Pak Rovicky, Saya pikir memprediksi akan di mana episentrum gempa utama selanjutnya adalah sesuatu yang sangat sulit, kita harus memetakan area2 dengan batuan yang sedang mengalami stress tinggi dan siap retak (rupture). Bagaimana kalau area batuan itu lokasinya puluhan km di bawah permukaan, mungkin hanya teknologi tomografi yang bisa menjawabnya, itu pun perlu skala yang amat sangat detail. Saat ini kita hanya bisa memetakan wilayah2 seismic gap zone dengan menduganya bahwa itulah wilayah2 yang sedang membangun gaya dan kapan2 siap terjadi gempa yang dahsyat karena lama tak ada release stress dari wilayah2 ini. Kapan terjadi gempa dan di mana titik episentrum gempa yad di wilayah seismic gap itu kita tak bisa tahu.
Melokalisasi pusat2 gempa susulan setelah gempa utama rasanya bisa dijangkau saat ini pun kalau benar2 kita bisa memetakan area of increased stress dan area of decreased stress di sekitar area rupture gempa utama. Gempa utama akan menghasilkan dua area stress naik dan turun tersebut. Lokasi2 pusat gempa susulan kebanyakan akan di area of increased stress. Kelihatannya, keberadaan patahan yang direaktivasi gempa utama tak mesti menjadi area lokasi pusat2 gempa susulannya. Waktu gempa Aceh Desember 2004, umumnya gempa2 susulannya kelihatannya menyebar ke utara-baratlaut, waktu itu saya pikir ini karena mengikuti slip lempeng di wilayah ini. Tetapi melihat gempa2 lain dan aftershocks-nya ternyata tak selalu begitu. Gempa2 susulan yang Yogya pun hanya beberapa gempa susulan awal yang lokasinya seolah2 mengikuti trend Opak Fault, setelah itu kelihatannya tidak. Mungkin patahan akibat gempa utama itu harus kita petakan dulu, lalu evaluasi area2 increased dan decreased stressnya, sambil kita monitoring ke mana lokasi2 pusat gempa susulan itu bergeser. Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, July 31, 2006 1:38 PM To: [email protected]; HAGI-Net Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa utama - Gempa Susulan tengkui Pak Awang. Jadi gempa utama tenaganya disusun menumpuknya stress akibat pergerakan tektonik secara langsung. Strain-stressnya yg menumpuk ini mungkin terdistribusi pada satu segmen gempa yg belum diketahui akan dimana nanti "main shock"nya. Seperti yg digambarkan Pak Wahyu yg aku tuliskan di dongeng geologi itu ? correct me if I am wrong. Posisi episenter tentunya sulit dibayangkan dimana akan terjadi, sulit diprediksi. Gempa susulan merupakan hasil reorganisasi setelah pergerakan gempa utama, pola penyebarannya akan mengikuti pattern geologi (patahan) yg sudah ada sebelumnya. Apakah itu yg menyebabkan gempa susulan perlu diprediksi kemana "larinya" karena gempa susulan ini akan mengarah ke tempat-tempat lemah sesuai pola geologi (patahan) yg sudah ada. Kalau yg di Jogja kemarin itu pola susulannya mengikuti penyebaran Sesar Opak kah ? rdp --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

