>> Vick. Saya sependapat dengan Anda bahwa kejadian ini harus diselesaikan secara baik dari segala macam aspek , teknis,legal dsb tapi seperti saya sampaikan sebelumnya , saya KHAWATIR ada yang memasukan - nya dalam politik . Apakah itu politik KEKUASAAN atau politik PERSAINGAN USAHA.
Mengenai Pak Ali ini , saya khawatir , karena dia berbicara didepan publik (saya tidak tahu publik dari sektor usaha atau malahan para wakil buruh???), maka apa yang disampaikan oleh "Pengamat" ,akan didengar oleh yang hadir ,katakanlah duaratus orang. Maka onformasi ini akan disampaikan terus keluar manjadi ribuan , lalu dimuat di-detik. com akan lebih lebar lagi cakupan informasi yang salah itu. Atau wartawan-nya salah ngerti gitu ???? Karena inipun sering kejadian. Si - Abah ___________________________________________________________________________ Si-Abah Jadi karena pada 8 tidak disebutkan pengeboran ,disimpulkan bahwa pada >> tahap eksplorasi DILARANG ngebor. Tak mengeretilah sang Pengamat. >> >> Apakah ada yang mengetahui siapakah beliau itu ? >> >> Si Abah. > > Abah, > menurut saya tidaklah penting siapa dia. tetapi apakah ada yg lain yg > berani menyatakan dirinya ahli perminyakan dan berani berkomentar di > TV. > > Saya yakin adanya "ketidak enakan" karena banyaknya rekan sejawat dan > kawan-kawan kita yang akan terkena dampak. Saya sendiri lebih > mengutamakan menjelaskan apa yg terjadi secara ilmiah sejauh yang saya > tahu, seperti yg saya tulis di rovicky.blogspot.com, berdasarkan > data-data yg sudah dipublikasikan. Saya sendiripun tidak berani > menyatakan apa yg paling mungkin menyebabkan terjadinya "mud flow" > ini. Karena informasi penyebabnya terjadinya saat ini sangat penting > untuk menentukan "who is responsible". Karena kebiasaaan kita mencari > kambiang ini yg menjadikan penelitian seolah sebuah pengadilan. > > Yang lebih penting lagi, kalau hal ini bisa menjadi pembelajaran buat > kita semua. Caranya dengan "membuka" semua data-datanya seperti > misalnya kasus "Piper alpha". Semua data dibuka buat siapa saja utk > belajar supaya tidak terulang lagi. Pembukaan data inilah yang > memerlukan kebesaran hati pihak-pihak yg terlibat. > > Mau ngga ya, Bah ? > > rdp > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru > ----- Call For Papers until 26 May 2006 > ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

