Pak Slamet dan Pak Hendro,

Blockage lebih dikuatirkan terjadi semakin mendekati seabed karena pressure dan 
temperatur yang turun di bawah dew point. Kalau di reservoir jauh di bawah 
seabed, temperatur yang tinggi bisa mencegah blokage minyak parafinik. Dalam 
flow assurance study, kondisi ini akan disimulasi, apakah minyak parafiniknya 
cenderung membeku dan menyumbat pipa (blaockage). Sepanjang jalur pipa di atas 
sea bed pun kondisi menjadi rawan karena laut dalam tentu punya temperatur yang 
minimal (tak heran gas hydrate - biogenic gas yang terperangkap dalam kisi2 
kristal es sering ditemukan tak jauh dari seabed).

Seperti yang Pak Hendro sebutkan, saat ini caranya adalah dengan pemanasan di 
titik2 tertentu di sepanjang tubing dan di beberapa "stasiun termal" di 
sepanjang jalur pipa ke tempat pengumpul. Kalau ada booster pompa untuk 
mendorong minyak tetap punya tekanan agar mengalir di pipa yang menanjak pun, 
maka ini ada thermal booster agar minyak tak jadi membeku di pipa meskipun di 
luar temperatur drop.

Cara lain adalah dengan membuat bio-enhanced buatan, yaitu menginjeksikan 
mikroba pemakan lilin. Atau, dengan injeksi uap/mikroba seperti pernah dicoba 
di lapangan2 di Sumatra Tengah. 

Bila ada minyaknya, kelihatannya minyak Antarktika tak akan parafinik, mungkin 
tipe yang diproduksi dari marine algae yang miskin lilin. Penyumbatan karena 
pembekuan lebih gampang diatasi daripada penyumbatan kimiawi karena kandungan 
lilin/parafin.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, May 18, 2006 2:37 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia


Persis pertanyaan anaku dari cerita ibunya,
"Jadi kalau minyak di Antartika (yang dingin sekale) sedang 'disedot'
dan minyaknya membeku dan menyumbat di pipanya, bagaimana?"

Ibunya bilang pake alat 'khusus' . . .

Dalam hati saya, pake alat mekhanik atau kimiawi?!

Boleh dong share untuk jawabannya, pak Awang.


Salaam,


SLAMET RIYADI


-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Sent: Thursday, May 18, 2006 3:21 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia

Sebenarnya yang dimaksudkan Iwan dengan bio-enhanced oil itu adalah
pengurangan wax content oleh bakteri sehingga minyaknya relatif lebih
encer dibandingkan yang lilinnya banyak. Dalam kasus-kasus berat, minyak
akan persis seperti semir sepatu kalau lilin/parafinnya banyak. Dalam
kasus bio-enhanced oil, minyak parafinik berubah jadi minyak naftenik -
yang relatif lebih encer daripada minyak parafinik. Di beberapa kasus
minyak di reservoir lautdalam, flow assurance jadi penting sebab minyak
parafinik bisa membeku dan menyumbat jalur pipa.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Sent: Thursday, May 18, 2006 1:38 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia

kok bisa yah minyak dengan densitas tinggi tapi encer banget?
bukannya minyak kalau semakin tinggi densitasnya maka semakin kental?

Delete-------

This message and any attached files may contain information that is 
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the 
intended recipient. If you are not the intended recipient or the person 
responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised 
that you have received this message in error and that any dissemination, 
copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is the 
disclosure of the information therein. If you have received this message in 
error please notify the sender immediately and delete the message.

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.6.0/341 - Release Date: 5/16/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.6.0/341 - Release Date: 5/16/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke