Saya kira agak sulit sekarang Yangkung, karena Presiden IAGI sekarang dari BP Migas. IAGI juga harus membuat semacam "Tim Independen", dan meneliti semua data. Saya pribadi turut prihatin, ditengah polemik kemampuan profesional nasional menangani explorasi migas. SR, iagisek.
-----Original Message----- From: basuki puspoputro [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 14 Juni 2006 9:55 To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l]Banjar Panji Mud-Extrusion: Objek wisata Rekans, Maaf kalau saya salah, apakah benar IAGI belum mengeluarkan press release tentang erupsi lumpur ini ya? Kalau sudah ya sukur, kalau belum sebaiknya segera mengeluarkan statement karena publik iAGI dianggap independent, tidak memihak. Memang sudah banyak perorangan dan institusi yang mengeluarkan keterangan, tetapi yang paling relevant adalah IAGI/HAGI lha wong ini cerita tentang diapir, penampang seismik, sesar, gempa, design pemboran, kick dan lain lagi. Peringatan Pak Awang tentang bahayanya dekat-dekat mud flow juga perlu dipublikasikan. Bagaimana Pengurus? Yangkung Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tetapi, harus hati2 menjadikan wilayah "small catastrophism" seperti ini untuk objek geo-wisata. Bercermin ke Bledug Kuwu, tanahnya sangat labil dan siap mengisap siapa saja kalau tak hati-hati memilih jalan. Coba kita lihat di Bledug Kuwu, di situ ada kerangka2 sapi yang dulunya mendekat ke Bledug Kuwu untuk mencecap air asinnya dan tenggelam lalu terapung lagi setelah sekian lama sebagai kerangka. Teman saya, seorang expat berbadan tinggi besar, melesak kakinya ketika salah memilih jalan mau melihat Bledug Kuwu dari dekat. Kalau kelak struktur permukaan Banjar Panji collaps, mau tak mau ia bisa jadi rawa. salam, awang wahyu budi wrote: Semburan lumpur Banjar Panji ini mengingatkan pada Bledug Kuwu di sebelah timur Purwodadi. Melihat perkembangannya saat ini, rasanya tidak untuk menghentikan semburan lumpur itu. Biaya yang telah dialokasinya untuk menghentikan semburan atau membersihkan lumpur, sebaiknya dipergunakan untuk merelokasi warga. Saya setuju dengan Bung Ujay, sebaiknya lokasi disekitar semburan segera dikosongkan saja dari pemukiman dan aktifitas lain, dan kemudian kawasan itu dijadikan objek wisata alam "small catatrophism". tentu akan sangat menarik. Salam WBS --- Ujay wrote: > setahu saya saat ini sudah ada tim independen di > lokasi yang melakukan penelitian, kemudian akan > disusul oleh tim berikutnya dari institusi yang > berbeda. Waktu bagi merteka adalah 2 minggu untuk > menentukan/memberikan second opini ke BPMIGAS > mengenai > yang sedang terjadi di banjarpanji. > > kalo saya sih lebih baik saat ini dibebaskan dulu > 80-100 ha disekitar 5 lokasi hotspring yang sudah > terlanjur menjadi ajang lumpur panas, dibangun > bendungan atau waduk untuk menghambat pergerakan > lumpur tersebut lebih meluas. hal ini untuk > melokalisasi bencana. baru kemudian diputuskan > apakah > akan mematikan lumpur tersebut ataukah didiamkan dan > dijadikan objek wisata small catatrophism. > > udah ga tahan liat lumpur yang makin merajalela > sambil > kita belum tau gimana matiinnya.. mending warga > sekitar direlokasi dikasih kompensasi atas tanah dan > rumahnya sesuai dengan harga yang layak... at least > dari musibah ini mereka jadi kaya mendadak... > > apa terlalu gila yah? > > > rgds > ujay > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

