Saya mungkin masih anggota IAGI, itupun karena didaftarkan oleh...., dan sampai 
saat ini belum pernah ikut iuran, sudah ngak terima kartu anggota baru lagi 
sejak th2000 an, mungkin IAGI ngak bikin baru atau salah alamat ?, ngak tahulah 
kalau dibayarin terus, tapi rasanya tidak mungkin lah..

Maaf, karena awan dengan kegiatan IAGI, tapi yang ketangkap dari info2 dan 
email di IAGI, sepertinya sama saja dengan assosiasi2 lainnya, hanya milik atau 
dinikmati oleh segelintir orang2 sukses, berduit, perusahaan, pejabat dll, dsb. 
Selain dari itu, yang lain mungkin hanya sekedar liwet. 

Sudah saat nya IAGI mikir dan kalau dapat saling membantu tentang masa depan 
geologist yang kurang mampu / tidak sukses, bukan jadi barrier, malah banyak 
geologist yang banting stir ke bidang lain, hanya sekedar menutupi kehidupan 
primer, karena mungkin dulu salah jurusan, tapi terpaksa tamat PT sebagai 
geologist dalam rangka menyenangkan hati ortu.

Bila perlu IAGI dan atau anggota2 dapat memberi jalan keluarnya bagi masyarakat 
geologi dimana saja berada. Kalau itu masuk agenda saluto buat IAGI. Saya 
sendiri di Riau malah hanya sekedar tahu akan ada PIT IAGI di PKU (ngak / belum 
aktif aja, kok protes..)

Begitu juga, mengapa kita lebih mudah dapat data dari  BULE, dari pada bangsa 
sendiri, mungkin jawabannya ada pada diri masing2. Seperti: ngak PD, takut 
bersaing, ABS, dll, dsb. Coba saja di Indonesia untuk bertanya gaji saja, 
katanya tidak ettis, padahal maksud bertanya untuk menawarkan gaji yang lebih 
tinggi.....

PIT IAGI akan lebih menggigit bila membahas hal2 sehari2 spt; bencana gempa, 
longsor dll dsb. Kalau perlu ganti topik dan lokasi agar lebih update dan akan 
dikenal masyarakat.. Jangan hanya perusahaan2, institusi aja, sekedar bikin 
buku warna-warni. Sementara yang diluar garis lingkaran ngapain aja ....

Sekedar pemikiran dan semoga berkenan walaupun dari sisi negatif.


Salam
Heri Ferius
1393



----- Original Message ----- 
From: "mohammad syaiful" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, June 28, 2006 5:20 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] PIT IAGI 2006 : Apakah perlu ditunda/dibatalkan ?


> mengapa pit iagi digambarkan sbg sosok yg mewah dan jauh di langit, lepas
> dari bumi alias masyarakat?
> apakah dg pit iagi, dapat diartikan kita tidak memedulikan gempa yogya dan
> bencana lainnya?
> apakah dg pit iagi, kita dikarikaturkan sbg sedang bermewah-mewah?
> 
> kalo perlu, pit iagi bisa dilaksanakan tanpa dasi; bisa dilakukan tanpa
> makan prasmanan (bisa nasi bungkus aja bung).
> 
> memang kita adalah gerombolan geologist, yg bebas berinterpretasi. namun
> menurut saya, tidaklah perlu interpretasi yg terlalu jauh.
> 
> inilah jawaban saya, spontan (cuma dipikir sebentar, he..he..), atas wacana
> mas budi prasetyo.
> 
> semoga berkenan.
> 
> salam,
> syaiful
> *anggota iagi
> 
> 
> On 6/28/06, Budi Satrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Kawans,
>> Apakah perlu PIT IAGI 2006 di Pekanbaru di tunda/batalkan ?
>> Setelah letusan Merapi, Gempa Jogja dan semburan lumpur liar di Jatim yang
>> telah membumikan geologi ke masyarakat dan memberikan dampak bencana ke
>> rakyat banyak, serta memberikan dataran tantangan pekerjaan rumah yang
>> luas
>> kepada para ahli geologi
>> Apakah kita akan membawa geologi ke awang-awang lagi dengan menyempitkan
>> diri presentasi berbagai makalah di hotel dengan baju bersih berdasi serta
>> makan siang prasmanan ?
>> Apakah perlu PIT IAGI 2006 di Pekanbaru ditunda/dibatalkan ?
>> Sekedar pemikiran dan semoga berkenan dengan tulisan ini.
>>
>> Budi Satrio
>>
>>
> 
> 
> -- 
> Mohammad Syaiful - Explorationist
> Mobile: 62-812-9372808
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> Head Office:
> Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
> Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
> Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> 

Kirim email ke