Mas Bambang,

Sekedar menambahkan keterangan pakde Puji, ada beberapa pilihan lain untuk 
penentuan saturation height, yg paling umum Leverett J seperti yg disebut Puji, 
di kumpeni yg lama ada juga yg pake Skelt-Harrison Function, dimana 
kedua-duanya sama-sama SCAL-based function. 

Ini ada paper yg membahas berbagai metoda saturation height function dan 
efeknya terhadap perhitungan STOOIP:

http://www.ux.uis.no/~s-skj/Svalex2004/prelim/00071326.pdf

Satu yg jelas seperti kata mas Puji di bawah, metode Swe irreducible akan lebih 
optimis karena tidak memasukkan transitional Sw di dalam transition zone..

Salam,
Herry



----- Original Message ----
From: Pujiyono Yolanda <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, 15 April, 2007 6:29:37 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Volumetric - HIIP


Mas Bambang yang ngganteng,
 
Apa khabar mas?
 
<quote>
- Model porosity (ini masih diperdebatkan, mau PHIT atau PHIE)
<unquote>
 
Kalau keperluannya untuk perhitungan Volume, PHIT atau PHIE bisa saja digunakan 
asalkan penggunaanya tepat. PHIT harus berpasangan dengan SWT sementara PHIE 
tentu harus berpasangan dengan SWE. Coba saya ngitung PORE VOLUME di well.... 
pasti hasilnya akan sama untuk keduanya (kalau nggak sama tanyaain 
petrophysisnya.... kok iso yo?) 
 
tetapi hati2 kalau modelnya akan digunakan untuk simulasi... karena kalau pake 
PHIT, POREVOLUME nya akan gadang bana (besar banget). Ini tentu akan merepotkan 
si RE karena simulator akan berangkat dari POREVOLUME. Walaupun nanti SWT-nya 
100 % (walaupun sebenarnya Irreducable)... tetap saja merepotkan. Sementara 
PC-SW table yang digunakan tentu berdasarkan SCAL yang notabene SWE. Belum lagi 
kalau Permeability transformnya diderive dari Porosity (porosity selalu dipake 
dalam transform permeability baik sendiirian maupun dikawani VCLAY dkk.) 
 
Jadi mendingan pake PHIE dan SWE saja mas biar nggak repot...
 
<quote>
1. Model saturasi air berdasarkan model saturation height function, ini 
biasanya disederhanakan dg pendekatan capillary pressure
2. Model saturasi air berdasarkan model Swe Irreducible (populasi lateral model 
ini sebagian besar dipengaruhi oleh model fasies, jadi, petrophysicistnya juga 
musti hati2). 
Nah, beberapa kali mencoba, koq kelihatannya dg metode Swe Irreducible ini koq 
hasilnya lebih optimis ya? Bisa sekitar 10 -15%.
<unquote>
 
Untuk model saturation, biasanya memang RE pake Pc-Sw table yang didapatkan 
dari SCAL. Pc-Sw table ini tentu akan beda2 untuk Rock Type yang beda2 
(biasanya dibagi sekitar 5an Rock Type). Alternatif lain bisa pake Laverett J 
Function (fungsi dari Pc ( di Model bisa dihitung dengan "Height above FWL" 
time "Different gradien antara wetting dan non wetting"), Interfacial Tension, 
Permeability dan Porosity). Idenya adalah untuk menyederhanakan Pc-Sw curve 
yang banyak itu (masing2 rock type punya satu),menjadi satu curve saja.  Ini 
saya yang paling suka. 
Kelebihan techniq ini tentu selain mempertimbangkan adanya zona transisi antara 
HC dan Water , harga SW akan jive dengan Permeability dan Porositinya.
 
Untuk yang techniqnya yang kedua (stochastic based)... maaf saya kurang 
setuju... karena harga saturasinya sama sekali tidak melihat efek dari Pc dan 
tentu tidak akan jive 100% dengan Porosity dan Permeability walaupun di CoKrig. 
Most likely dia akan optimis... karena saturasi di semua tempat (vertically) 
akan sama untuk facies yang sama walaupun dekat dengan Contact ataupun FWL 
sekalipun karena tidak melihat effect dari Pc. 
 
Jadi pake Laverett J Function saja mas....
 
Salam
Pujiyono



 
On 4/14/07, Bambang Satya Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Rekans,
Kalau kita mau meng-estimasi berapa sih Hydrocarbon Initially In Place (HIIP) 
di suatu struktur, misalnya dengan cara pemetaan konvensional, kita akan 
memerlukan komponen2: 
- Gross Rock Volume
- Model Net to Gross
- Model porosity (ini masih diperdebatkan, mau PHIT atau PHIE)
- Model saturasi air dan resiprokal-nya saturasi HC.

OK, point yang mau dishare adalah pembuatan model saturasi air, karena disini 
ada dua mahzab yang keduanya memiliki argimen tersendiri: 
1. Model saturasi air berdasarkan model saturation height function, ini 
biasanya disederhanakan dg pendekatan capillary pressure
2. Model saturasi air berdasarkan model Swe Irreducible (populasi lateral model 
ini sebagian besar dipengaruhi oleh model fasies, jadi, petrophysicistnya juga 
musti hati2). 
Nah, beberapa kali mencoba, koq kelihatannya dg metode Swe Irreducible ini koq 
hasilnya lebih optimis ya? Bisa sekitar 10 -15%.

Barangkali rekan-rekan ada yang pernah mencobanya?

Bambang






Create and Share your own Video Clip Playlist in minutes at Lycos MIX 
(http://mix.lycos.com ) 
---------------------------------------------------------------------------- 
Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL 
PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 
29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 
November 2007 
---------------------------------------------------------------------------- To 
unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, 
send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: 
http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. 
Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi 
Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: 
Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: 
http://groups.yahoo.com/group/iagi 
---------------------------------------------------------------------


      ___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/ 

Kirim email ke