tengkui Pak Awang.
Jadi gempa utama tenaganya disusun menumpuknya stress akibat
pergerakan tektonik secara langsung. Strain-stressnya yg menumpuk ini
mungkin terdistribusi pada satu segmen gempa yg belum diketahui akan
dimana nanti "main shock"nya. Seperti yg digambarkan Pak Wahyu yg aku
tuliskan di dongeng geologi itu ? correct me if I am wrong. Posisi
episenter tentunya sulit dibayangkan dimana akan terjadi, sulit
diprediksi.
Gempa susulan merupakan hasil reorganisasi setelah pergerakan gempa
utama, pola penyebarannya akan mengikuti pattern geologi (patahan) yg
sudah ada sebelumnya.
Apakah itu yg menyebabkan gempa susulan perlu diprediksi kemana
"larinya" karena gempa susulan ini akan mengarah ke tempat-tempat
lemah sesuai pola geologi (patahan) yg sudah ada. Kalau yg di Jogja
kemarin itu pola susulannya mengikuti penyebaran Sesar Opak kah ?
rdp
On 7/31/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya pikir, tak ada aturan bahwa gempa susulan (aftershocks) mesti
terjadi cepat (dalam hitungan jam) mengikuti gempa utamanya (main
shocks). Maka kalau gempa2 berikutnya lebih kecil daripada yang utamanya
(dianggap utamanya), dan titik2 episentrumnya terjadi di sekitar
episentrum utama, ya bisa dibilang bahwa gempa2 berikutnya itu adalah
gempa susulan (walaupun jeda waktunya 2.5 hari).
Kapan gempa susulan akan terjadi saya pikir sangat ditentukan oleh
mekanika batuan yang mengalami tekanan. Mekanisme/trigger gempa susulan
bisa sebagai akibat : (1) subsequent re-adjustment of rocks that have
been overstressed during the main rupture, atau (2) release of residual
stress in areas not ruptured in the main shock. Maka, akan sangat
ditentukan mekanika batuan. Kalau re-adjustment bisa dalam hitungan jam,
maka gempa susulan akan terjadi dalam hitungan jam setelah gempa utama.
Kalau area batuan yang belum mengalami ruptured di gempa utama, segera
retak juga oleh residual stress-nya, maka akan cepat juga terjadinya
gempa susulan. Jadi, sangat relatif soal waktu ini. Gempa susulan pun
bisa terjadi terus sampai hitungan hari, minggu, bulan, dan
bertahun-tahun.
Seperti kasus gempa yang berpusat di timur Pulau Panaitan 19 Juli lalu
(6.2 SR), ini kan gempa lumayan magnitudenya, lebih besar dari yang di
selatan Yoga 27 Mei (5.9 SR), tetapi kalau kita cek daftar gempa di BMG
atau NEIC-USGS, kok ga ada satu pun gempa susulan terjadi setelah gempa
di Selat Sunda itu sampai sekarang (sudah mau dua minggu), padahal yang
di Yogya walaupun magnitudenya lebih kecil kan gempa susulannya banyak.
Saya sementara berpendapat bahwa area of ruptured pada gempa Selat Sunda
itu sudah menyeluruh, sehingga tak ada residual stress yang perlu
mematahkan lagi batuan di wilayah itu, juga tak perlu re-adjutment lagi.
Mungkin ini pendapat yang salah.
Soal gempa susulan kapan terjadi, kelihatannya lebih sulit
memprediksinya dibandingkan dengan di mana atau ke arah mana pusat2
gempa susulan akan terjadi. Saat sebuah gemoa mengguncang areal Joshua
Tree di California tahun 1992 (magnitude 6.0), lokasi gempa utama
diplot. Kemudian, berdasarkan focal mechanism-nya bisa diketahui model
rupture dan arahnya. Dari model ini, melalui kajian struktur geologi
sederhana saja bisa ditentukan di sekeliling areal of rupture itu
mana-mana area dengan increased stress dan area dengan decreased stress.
Kalau di peta, area2 ini seperti sayap kupu2 yang mengembang dengan
badan kupu2 adalah jalur utama rupture-nya. Area2 dengan stress yang
berlawanan (increased vs decrease) terjadi di kuadran2 yang saling
berlawanan. Diprediksikan bahwa gempa2 susulan akan berkonsentrasi di
area dengan increased stress. Setelah episentrum2 gempa susulan diikuti
selama beberapa periode, benar saja, episentrum2 itu berkumpul di area
of increased stress dari rupture utama, dan hampir absent dari area of
decreased stress.
Pola prediksi konsentrasi gempa susulan seperti di Joshua Tree itu saya
pikir bisa kita buat di sini secara sederhana kalau kita tahu pola dan
trend rupture dari gempa utamanya, kita tinggal memasukkan analisis
struktur stress utama, intermediate, dan yang paling lemah (sigma1-3).
Salam,
awang
_____
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Sun, 30 Jul 2006 10:20:03 +0800
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected], HAGI-Net <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [iagi-net-l] Gempa utama - Gempa Susulan
Pak Wahyu, Irwan ataupun Danny dan rekan-rekan lain.
Aku punya pertanyaan sederhana. "Secara fisis" apa perbedaan gempa
utama dan gempa susulan. Mekanismenya, triggernya atau apakah yg
membedakannya. Misalnya gempa Nias yg baru saja terjadi jam 8:28 pagi
hari minggu 30 July ini, apakah merupakan susulan yg kemarin yang
tanggal 27, juli jam 6:16 sore ? Ataukah baru soalnya kok jedanya
cukup lama, 2.5 hari ?
RDP
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
_____
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=42297/*http:/advision.webevents.yahoo.com/ha
ndraisers>
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------