Mas amir, sedikit pemikiran.
Mas amir wrote: "Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan
ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena
tekanan yang kurang dari hasil leak of test?"
------------------------------------------------------------

LOT dilakukan setelah mengebor formasi beberapa meter dibawah shoe.
Dengan menganggap pembacaan dan pengambilan nilai LOT sudah akurat. Mungkin 
saja sebenarnya ECD kita sudah sedikit melebihi fracture pressure pada suatu 
bagian formasi. Karena nilai LOT yang kita jadikan acuan sebenarnya tidak valid 
untuk mengukur titik terlemah suatu formasi.

Kenyataan di lapangan, Drilling side selalu request ke WSG dan selalu 
mengharapkan bahwa formasi yang di drill itu adalah shale keras shg mendapatkan 
hasil LOT yang "setinggi-tingginya". Padahal menurut saya (mohon koreksinya), 
titik terlemahnya adalah terdapat pada "sand" pertama di bawah shoe. Sehingga 
hasil LOT tsb tidak sepenuhnya merefleksikan bagian terlemah dari suatu phase. 

LOT yang dilakukan pada shale di bawah shoe, tentu nilainya akan "lebih tinggi" 
dibandingkan apabila LOT dilakukan setelah mengebor sand pertama dibawah shoe.

Jadi pada kasus LOT yang dilakukan pada Shale, ada kemungkinan terbentuk 
fracture pada formasi walaupun selama drilling ECD < LOT.  Karena nilai LOT nya 
"melebihi" dari yang seharusnya.

-----Original Message-----
From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, May 06, 2006 11:07 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> Challenging! 
Drilling dengan mudweight tinggi

Kalau elastisitas batuan sedimen tidak ada,
bagaimana mungkin terbentuk sinklin/ antiklin?
Contoh lain, kalau kita coring, seringkali
hasil pengukuran panjang core di surface menjadi lebih
panjang dari batuan yang di potong.

Kalau shale yang retak saat leak of test (LOT) ,
yang paling mudah retak adalah yang
paling dekat dengan shoe.
Semakin dalam batuan, semakin tinggi Overburden dan Fracture Pressurenya .

Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan
ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena
tekanan yang kurang dari hasil leak of test?
Apalagi  di kedalaman yang lebih besar dari shoe.

Terus kemana larinya lumpur pengeboran?
Ke batupasir, karena ECD > formation pressure.
Ini masuk akal. Dan mudah menjelaskan.

Tetapi mengapa terjadi jika terdapat gain
dalam kondisi hydrostatik?

Jika gain-nya terus menerus, disebut well flowing.
Kondisi formation pressure > MW.
Gainnya akan semakin besar, Grafiknya berbentuk
setengah parabola, semain lama semakin cepat rate-nya.

Jika Gainnya sementara (!) saja, sehabis itu stabil/ statik.
Kondisi formation pressure <MW.
Gainnya semakin lama semakin kecil rate-nya dan kemudian menjadi
stabil. Grafiknya berbentuk setengah parabola juga,
tetapi kebalikannya.
(Kondisi ini yang dikatakan balloning)
Kalau formation pressure < MW, tidak mungkin terjadi
aliran fluida dari formasi ke lubang bor. (hukum pascal).

Jadi sulit menjelaskan adanya 'discharge'. Kalau 'charge' nya
masih bisa dijelaskan.
'Discharge' dalam kondisi pressure formasi> MW,
yang terjadi well flowing.

Saya belum ketemu paper yang menjelaskan secara geologi.
Tetapi jika ada yang berminat (silakan japri), ada paper
aplikasi PWD pada balloning.


On 5/6/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Terima kasih atas referensinya pak, tapi menurut saya alangkah lebih baik
> jika kita sebagai geologist bisa memberikan penjelasan yg sesuai domain
> kita, karena saya yakin pendekatan yg dipakai drilling engineer lebih ke
> arah mechanical.
> kata ballooning sendiri sebenarnya muncul karena dugaan adanya shale yang
> 'kembang-kempis' (dugaan dari drilling eng), tapi secara geologi bisakah ini
> terjadi? mungkin bisa pada kondisi yang sangat ideal, dimana shale interval
> sangat tebal, tidak ada permeability, tidak ada rekahan, nilai fracture
> gradient yang sangat tinggi. namun ternyata ballooning malah sering terjadi
> di lingkungan dimana PP dan FG berdekatan, (tentunya data ini didapat dari
> plotting data pressure formasi dan data LOT). Misal kita punya LOT 19.0 ppg
> (artinya shale di dekat casing point mengalami keretakan setelah diberi
> tekanan 19 ppg), kemudian kita drilling dengan mudweigth 17.8 ppg (static) /
> 18.8 ppg (dinamik)  >>> yang terjadi dishale di interval drilling kita
> tentunya sama dengan kejadian di shale dekat casing point >> akan terbentuk
> rekahan-rekahan yang diisi oleh mud  >> inilah yang menurut saya menyebabkan
> adanya pembacaan loss circulation dan dianggap sebagai kejadian ballooning
> itu.
>
> just a thought, mungkin ada yang mau menambahkan/mengoreksi
>
> Razi
>
> ----- Original Message -----
> From: "Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Saturday, May 06, 2006 4:05 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? --->
> Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi
>
>
> Memang boleh percaya boleh tidak,
> Di dunia drilling sendiri hal ini menjadi perdebatan.
> Untuk referensi lebih lanjut silakan di browsing:
>
> Gill, J.A. "How borehole ballooning alters drilling responses. Oil &
> Gas Journal 43, March 13, 1989.
> Bowman, G.R. 'Borehole ballooning in response to Gill' Oil & Gas
> Journal 43, Apr 10, 1989
> Holbrook, P. 'Debate on borehole ballooning in response to Gill' Oil &
> Gas Journal 43, June 12, 1989.
> Aadnøy, B.S. Evaluation of borehole ballooning in deep wells. In:
> Modern Well Design. Balkema, 1996.
>
> On 5/6/06, M Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > wah, masalah ballooning jadi tambah seru,
> >
> > Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan oleh
> > kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient (fg)
> > sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted
> > interval
> > (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi
> > hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah
> > charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki
> > permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore breathing
> > ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk
> > membayangkannya).
> >
> > karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika well
> > dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika well
> > dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti memiliki
> > loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan saya,
> > pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang menambah
> > volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG
> > menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah jenuh
> > terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan
> > tertutup
> > kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi).
> >
> > jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal terjadinya
> > mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, sangat
> > mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya
> > fatal.....loss circulation)
> >
> > oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara:
> > 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi pertimbangkan
> > batas minimum pump rate yg dipakai LWD)
> > 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?)
> > 3. gunakan LCM
> > 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol)
> >
> >
> > mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para
> > pendekar
> > dunia persilatan lain yang mengkoreksi
> >
> > Razi
> >
> >
>
>
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operation/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke