Anak-cucu eyang banyak yang terkagum-kagum oleh tindakan Venezuela dalam 
menasionalisasi prusahaan minyak internasional. Seingat eyang tindakan seperti 
itu sudah dilakukan oleh Indonesia hampir 50 tahun yang lalu. Bahwa sesudah 
nasionalisasi lalu amburadul ya namanya kurang pengalaman. Dan bahwa keadaan 
sekarang begini, ya itu soal lain. Maaf yankung cuma mengenang masa lalu saja 
kok...
   
  Yangkung

OK Taufik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Venezuela Nasionalisasi Ladang Minyak Onorico 



JOSE -- Gerakan nasionalisasi yang digaungkan Venezuela akhirnya mulai 
membuahkan hasil. Selasa (1/5) waktu setempat, pemerintah Hugo Chavez akhirnya 
resmi menguasai ladang minyak Oniroco sebuah ladang minyak yang memiliki 
cadangan terbesar di dunia.
"Ini adalah nasionalisasi sejati dari sumber alam yang kita miliki,'' teriak 
Chavez dalam orasinya saat merayakan kemenangan nasionalisasi industri minyak 
terbesar kelima yang telah ditiupkan sejak Februari lalu. Sebagai simbol 
kemenangan, ribuan pekerja Venezuela menyerbu ladang-ladang minyak yang 
dioperasikan pihak asing di negara itu.
Chavez pun terus membakar semangat nasionalisme rakyatnya. " Hari ini adalah 
berakhirnya era di mana kekayaan alam kita tidak lagi dikuasai siapapun tapi 
oleh rakyat Venezuela," ujar Chavez. Menurut dia, nasionalisasi minyak 
Venezuela kini telah menjadi kenyataan."
Perusahaan minyak nasional Venezuela, Petroleos de Venezuela (PDVSA) kini 
menguasai 60 persen saham di ladang minyak Orinoco yang memiliki areal panjang 
600 km dan lebar 70 km, membentang di sepanjang Sungai Orinoco di Venezuela 
timur. Ladang minyak itu akan memproduksi minyak sebanyak 600 ribu barel per 
hari.
Produksi minyak ladang itu setara dengan satu per lima total produksi minyak 
harian Venezuela. Nilainya mencapai 25 miliar dolar AS. Cadangan minyak yang 
terkandung di ladang itu mencapai 370 miliar barel.
Untuk merayakan kemenangan nasionalisasi itu, militer Venezuela dikirim ke 
ladang-ladang minyak di Orinoco Basin. Sedangkan, para pekerja tampak 
mengenakan kaos oblong bertuliskan ''Ya untuk Nasionalisasi" kemudian datang 
berbondong-bondong ke ladang-ladang minyak itu, Selasa (1/5) tengah malam.
Perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di daerah itu terpaksa menyerahkan 
kekuasaan atas ladang-ladang minyak itu kepada PDVSA milik negara. Mereka hanya 
memiliki saham minoritas dalam bentuk joint venture. Sekitar 20 perusahaan 
asing menyetujui tawaran usaha bersama pemerintah, serta tidak satupun memiliki 
saham mayoritas. Lebih dari separuh ekspor minyak Venezuela mengalir kepada 
musuh politik Chavez, AS.
Ketika memulai masa jabatan keduanya tahun ini, Chavez segera berusaha 
menasionalisasi industri-industri minyak, gas dan telekomuniasi negara itu. Ia 
mendapat hak yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan dekrit, membangun satu 
mandat pemilihan yang kuat untuk melaksanakan Sosialisme Abad ke-21 gayanya 
sendiri.
Rencana nasionalisasi minyak Venezuela beriringan dengan kebijakan yang 
diputuskan Bolivia tahun lalu. Bolivia bertekad untuk lebih memperketat 
penguasaan atas sumber-sumber gas alamnya. Pada 1 Mei tahun lalu, Presiden 
Bolivia Evo Morales-- sekutu dekat dan sahabat Chavez--membuat satu tindakan 
yang mengejutkan, dengan mengumumkan nasionalisasi cadangan gas alam negara itu 
di Andean, terbesar kedua di Amerika Selatan setelah Venezuela.
Pemerintah Bolivia merundingkan kembali kontrak-kontrak yang telah dibuat 
dengan perusahaan-perusahaan asing. Sekutu Chavez lainnya, Presiden Ekuador 
Rafael Correa, memperingatkan rencana-rencana negara kaya minyaknya akan 
meninjau ulang semua kontrak untuk semua eksplorasi di wilayahnya dan mungkin 
membatalkan beberapa perjanjian. afp/ap/ant/hri    


---------------------------------------------------------------------------- 
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition, 
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





-- 
OK TAUFIK


 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke