coba kalo sinklin atau antiklin itu di zooming, tentu kita akan menemui banyak sekali fracture, baik itu ekstensional ataupun kompresional (silakan mengacu ke model2 antiklin seperti yang diberikan mcClay, 1987 atau yang lainnya). kasus yang sama kita bawa sebagai analog untuk kasus ballooning, dimana kita sebenarnya memberikan tekanan kompresi sebesar MudWeight + tekanan pompa. lalu batuan akan memberikan responnya terhadap tekanan tersebut (yg tergantung pada nilai fracture gradient dari masing-masing batuan). pada kasus high mudweight seperti yang saya utarakan sebelumnya, dimana PP berimpitan dengan FG, apa yang akan terjadi? apalagi ditambah dengan kondisi dari formasi dibawah yang sudah tercacah oleh tektonik (misal kita drilling di antiklin), tentu secara logika sangat mungkin terjadi fracture yang menambah volume borehole.
mengenai kasus dari pak Ismed, saya juga pernah mengalaminya, awalnya memang kita menyimpulkan itu sebagai kondisi underbalance, tapi setelah kita mulai melakukan perhitungan detil dan rutin terhadap charge and discharge, kesimpulan kita berubah. berhubung belum ada paper mengenai ballooning ini dari sudut pandang geologi, berarti sudah harus ada yang memulai nih. just a thought, silakan ditambahkan atau dikoreksi kalo ada yg keliru Razi ----- Original Message ----- From: "Ismed Mahmud" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Sunday, May 07, 2006 7:19 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi Orang drilling kadang-kadang suka memandang wellbore yang ukuran 6 inch seluas basin yang dipelajari Geologist. Jadi kalau ada faktor elasitas yang membentuk sinklin atau antiklin tentunya mereka berpikir hal sama akan hal itu dan tentunya pasti mereka mempunyai data untuk mendukung itu. Sedangkan panjang Core yang lebih ,apakah itu bukan karena faktor elasitas dari pipa? Kebetulan kita baru-baru ini mencoba mempelajari faktor charge-discharge dalam skala kecil untuk sumur yang menggunakan MW tinggi untuk kepentingan MW strategy pada HPHT well. Pengalaman dari sumur terakhir,pada saat sumur itu memggunakan MW:1.95sg,kita mengamati adanya 10 menit 'pump-off'' gas menunjukkan angka berkisar 2-3% above background Gas (X%).tentunya secara'quick-look' bisa diinterpetrasikan kita dalam keadaan sedikit 'underbalance ' atau 'near balance'.Lalu kita melakukan 20 menit 'pump-off' gas dan datanya menunjukkan angka berkisar 4-4.5% above background Gas (1.8X%). Dari data diatas kita menyimpulkan adanya discharge dari formasi ketika stop pompa dan bukan dalam keadaan 'underbalance' atau near balance. tambahan informasi MW:1.95sg dipergunakan terus sampai TD. On 5/7/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas amir, sedikit pemikiran. > Mas amir wrote: "Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan > ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena > tekanan yang kurang dari hasil leak of test?" > ------------------------------------------------------------ > > LOT dilakukan setelah mengebor formasi beberapa meter dibawah shoe. > Dengan menganggap pembacaan dan pengambilan nilai LOT sudah akurat. > Mungkin saja sebenarnya ECD kita sudah sedikit melebihi fracture pressure > pada suatu bagian formasi. Karena nilai LOT yang kita jadikan acuan > sebenarnya tidak valid untuk mengukur titik terlemah suatu formasi. > > Kenyataan di lapangan, Drilling side selalu request ke WSG dan selalu > mengharapkan bahwa formasi yang di drill itu adalah shale keras shg > mendapatkan hasil LOT yang "setinggi-tingginya". Padahal menurut saya > (mohon > koreksinya), titik terlemahnya adalah terdapat pada "sand" pertama di > bawah > shoe. Sehingga hasil LOT tsb tidak sepenuhnya merefleksikan bagian > terlemah > dari suatu phase. > > LOT yang dilakukan pada shale di bawah shoe, tentu nilainya akan "lebih > tinggi" dibandingkan apabila LOT dilakukan setelah mengebor sand pertama > dibawah shoe. > > Jadi pada kasus LOT yang dilakukan pada Shale, ada kemungkinan terbentuk > fracture pada formasi walaupun selama drilling ECD < LOT. Karena nilai > LOT > nya "melebihi" dari yang seharusnya. > > -----Original Message----- > From: Amir Al Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Saturday, May 06, 2006 11:07 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> > Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi > > Kalau elastisitas batuan sedimen tidak ada, > bagaimana mungkin terbentuk sinklin/ antiklin? > Contoh lain, kalau kita coring, seringkali > hasil pengukuran panjang core di surface menjadi lebih > panjang dari batuan yang di potong. > > Kalau shale yang retak saat leak of test (LOT) , > yang paling mudah retak adalah yang > paling dekat dengan shoe. > Semakin dalam batuan, semakin tinggi Overburden dan Fracture Pressurenya . > > Kenyataanya kita tidak pernah mengebor dengan > ECD melebihi LOT. Jadi, bisakah terbentuk fracture karena > tekanan yang kurang dari hasil leak of test? > Apalagi di kedalaman yang lebih besar dari shoe. > > Terus kemana larinya lumpur pengeboran? > Ke batupasir, karena ECD > formation pressure. > Ini masuk akal. Dan mudah menjelaskan. > > Tetapi mengapa terjadi jika terdapat gain > dalam kondisi hydrostatik? > > Jika gain-nya terus menerus, disebut well flowing. > Kondisi formation pressure > MW. > Gainnya akan semakin besar, Grafiknya berbentuk > setengah parabola, semain lama semakin cepat rate-nya. > > Jika Gainnya sementara (!) saja, sehabis itu stabil/ statik. > Kondisi formation pressure <MW. > Gainnya semakin lama semakin kecil rate-nya dan kemudian menjadi > stabil. Grafiknya berbentuk setengah parabola juga, > tetapi kebalikannya. > (Kondisi ini yang dikatakan balloning) > Kalau formation pressure < MW, tidak mungkin terjadi > aliran fluida dari formasi ke lubang bor. (hukum pascal). > > Jadi sulit menjelaskan adanya 'discharge'. Kalau 'charge' nya > masih bisa dijelaskan. > 'Discharge' dalam kondisi pressure formasi> MW, > yang terjadi well flowing. > > Saya belum ketemu paper yang menjelaskan secara geologi. > Tetapi jika ada yang berminat (silakan japri), ada paper > aplikasi PWD pada balloning. > > > On 5/6/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terima kasih atas referensinya pak, tapi menurut saya alangkah lebih > baik > > jika kita sebagai geologist bisa memberikan penjelasan yg sesuai domain > > kita, karena saya yakin pendekatan yg dipakai drilling engineer lebih ke > > arah mechanical. > > kata ballooning sendiri sebenarnya muncul karena dugaan adanya shale > yang > > 'kembang-kempis' (dugaan dari drilling eng), tapi secara geologi bisakah > ini > > terjadi? mungkin bisa pada kondisi yang sangat ideal, dimana shale > interval > > sangat tebal, tidak ada permeability, tidak ada rekahan, nilai fracture > > gradient yang sangat tinggi. namun ternyata ballooning malah sering > terjadi > > di lingkungan dimana PP dan FG berdekatan, (tentunya data ini didapat > dari > > plotting data pressure formasi dan data LOT). Misal kita punya LOT > > 19.0ppg > > (artinya shale di dekat casing point mengalami keretakan setelah diberi > > tekanan 19 ppg), kemudian kita drilling dengan mudweigth 17.8 ppg > (static) / > > 18.8 ppg (dinamik) >>> yang terjadi dishale di interval drilling kita > > tentunya sama dengan kejadian di shale dekat casing point >> akan > terbentuk > > rekahan-rekahan yang diisi oleh mud >> inilah yang menurut saya > menyebabkan > > adanya pembacaan loss circulation dan dianggap sebagai kejadian > ballooning > > itu. > > > > just a thought, mungkin ada yang mau menambahkan/mengoreksi > > > > Razi > > > > ----- Original Message ----- > > From: "Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent: Saturday, May 06, 2006 4:05 PM > > Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> > > Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi > > > > > > Memang boleh percaya boleh tidak, > > Di dunia drilling sendiri hal ini menjadi perdebatan. > > Untuk referensi lebih lanjut silakan di browsing: > > > > Gill, J.A. "How borehole ballooning alters drilling responses. Oil & > > Gas Journal 43, March 13, 1989. > > Bowman, G.R. 'Borehole ballooning in response to Gill' Oil & Gas > > Journal 43, Apr 10, 1989 > > Holbrook, P. 'Debate on borehole ballooning in response to Gill' Oil & > > Gas Journal 43, June 12, 1989. > > Aadnøy, B.S. Evaluation of borehole ballooning in deep wells. In: > > Modern Well Design. Balkema, 1996. > > > > On 5/6/06, M Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > wah, masalah ballooning jadi tambah seru, > > > > > > Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan > oleh > > > kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient > (fg) > > > sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted > > > interval > > > (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi > > > hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah > > > charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki > > > permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore > breathing > > > ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk > > > membayangkannya). > > > > > > karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika > well > > > dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika > well > > > dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti > memiliki > > > loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan > saya, > > > pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang > menambah > > > volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG > > > menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah > jenuh > > > terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan > > > tertutup > > > kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi). > > > > > > jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal > terjadinya > > > mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, > sangat > > > mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya > > > fatal.....loss circulation) > > > > > > oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara: > > > 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi > pertimbangkan > > > batas minimum pump rate yg dipakai LWD) > > > 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?) > > > 3. gunakan LCM > > > 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol) > > > > > > > > > mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para > > > pendekar > > > dunia persilatan lain yang mengkoreksi > > > > > > Razi > > > > > > > > > > > > -- > > *********************************** > > Amir Al Amin > > Operation/ Wellsite Geologist > > (62)811592902 > > amir13120[at]yahoo.com > > amir.al.amin[at]gmail.com > > ************************************ > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > -- > *********************************** > Amir Al Amin > Operation/ Wellsite Geologist > (62)811592902 > amir13120[at]yahoo.com > amir.al.amin[at]gmail.com > ************************************ > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

