Rekans,
   
  Maaf kalau saya salah, apakah benar IAGI belum mengeluarkan press release 
tentang erupsi lumpur ini ya? Kalau sudah ya sukur, kalau belum sebaiknya 
segera mengeluarkan statement karena publik iAGI dianggap independent, tidak 
memihak. Memang sudah banyak perorangan dan institusi yang mengeluarkan 
keterangan, tetapi yang paling relevant adalah IAGI/HAGI lha wong ini cerita 
tentang diapir, penampang seismik, sesar, gempa, design pemboran, kick dan lain 
lagi. Peringatan Pak Awang tentang bahayanya dekat-dekat mud flow juga perlu 
dipublikasikan. Bagaimana Pengurus?
   
  Yangkung

Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Tetapi, harus hati2 menjadikan wilayah "small catastrophism" seperti ini 
untuk objek geo-wisata. Bercermin ke Bledug Kuwu, tanahnya sangat labil dan 
siap mengisap siapa saja kalau tak hati-hati memilih jalan. Coba kita lihat di 
Bledug Kuwu, di situ ada kerangka2 sapi yang dulunya mendekat ke Bledug Kuwu 
untuk mencecap air asinnya dan tenggelam lalu terapung lagi setelah sekian lama 
sebagai kerangka. Teman saya, seorang expat berbadan tinggi besar, melesak 
kakinya ketika salah memilih jalan mau melihat Bledug Kuwu dari dekat. Kalau 
kelak struktur permukaan Banjar Panji collaps, mau tak mau ia bisa jadi rawa.

salam,
awang

wahyu budi wrote:
Semburan lumpur Banjar Panji ini mengingatkan pada
Bledug Kuwu di sebelah timur Purwodadi. Melihat
perkembangannya saat ini, rasanya tidak untuk
menghentikan semburan lumpur itu. Biaya yang telah
dialokasinya untuk menghentikan semburan atau
membersihkan lumpur, sebaiknya dipergunakan untuk
merelokasi warga.

Saya setuju dengan Bung Ujay, sebaiknya lokasi
disekitar semburan segera dikosongkan saja dari
pemukiman dan aktifitas lain, dan kemudian kawasan itu
dijadikan objek wisata alam "small catatrophism".
tentu akan sangat menarik.

Salam
WBS





--- Ujay wrote:

> setahu saya saat ini sudah ada tim independen di
> lokasi yang melakukan penelitian, kemudian akan
> disusul oleh tim berikutnya dari institusi yang
> berbeda. Waktu bagi merteka adalah 2 minggu untuk
> menentukan/memberikan second opini ke BPMIGAS
> mengenai
> yang sedang terjadi di banjarpanji. 
> 
> kalo saya sih lebih baik saat ini dibebaskan dulu
> 80-100 ha disekitar 5 lokasi hotspring yang sudah
> terlanjur menjadi ajang lumpur panas, dibangun
> bendungan atau waduk untuk menghambat pergerakan
> lumpur tersebut lebih meluas. hal ini untuk
> melokalisasi bencana. baru kemudian diputuskan
> apakah
> akan mematikan lumpur tersebut ataukah didiamkan dan
> dijadikan objek wisata small catatrophism. 
> 
> udah ga tahan liat lumpur yang makin merajalela
> sambil
> kita belum tau gimana matiinnya.. mending warga
> sekitar direlokasi dikasih kompensasi atas tanah dan
> rumahnya sesuai dengan harga yang layak... at least
> dari musibah ini mereka jadi kaya mendadak... 
> 
> apa terlalu gila yah? 
> 
> 
> rgds
> ujay
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke