On 5/19/06, Franciscus B Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Vick, kalau mau masuk Bursa Saham, sebaiknya pelajari dulu kejadiannya YPF yang milik pemerintah Argentina. sekarang pemerintah tidak punya saham lagi di YPF, dan akibatnya penerimaan negara
Kalau anda baca saran saya ... kan, sudah saya hadangi dulu dngan batasan 10-25% saja. Ini dimaksudkan hanya untuk membuka isi dalemannya. Sehingga kalau ada yg mau "main-main" akan di kontrol oleh "publik" (pemilik saham). Ini hanya salah satu membuat "link" sehingga ptm menjadi tbk. Aku inget kata-kata Renier Latief (wektu masih CEO) dulu ketika sebelum membuat EMP utk membuka Kondur. Wektu itu aku sempet bertemu Mas Renier dan beliau crita bahwa itu salah satu cara membuat publik yg merasa memiliki. Dan ini menjadikan EMP dan pegawai kondur menjadi ekstra hati-hati dalam bekerja, karena publik akan menyoroti setiap gerak-gerik dan langkah perusahaan. Tentunya saham terbesar masih dimiliki investor-investor utamanya. Dan kenyataannya justru setelah itu EMP bisa membeli Kangean Block dll ... Jadi Ptm tidak harus menjual sahamnya lebih dari 25%. Asalkan sudah listing di BEJ saja aku rasa sudah cukup. Salam RDP --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

