Mang Okim pernah diberi kesempatan melihat koleksi artefak di Museum Geologi 
termasuk yang dari Kali Baksoko / von Konigswald. Sebagian besar koleksi 
tersebut masih tersimpan rapih di laci2 tertutup dalam ruang penyimpanan 
koleksi , tidak dipamerkan. Masalahnya tentu tempat.


Kalimat Mak Okim diatas sebenernya sudah sering terdengar di kalangan
"musium-ist" ... wah ini isitilah ngawunya librarians. Bagi mereka yg
berkecimpung atau konsen dengan barang2 yg perlu dilestarikan tentunya
"tempat", space atau ruang sering menjadi kendala untuk menyimpan.
Termasuk kita juga, bagaimana sulitnya menyimpan barang2 kenangan
semasa SMA dulu, foto, buku2 kecil, catatan, bahkan mungkin surat
cinta pertama yg ditulis di kertas merah jambu ... wupst.

Perlukah menyimpan barang2 kunoi begini?  ya tentu saja buat kita
perlu. Sebenarnya bukan hanya kita yang konsen dengan milik kita saja.
Barang langka merupakan hasil budaya. Budaya pun bisa dicuri. Sebagai
contoj kongkrit Malaysia sedang mengumpulan hasil kebudayaan bangsa
melayu bahkan Jawa untuk di klaim sebagai budaya Malaysia. Batik sudah
beberapa dipatenkan di Malaysia,

Sayangnya menyimpan barang lama-lama akan menumpuk. Ruang almaripun
tak cukup. Sehingga kita memerlukan ruang khusus menyimpan "koleksi"
kita. Salah satu ruang koleksi yaitu gedung musium tetapi gedung ini
terbatas. Nah ruang yang masih luas hanyalah ruang maya ... "virtual
space".

Mungkin saatnya kita menympan "barang-barang" artefak2 seperti ini
dalam ruang maya. Semua parameter fisis diukur, geometri juga diukur,
didiskripsikan dan disimpan dalam ruang maya utk disebar luasakan.

rdp

---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke