Pak Puji,

 

Kebetulan saya sedang punya kasus yang sama neh.......dan penjelasan
bapak dibawah sedikit memberi pencerahan.

Kapankah atau pada kondisi bagaimana (jenis lithology dan jumlah sumur),
selain sumur yang belum berproduksi, kita bisa menggunakan J function
dalam mencari SW? Kalo jumlah well-nya sedikit bagaimana, dan juga
bagaimana meng-QC-nya?

terima kasih.

 

Best Regards,

Arya Disiyona

Sr. Geologist

EMP-Kangean

Ph. Off: +62-21 25504892

Mobile: +62818475766

Fax: +62-21 25504884

 

________________________________

From: Pujiyono Yolanda [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, April 19, 2007 5:10 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Volumetric - HIIP

 

Mas Bambang,

 

Aku lagi bangun kepagian neh.... gak bisa tidur lagi... -:(

jadi njawab lagi neh....

Kalau emang gak punya SCAL, bisa juga pake Laveret J. Karena wellnya
sudah berjibun, tentu dari well lama udah ada informasi FWL. Atau RFT
pasti dari well lama ada, jadi FWL bisa interpretasi.

nah kalau RFT ada, maka parameter untuk ngitung J di well sudah bisa
dilakukan. Kan mas udah punya PERM, POR. Yang laen bisa pake konstan.

 

Jadi J bisa dihitung dengan J=(0.2166*height(delta gradien wetting dan
non wetting)/IFT)*squaroot(PERM/POR)

Height= Tinggi dari FWL dalam feet

delta gradien wetting dan non wetting = beda gradien antara oil and
water atau gas and water dalam psi/ft

IFT= pake aja konstan, oil=30 ; gas=50 dalam dyne/cm

PERM dalam mD

POR dalam Fracion

 

Next:

Jangan lupa J dihitung pada sumur yang masih virgin/belum pernah
keproduksi. Tentu mas bambang juga punya SW nya dong.

 

maka J vs SW bisa di crosplot. Tapi jangan lupa harus dicoba Zone by
Zone. Nanti mas akan melihat plot yang persis seperyi huruf J terbalik.
Maka Power Equation bisa dibuat di crosplot tadi.

Jadi Relationship J dengan SW bisa diketahui dari Power Equation
tersebut.

 

Di 3D static Model kan mas Udah punya POR dan PERM serta punya FWL
(height bisa dihitung), maka J juga bisa dihitung dengan persamaan di
atas.

Kalau J di 3D Static Model udah dihitung, maka SW di 3D Static Model
bisa dihitung dengan menggunakan Power Equation tadi.

Jadi.... SW bisa dihitung deh.....

 

kalau 3D Static Modelnya yahud, maka untuk menjawab berapa Sw di daerah
yang belum di drill.... serahin aja sama RE. dari simulasi (tentu
history machingnya harus bagus dulu yah...) akan ketahuan remaining Sw
nya khan.... 

Tapi kalau asumsi/interpretasinya masih belum ke swab, SW dari J funtion
tadi bisa di pake untuk prediksi.

 

jadi kita bisa makan siang bersama.... he...he... tapi aku neng KL.

 

 

salam

Pujiyono

 

On 4/17/07, Bambang Satya Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 


Mas Puji & mas Herry,

Setuju, secara geologis, rasanya saya juga lebih "convenient"
mempergunakan HAFWL, karena komponen-komponen yang disebutkan mas Puji
dibawah. Metode yang saya pergunakan adalah deterministic, jadi, ya,
memang dipengaruhi oleh model. 

Kembali mengenai Swe Irr tersebut, menurut yang empunya gawe, metode ini
dipergunakan karena locus-nya di mature field, maka untuk meng-capture
data-data dari sumur yang lebih baru (di area depletion), maka metode
ini lebih bisa mewakili. Sayangnya di lapangan yang ini tidak punya
SCAL, jadi ndak bisa dikalibrasi. Juga, persis seperti sinyalemen mas
Puji, permeability nya merupakan transform. 

Lha kalau pakai Swe Irr (Coates-Hire transform), digathuk-gathukke karo
model facies-nya tetep ndak gathuk je..akhirnya, ya, di grid saja.

 

Barangkali ada juga yang sudah pernah "otak-atik" antara Swe Irr di
sumur-sumur yang di virgin zone dibanding dengan sumur-sumur yang di
depletion zone? Kendala yang saya miliki adalah sumur-sumur kelompok
pertama (virgin zone) di drill tahun 70an awal, jamannya masih pakai
teknologi "ja-dul", vertical resolutionnya masih ehm...ehmm, dan
sumur-sumur kelompok kedua, pakai yang Hi-Res, jadi, ya sulit untuk
membicarakan apple to apple. 

 

Barangkalai temen-temen petrophysicist punya pengalaman disini? Om Nyoto
?  Om Gumilar? Bli Gde? Kang Shofi?

 

Helppp.... :)

Bambang



        ---------[ Received Mail Content ]----------

        Subject : Re: [iagi-net-l] Volumetric - HIIP

        Date : Sun, 15 Apr 2007 17:58:05 -0700 (PDT)

        From : Herry Maulana <[EMAIL PROTECTED]>

        To : [email protected]

         

        Mas Bambang,

         

        
        Sekedar menambahkan keterangan pakde Puji, ada beberapa pilihan
lain untuk penentuan saturation height, yg paling umum Leverett J
seperti yg disebut Puji, di kumpeni yg lama ada juga yg pake
Skelt-Harrison Function, dimana kedua-duanya sama-sama SCAL-based
function. 

         

        
        Ini ada paper yg membahas berbagai metoda saturation height
function dan efeknya terhadap perhitungan STOOIP:

         

        
        http://www.ux.uis.no/~s-skj/Svalex2004/prelim/00071326.pdf

         

        
        Satu yg jelas seperti kata mas Puji di bawah, metode Swe
irreducible akan lebih optimis karena tidak memasukkan transitional Sw
di dalam transition zone..

         

        
        Salam,

        
        Herry

         

         

         

        
        ----- Original Message ----

        
        From: Pujiyono Yolanda 

        
        To: [email protected]

        
        Sent: Sunday, 15 April, 2007 6:29:37 AM

        
        Subject: Re: [iagi-net-l] Volumetric - HIIP

         

         

        
        Mas Bambang yang ngganteng,

         

        
        Apa khabar mas?

         

         

        
        - Model porosity (ini masih diperdebatkan, mau PHIT atau PHIE)

         

         

        
        Kalau keperluannya untuk perhitungan Volume, PHIT atau PHIE bisa
saja digunakan asalkan penggunaanya tepat. PHIT harus berpasangan dengan
SWT sementara PHIE tentu harus berpasangan dengan SWE. Coba saya ngitung
PORE VOLUME di well.... pasti hasilnya akan sama untuk keduanya (kalau
nggak sama tanyaain petrophysisnya.... kok iso yo?) 

         

        
        tetapi hati2 kalau modelnya akan digunakan untuk simulasi...
karena kalau pake PHIT, POREVOLUME nya akan gadang bana (besar banget).
Ini tentu akan merepotkan si RE karena simulator akan berangkat dari
POREVOLUME. Walaupun nanti SWT-nya 100 % (walaupun sebenarnya
Irreducable)... tetap saja merepotkan. Sementara PC-SW table yang
digunakan tentu berdasarkan SCAL yang notabene SWE. Belum lagi kalau
Permeability transformnya diderive dari Porosity (porosity selalu dipake
dalam transform permeability baik sendiirian maupun dikawani VCLAY dkk.)


         

        
        Jadi mendingan pake PHIE dan SWE saja mas biar nggak repot...

         

         

        
        1. Model saturasi air berdasarkan model saturation height
function, ini biasanya disederhanakan dg pendekatan capillary pressure

        
        2. Model saturasi air berdasarkan model Swe Irreducible
(populasi lateral model ini sebagian besar dipengaruhi oleh model
fasies, jadi, petrophysicistnya juga musti hati2). 

        
        Nah, beberapa kali mencoba, koq kelihatannya dg metode Swe
Irreducible ini koq hasilnya lebih optimis ya? Bisa sekitar 10 -15%.

         

         

        
        Untuk model saturation, biasanya memang RE pake Pc-Sw table yang
didapatkan dari SCAL. Pc-Sw table ini tentu akan beda2 untuk Rock Type
yang beda2 (biasanya dibagi sekitar 5an Rock Type). Alternatif lain bisa
pake Laverett J Function (fungsi dari Pc ( di Model bisa dihitung dengan
"Height above FWL" time "Different gradien antara wetting dan non
wetting"), Interfacial Tension, Permeability dan Porosity). Idenya
adalah untuk menyederhanakan Pc-Sw curve yang banyak itu (masing2 rock
type punya satu),menjadi satu curve saja. Ini saya yang paling suka. 

        
        Kelebihan techniq ini tentu selain mempertimbangkan adanya zona
transisi antara HC dan Water , harga SW akan jive dengan Permeability
dan Porositinya.

         

        
        Untuk yang techniqnya yang kedua (stochastic based)... maaf saya
kurang setuju... karena harga saturasinya sama sekali tidak melihat efek
dari Pc dan tentu tidak akan jive 100% dengan Porosity dan Permeability
walaupun di CoKrig. 

        
        Most likely dia akan optimis... karena saturasi di semua tempat
(vertically) akan sama untuk facies yang sama walaupun dekat dengan
Contact ataupun FWL sekalipun karena tidak melihat effect dari Pc. 

         

        
        Jadi pake Laverett J Function saja mas....

         

        
        Salam

        
        Pujiyono

         

         

         

         

        
        On 4/14/07, Bambang Satya Murti wrote: 

        
        Rekans,

        
        Kalau kita mau meng-estimasi berapa sih Hydrocarbon Initially In
Place (HIIP) di suatu struktur, misalnya dengan cara pemetaan
konvensional, kita akan memerlukan komponen2: 

        
        - Gross Rock Volume

        
        - Model Net to Gross

        
        - Model porosity (ini masih diperdebatkan, mau PHIT atau PHIE)

        
        - Model saturasi air dan resiprokal-nya saturasi HC.

         

        
        OK, point yang mau dishare adalah pembuatan model saturasi air,
karena disini ada dua mahzab yang keduanya memiliki argimen tersendiri: 

        
        1. Model saturasi air berdasarkan model saturation height
function, ini biasanya disederhanakan dg pendekatan capillary pressure

        
        2. Model saturasi air berdasarkan model Swe Irreducible
(populasi lateral model ini sebagian besar dipengaruhi oleh model
fasies, jadi, petrophysicistnya juga musti hati2). 

        
        Nah, beberapa kali mencoba, koq kelihatannya dg metode Swe
Irreducible ini koq hasilnya lebih optimis ya? Bisa sekitar 10 -15%.

         

        
        Barangkali rekan-rekan ada yang pernah mencobanya?

         

        
        Bambang

         

         

         

         

         

         

        
        Create and Share your own Video Clip Playlist in minutes at
Lycos MIX (http://mix.lycos.com <http://mix.lycos.com/>  ) 

        
        
------------------------------------------------------------------------
---- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the
36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali
Convention Center, 13-16 November 2007
------------------------------------------------------------------------
---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/>  Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123
0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP.
Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

         

         

        
        ___________________________________________________________

        
        Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the
answer. Try it

        
        now.

        
        http://uk.answers.yahoo.com/ 

 

________________________________


Create and Share your own Video Clip Playlist in minutes at Lycos MIX
(http://mix.lycos.com <http://mix.lycos.com/?if_Event=MAILmixtagline> ) 

------------------------------------------------------------------------
---- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the
36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali
Convention Center, 13-16 November 2007
------------------------------------------------------------------------
---- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/>  Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123
0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP.
Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
<http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>  Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
--------------------------------------------------------------------- 

 

Kirim email ke