Tentunya bukan asal berani, banyak yang tahu justru tidak punya
keberanian memberitahukan atau berani berbicara.
Seperti yg sering disinggung pak Kusuma, kalau dokter sudah angkat
tangan, ya tentunya pengobatan alternatif tentu akan mengambil posisi
untuk mengisinya. Kalau yg lebih tahu justru diem tidak berkomentar
tentunya yg kurang tahu atau bahkab yg tidak tahu menjadi komentator.
Apalagi untuk urusan media yg mnurutku bukan mencari kebenaran tetapi
sekedar bisnis mencari berita, hal-hal sepeti ini langsung saja
disamber.
Saya ngga ngerti juga kenapa geologist sejak dulu sering dianggap
hidup didunia dewa diawang2. Mungkin krn sulit bahasanya, enggannya
berbicara, atau ada hal lain .... Secara positip barangkali karena
kehati-hatian ya?
Salam
Rdp
On 6/20/06, Noor Syarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kira bukan saatnya lagi ASAL BERANI, karena ini yang sekarang banyak
terjadi..... sedikit baca UU Migas, langsung merasa jadi pengamat
perminyakan....... betapa bodohnya (maaf) kalau seseorang menyebut dirinya
seorang pengamat perminyakan tapi membuat statemen seperti yang diberitakan
itu. Apalah kata dunia nanti.....!
Dalam banyak kasus, kita memang paling ahli berkomentar... ibaratnya
seperti penonton bola saja, semua pintar berkomentar tapi tim bola kita
sendiri tidak pernah masuk putaran piala dunia....
salam,
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, June 19, 2006 1:59 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Pengamat Perminyakan dan Lumpur Panas.
> > Jadi karena pada 8 tidak disebutkan pengeboran ,disimpulkan bahwa pada
> > tahap eksplorasi DILARANG ngebor. Tak mengeretilah sang Pengamat.
> >
> > Apakah ada yang mengetahui siapakah beliau itu ?
> >
> > Si Abah.
>
> Abah,
> menurut saya tidaklah penting siapa dia. tetapi apakah ada yg lain yg
> berani menyatakan dirinya ahli perminyakan dan berani berkomentar di
> TV.
>
> Saya yakin adanya "ketidak enakan" karena banyaknya rekan sejawat dan
> kawan-kawan kita yang akan terkena dampak. Saya sendiri lebih
> mengutamakan menjelaskan apa yg terjadi secara ilmiah sejauh yang saya
> tahu, seperti yg saya tulis di rovicky.blogspot.com, berdasarkan
> data-data yg sudah dipublikasikan. Saya sendiripun tidak berani
> menyatakan apa yg paling mungkin menyebabkan terjadinya "mud flow"
> ini. Karena informasi penyebabnya terjadinya saat ini sangat penting
> untuk menentukan "who is responsible". Karena kebiasaaan kita mencari
> kambiang ini yg menjadikan penelitian seolah sebuah pengadilan.
>
> Yang lebih penting lagi, kalau hal ini bisa menjadi pembelajaran buat
> kita semua. Caranya dengan "membuka" semua data-datanya seperti
> misalnya kasus "Piper alpha". Semua data dibuka buat siapa saja utk
> belajar supaya tidak terulang lagi. Pembukaan data inilah yang
> memerlukan kebesaran hati pihak-pihak yg terlibat.
>
> Mau ngga ya, Bah ?
>
> rdp
>
> ---------------------------------------------------------------------
> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> ----- Call For Papers until 26 May 2006
> ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------