Hanya, karena sifat ilmunya pula, geologist tak bisa segera angkat bicara. 
Perlu cek dan re-cek, dan alam seperti kita tahu sering menyembunyikan 
keterangan2nya, atau lembar2 keterangannya telah sobek bahkan hilang. 
Rekonstruksi kejadian tentu tak mudah dengan data yang tak lengkap.

Salam,
awang


Dalam sebuah buku yg saya pernah baca (lupa, kayaknya buku
stratigrafi), bahwa geologist bukan menyusun buku dari lembaran yg
hilang berserakan dan terpisah-pisah. Tetapi geologi (stratigrafi)
adalah membuat jaring-jaring dimana talinya sudah banyak yg putus.

Secara filosopis kayaknya bener juga, dengan jaring-jaring inilah kita
menangkap ikan. Kalau jaringnya renggang tentunya hanya ikan besar,
namun harus dengan tali yg kuat. Kalau jaringnya rapet ikannya kecil,
walo hanya perlu  tali yg tipis.

Nah kalau menangkap ikan harus benar milih jaringnya.

salam oot
(off of topic)

RDP

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] ---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke