Dari uraian pak RPK, hal ini mestinya bisa di'masukkan' ke dalam skenario penanganan dari bencana ini, karena ternyata (mungkin) sesuatu yang tadinya berpeluang sangat mengancam, hingga perlu dibahas dan dipertentangkan oleh banyak pihak yang saya yakin sebagian besar dari beliau-beliau itu hanya melihat dari sisi 'bahayanya', sisi buruknya dst, tapi dengan pemikiran yang selalu mengedepankan ada hikmah di balik sesuatu yang terjadi maka hal ini malah jadi 'tantangan' yang sepertinya akan segera menjadi 'peluang'. Tentu jika benar-benar ditindak lanjuti dengan hitungan-hitungan teknis, ekonomis dan logis . . jika akhirnya Hg tsb bisa dimanfaatkan dan justru menguntungkan, wah huebatt itu!!. Mungkin PEMDA kabupaten setempat/propinsi bisa memberdayakan Perusda yang ada . . . dan bu Lily/ITS bisa sebagai konsultannya . . . cak Imam Utomo, pripun niki ??, sudah "dibantu" oleh alam "melalui" Lapindo untuk mengeluarkannya, sekarang tinggal . . . .
TJ --- "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sebetulnya kalau walaupun kadar Hg itu 2,565 mg/l > boleh jadi ekonomis untuk > di"tambang" karena tidak ada lagi biaya penggalian, > transport, penghancuran > (crushing), pelarutan dsb, tinggal diendapkan dan > di"saring" saja, bahkan > mungkin tidak perlu dipompakan, karena sudah ngalir > sendiri. Tinggal > menghitung harga Hg sekarang per kg nya berapa dan > bahan2 untuk terjadinya > pengendapan. Barangkali ada entrepreneur yang ingin > memproduksi Hg dengan > keuntungan? > RPK > ----- Original Message ----- > From: "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]>; "Himpunan Ahli Geofisika > Indonesia (HAGI)" > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, August 31, 2006 4:57 PM > Subject: RE: [iagi-net-l] Lusi > > > > > > Terimakasih Pak Koesoema. Analisa yang tajam. Kami > cenderung pilihan > > kedua, yang kecil. > > > > Kita lihat kalimat aslinya, Mas Moko Darjatmoko, > menulis : > > ".... analisa Lily Pudjiastuti (ITS) tentang > kandungan merkuri (Hg) > > yang didapati 2.565 mg/liter Hg (limit 0.002 > mg/liter) yang dikutip > > Koran Tempo....." > > > > Tulisan itu, cenderung kami artikan berat merkuri > (Hg) 2,565 mg/liter > > dari ambang batas 0,002 mg/liter (koma dalam bhs > Indonesia). Bahwa satu > > liter air beratnya mendekati 1 kg (tergantung > tekanan dan temperatur). > > Maka 1 liter Lusi yg 70 % air, ada sekitar 1 kg > juga (bisa 1 sampai 3 > > kg). > > > > Persentasi berat merkuri 2,565 mg/l, menjadi= > > = 2,565 mg/liter x 1 kg/1.000.000 mg x 1 > liter/1 kg x 100 % > > = 0,0002565 %. > > > > Lusi menghasilkan Hg 125 kg perhari. > > > > Nah, kalau pilihan pertama, yakni 2565 mg/liter, > 1000 kalinya tadi, maka > > presentasi Hg menjadi 0,2565 %, suatu yang sudah > masuk dalam arti mudah > > di tambang (0,2 % hingga 0,8 %). Kayalah kalau > begini. (Nulis koma dan > > titik, kok ya ada salahnya saya nulisnya tadi, > ikut-ikut sumber, dan > > campur). > > > > Apakah ada pendapat lain ? > > > > Lanjutan tadi: > > Untuk point: 5a. tanggul: > > Tinggi tanggul/cerobong bisa juga dengan model > bejana berhubungan, model > > air artesis, atau gunung tertinggi suport airnya, > mungkin Gunung Arjuno > > (~ 1.4 km amsl "above means sea level" ada mulai > airnya melimpah), > > barulah cerobong tak keluar air. Ini kalau saja > bukan overburden 1 km > > penyebabnya. Untuk gas, perlu cerobong 13.500 ft, > batas uap air > > tertinggi. > > > > Untuk point:6, > > PIPONE (PIpa POrong ke subduction zoNE) (dari kata > "pipone" Jawa berarti > > "pipanya" Indonesia), adalah jarak Porong, ketimur > lewat 3 kelompok > > gunung Bromo, Argopuro, Ijen), ya mestinya orde 3 > x 70 km. Lalu pipa ke > > selatan, menuju zubduction zone, jarak datar 140 > km. Nah jarak miring ke > > kedalaman 3000 m kedalaman laut ? ya nambah dikit > lah, jadi jarak miring > > 3010 m. Jadi total 210 + 3010 = 3220 m. Ya cuma > kira-kira 3 kali lipat > > panjang dari rencana "casing yang belum terpasang" > di sumur, 4000 ft. > > Dah, gag mikir apa-apa lagi. Tak begitu ? > > > > Untuk Mas Hery (komentar di bawah): > > Ha..ha..ha.. Mas Hery muncul. Iya Mas. Maunya 7 > aja, namun gag bisa. > > Mungkin kita cari anggka 7-nya sbb: > > > > Minamata itu, efek baru ada sekitar 3x7 th > (1932-1956, 24 th), yakni ada > > yang meninggal. Lalu 35 th, 5 x 7 th (1932-1968), > baru di setop > > mengalirkan limbahnya. Dan baru sekitar 6 x 7 th > (1932-1973, 41 th), > > perusahaan mau ganti rugi. Setelah 2x700 orang > meninggal (Wikipedia). > > > > Penyelidikan merkuri di tubuh manusia, contohnya > di rambut. Dari sekitar > > 5x700 sample (exactnya 3686 orang di AS), umumnya > laki-laki 2.55 > > mikrogram/gram zat (disebut ppm), perempuan 1.4 > ppm. Orang di daerah > > sekitar Minamata itu di Jepang sa'at itu 4 ppm, > yang di Minamata 191 > > ppm, dan yang kena penyakit amat berat dengan 701 > ppm (nah angka ~ 700 > > lagi kan, gampang ingatnya). > > > > Untuk orang dari 4 ppm merkuri menjadi 700 ppm, > perlu berapa lama ? > > 21 th itu ? Wah, sakitnya lama, matinya > pelan-pelan ya ? > > > > Salam, > > Maryanto. > > > > -----Original Message----- > > From: R.P. Koesoemadinata > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, August 31, 2006 2:05 PM > > To: [email protected] > > Subject: Re: [iagi-net-l] Lusi > > > > Kalau yang dimaksud 2,565 mg/liter itu adalah > 2.565 gr/liter (karena > > ambangnya adalah 0.002 mg/l, masalah pengertian . > dan , apakah . dalam > > bahasa Inggris yang sama dengan , dalam bahasa > Indonesia) katakan pada > > ibu Lily bahwa beliau telah menemukan sumberdaya > baru dalam > > lumpur: "bijih air raksa (Hg)" > > Kita dapat tambang air raksa dalam semburan > lumpur. > > Menurut buku Exploration and Mining Geology dari > Peters (1978): kadar > > bijih mercury adalah antara 0.2% sampai 8% Bahkan > bijih Hg ini > > memprosesnya tidak sulit, sudah keluar sendiri, > tidak perlu crusher dan > > sebagainya tinggal diolah atau disaring saja Tentu > lain kalau yang > > dimaksud adalah 2.565 mg/liter. > > RPK. > > > > -----Original Message----- > > From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Hery Harjono > > Sent: Thursday, August 31, 2006 11:23 AM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [HAGI-Network] Lusi > > > > Biasanya kelipatan 7. Ini kok 11 dik? > > Salam SALAM he he > > Hery > > > > ----- Original Message ----- > > From: "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Thursday, August 31, 2006 11:05 AM > > Subject: [HAGI-Network] Lusi > > > > > > Netters, > > > > Apa ada yang bisa bantu ya ? > > 1. Ada yang bisa confirmasi ke sumber ini ? > > "Bu Lily Teknik Kimia, ITS: sebut kadar merkuri > Lusi (Lumpur Sidoarjo) > > 2,565 mg/liter. Padahal ambang batas adalah 0.002 > mg/liter. > > > > 2. Bahan apa lagi yang di maksudkan sebagai > berbahaya ? > > Fenol, H2S, .... > > > > 3. Mau di buang kelaut dengan treatment seperti > tailing? > > Termokline terdekat, mungkin adalah dekat > subduction zone di selatan > > Selat Bali. Jaraknya adalah dari Porong ke > ujungtimur Jatim (~ 210 km), > > lalu keselatan 140 km ( dengan total 3x70 km). > > > > 4. Ada yang tahu 7 lokasi semburannya ? > > Mungkin adalah sebagai patahan di permukaan. > Lokasi-lokasinya, === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

