja, sewaktu kerja di Mahakam.


On 5/7/06, Ismed Mahmud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Orang drilling kadang-kadang suka memandang wellbore yang ukuran 6 inch
> seluas basin yang dipelajari Geologist.
> Jadi kalau ada faktor elasitas yang membentuk sinklin atau antiklin
tentunya
> mereka berpikir hal sama akan hal itu dan tentunya pasti mereka
mempunyai
> data untuk mendukung itu.
> Sedangkan panjang Core yang lebih ,apakah itu bukan karena faktor
elasitas
> dari pipa?
>
> Kebetulan kita baru-baru ini mencoba mempelajari faktor charge-discharge
> dalam skala kecil untuk sumur yang menggunakan MW tinggi untuk
kepentingan
> MW strategy pada HPHT well.
> Pengalaman dari sumur terakhir,pada saat sumur itu memggunakan MW:1.95sg
,kita
> mengamati adanya 10 menit 'pump-off'' gas menunjukkan angka berkisar
2-3%
> above background Gas (X%).tentunya secara'quick-look' bisa
diinterpetrasikan
> kita dalam keadaan sedikit 'underbalance ' atau 'near balance'.Lalu kita
> melakukan 20 menit 'pump-off' gas dan datanya menunjukkan angka berkisar
> 4-4.5% above background Gas (1.8X%).
> Dari data diatas kita menyimpulkan adanya discharge dari formasi ketika
stop
> pompa dan bukan dalam keadaan 'underbalance' atau near balance.
> tambahan informasi MW:1.95sg dipergunakan terus sampai TD.
>
>
> On 5/7/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Mas amir, sedikit pemikiran.
> > Mas amir wrote: "Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan
> > ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena
> > tekanan yang kurang dari hasil leak of test?"
> > ------------------------------------------------------------
> >
> > LOT dilakukan setelah mengebor formasi beberapa meter dibawah shoe.
> > Dengan menganggap pembacaan dan pengambilan nilai LOT sudah akurat.
> > Mungkin saja sebenarnya ECD kita sudah sedikit melebihi fracture
pressure
> > pada suatu bagian formasi. Karena nilai LOT yang kita jadikan acuan
> > sebenarnya tidak valid untuk mengukur titik terlemah suatu formasi.
> >
> > Kenyataan di lapangan, Drilling side selalu request ke WSG dan selalu
> > mengharapkan bahwa formasi yang di drill itu adalah shale keras shg
> > mendapatkan hasil LOT yang "setinggi-tingginya". Padahal menurut saya
(mohon
> > koreksinya), titik terlemahnya adalah terdapat pada "sand" pertama di
bawah
> > shoe. Sehingga hasil LOT tsb tidak sepenuhnya merefleksikan bagian
terlemah
> > dari suatu phase.
> >
> > LOT yang dilakukan pada shale di bawah shoe, tentu nilainya akan
"lebih
> > tinggi" dibandingkan apabila LOT dilakukan setelah mengebor sand
pertama
> > dibawah shoe.
> >
> > Jadi pada kasus LOT yang dilakukan pada Shale, ada kemungkinan
terbentuk
> > fracture pada formasi walaupun selama drilling ECD < LOT.  Karena
nilai LOT
> > nya "melebihi" dari yang seharusnya.

Kirim email ke