dari KORAN TEMPO
   
  Senin, 07 Agustus 2006
  Headline  Lumpur Porong Bisa Jadi Gunung  Tinggi pusat semburan sudah 10 
meter.
SURABAYA -- Kecil kemungkinan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, bisa 
disetop. Lumpur yang terus menyembur itu malah berpotensi menjadi gunung. 
"Belum pernah kasus serupa bisa dihentikan," kata Edy Sunardi, Ketua Departemen 
Pengembangan Ilmu Ikatan Ahli Geologi Indonesia, di Surabaya kemarin.

Saat ini, lumpur yang menyembur dari sumur milik Lapindo Brantas itu telah 
menggenangi lahan 168 hektare atau seluas lebih dari 220 lapangan sepak bola. 
Sedangkan tinggi genangan lumpur di pusat semburan sudah 10 meter. Di 
sekitarnya telah dibangun tanggul setinggi 7 meter.

Edy menjelaskan kasus terbentuknya gunung lumpur di Indonesia ini bukan yang 
pertama. Gunung Anyar di perbatasan Surabaya-Sidoarjo juga terbentuk akibat 
semburan lumpur. Di Kuwu, Purwodadi, dan di Sangiran, Jawa Tengah, semburan 
lumpur bahkan terus keluar hingga sekarang.

Fenomena itu, kata Edy, terjadi karena struktur lumpur Porong sama dengan 
Gunung Anyar. "Lumpur Gunung Anyar keluar karena proses alam. Di Porong, 
faktanya, lumpur tidak keluar dari sumur eksplorasi," katanya. 

Dia mengatakan kesamaan struktur lumpur juga diperkuat adanya kesamaan 
geologis. "Di bawah Porong hingga Gunung Anyar ada semacam tangki besar seperti 
gorong-gorong yang luasnya 200 kilometer persegi dengan ketebalan 4-5 
kilometer. Lumpur keluar dari tangki tersebut," ujar Edy. 

Meski semburan lumpur itu secara geologis sulit disetop, Manajer Eksplorasi PT 
Lapindo Brantas Inc. Bambang Istadi optimistis bisa mengatasi semburan yang 
bersumber di sumur Banjar Panji-1 di Desa Renokenongo itu. "Kami masih yakin 
ini bisa diatasi Oktober nanti," katanya. 

Hanya, kata dia, langkah ini bisa dilakukan jika pusat semburan berada di sumur 
Banjar Panji-1. Sebaliknya, Bambang pesimistis kalau titik semburan lumpur 
berada di luar Banjar Panji-1. Untuk memastikannya, Lapindo baru bisa 
mengetahuinya September mendatang. 

Mekky S. Jaya, ahli geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 
mengungkapkan titik semburan tidak berasal dari zona tua, yang dulunya sudah 
ada, tapi dari zona rekahan baru akibat tekanan. Dia berharap Lapindo 
memperhitungkan proses penghentian semburan lumpur agar tidak menimbulkan 
semburan baru. ROHMAN TAUFIK
                
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free. 

Kirim email ke