Memang betul, sejak dulu Geologist dianggap "setengah dewa". Kalau ngga percaya, coba tanya Iwan Fals. Bahkan katanya ada sejarah mengatakan bahwa geologist dianggap sebagai "pujangga" bahkan disebut sebagai "filsuf" segala.
Thanks. Iman -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, June 20, 2006 5:12 AM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Re: Pengamat Perminyakan dan Lumpur Panas. Tentunya bukan asal berani, banyak yang tahu justru tidak punya keberanian memberitahukan atau berani berbicara. Seperti yg sering disinggung pak Kusuma, kalau dokter sudah angkat tangan, ya tentunya pengobatan alternatif tentu akan mengambil posisi untuk mengisinya. Kalau yg lebih tahu justru diem tidak berkomentar tentunya yg kurang tahu atau bahkab yg tidak tahu menjadi komentator. Apalagi untuk urusan media yg mnurutku bukan mencari kebenaran tetapi sekedar bisnis mencari berita, hal-hal sepeti ini langsung saja disamber. Saya ngga ngerti juga kenapa geologist sejak dulu sering dianggap hidup didunia dewa diawang2. Mungkin krn sulit bahasanya, enggannya berbicara, atau ada hal lain .... Secara positip barangkali karena kehati-hatian ya? Salam Rdp --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

