> Awang 

   Saya sependapat bahwa  sebagai
negara yang berdaulat tetapi berbudaya kita harus menghormati kontrak
(kesepakatan dua belah fihak). Tetapi yang jelas KKS`itupun selalu mencari
celah celah yang dapat dimanfaatkan agar "cost recovery"-nya
dapat sebesar mungkin. Hal yang telah menjadi "kehawatiran"
banyak fihak , sehingga ada yang menyimpulkan bahwa sistim PSC TIDAK tepat
lagi.
Tujuannya jelas agar uang yang sudah dikeluarkan oleh mereka
(walau bukan langsung berhubungan dengan operasi KKS bersangkutan) dapat
dikembalikan lagi.
Ini kan rahasia lagi dari sejak "jaman Nabi
Adam", nah memang BP Migas lah yang menjadi penjaga , agar hal ini
diminimalisir.

Saya juga berpendapat bahwa "berani"
harus disertai "modal" yang mumpuni.

Nasionalisasi
BUKAN cara yang tepat pada era sekarang.

Si-Abah.

_______________________________________________________________________

   Saya pikir, kita harus menghormati semua kontrak (PSC
dll) berjalan yang
> sudah ditandatangani kedua belah pihak. Bila
tiba-tiba kontrak berjalan
> ditinjau lagi bahkan diputuskan
secara sepihak, tentu ini akan menyalahi
> hukum bisnis.
Nasionalisasi di Indonesia seperti yang ditulis Yangkung
> terjadi
sebelum era PSC yang digulirkan tahun 1966.
> 
>
Nasionalisasi bisa saja dilakukan, tetapi bukan untuk kontrak-kontrak
> sedang berjalan, tetapi pada saat kontrak mau diperpanjang. Tak
ada
> ketentuan yang mengharuskan Negara memperpanjang kontrak
dengan para
> Kontraktor. Saya pernah terlibat di dalam
proses-proses perpanjangan
> kontrak dari beberapa Kontraktor/
blok produksi di Indonesia, dan bila
> ada indikasi bahwa
kontraknya tak akan diperpanjang, maka urusannya
> langsung G to G
(Presiden negara anu bertemu dengan Presiden RI). Nah,
> kalau
kita merasa diri berdaulat, berani, dan mampu, memutus kontrak
>
mestinya bukan hal sulit dan melakukan nasionalisasi. Tetapi, tetap
> sehabis kontrak itu selesai.
> 
> Hanya pengalaman
menunjukkan, kita selalu memperpanjang kontrak
> blok-blok
produksi bukan, selain Blok CPP ex Caltex yang sekarang
>
dioperasikan BOB Pertamina dan BSP.
> 
> Mengelola kawasan
Orinoco pun gak gampang. Walaupun Pemerintah Venezuela
>
menyebutnya extra-heavy oil, kita tahu bahwa itu sebenarnya deposit tar
> sands-bitumen seperti yang di Athabasca, Alaska (jadi ditambang
dengan
> cara strip mined), hanya yang di Venezuela tak seberat
yang di Athabasca
> karena yang di Orinoco tak separah athabasca
biodegradasinya. Lagipula,
> yang Orinoco lebih gampang diekstrak
dibandingkan yang di Athabasca
> karena Venezuela ada di wilayah
tropis sementara Athabasca dikelilingi
> padang es. Yah, semoga
yang dilakukan Chavez dan Moralez tak akan
> menurunkan produksi
lapangan extra-heavy oil terbesar di dunia ini.
> 
>
Mestinya kita memang berdaulat di negeri sendiri, tetapi kalau sudah
> terlanjur mengundang investor, ya harus menghormati perjanjian
kontrak
> dong.
> 
> Salam,
> awang
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
>
From: Agus Hendratno [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
Sent: Friday, May 11, 2007 9:25 C++
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Venezuela Nasionalisasi Ladang Minyak
Onorico
> 
> Yangkung..dkk,
> seyogyanya Pertamina
dan BPMIGAS saat ini harus berani begitu, karena
> komitment yang
ada di BPMIGAS dan Pertamina sudah OK, namun semua ini
> harus ada
dukungan politik yang KUAT. Posisi tawar kita sangat tinggi
>
masalah migas, tapi dukung politik ini yang masih setengah-setengah.
> Semoga IPA yang akan berlangsung minggu depan dapat mengambil
moment ini
> dengan baik untuk merapatkan barisan makmum dalam
kegiatan bisnis migas
> yang sungguh-sungguh membumi untuk bumi
Indonesia. Sekalipun yang
> bermain asing, namun yang dapat
memperoleh "manfaat secara
> sungguh-sungguh" mestinya
juga masyarakat indonesia. walaah dalah..
> 
> agus
> 
> basuki puspoputro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Anak-cucu eyang banyak yang terkagum-kagum oleh tindakan Venezuela
dalam
> menasionalisasi prusahaan minyak internasional. Seingat
eyang tindakan
> seperti itu sudah dilakukan oleh Indonesia hampir
50 tahun yang lalu.
> Bahwa sesudah nasionalisasi lalu amburadul
ya namanya kurang pengalaman.
> Dan bahwa keadaan sekarang begini,
ya itu soal lain. Maaf yankung cuma
> mengenang masa lalu saja
kok...
> 
> Yangkung
> 
> OK Taufik
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Venezuela Nasionalisasi
Ladang Minyak Onorico
> 
> 
> 
> JOSE --
Gerakan nasionalisasi yang digaungkan Venezuela akhirnya mulai
>
membuahkan hasil. Selasa (1/5) waktu setempat, pemerintah Hugo Chavez
> akhirnya resmi menguasai ladang minyak Oniroco sebuah ladang minyak
yang
> memiliki cadangan terbesar di dunia.
> "Ini
adalah nasionalisasi sejati dari sumber alam yang kita miliki,''
>
teriak Chavez dalam orasinya saat merayakan kemenangan nasionalisasi
> industri minyak terbesar kelima yang telah ditiupkan sejak
Februari
> lalu. Sebagai simbol kemenangan, ribuan pekerja
Venezuela menyerbu
> ladang-ladang minyak yang dioperasikan pihak
asing di negara itu.
> Chavez pun terus membakar semangat
nasionalisme rakyatnya. " Hari ini
> adalah berakhirnya era
di mana kekayaan alam kita tidak lagi dikuasai
> siapapun tapi
oleh rakyat Venezuela," ujar Chavez. Menurut dia,
>
nasionalisasi minyak Venezuela kini telah menjadi kenyataan."
> Perusahaan minyak nasional Venezuela, Petroleos de Venezuela
(PDVSA)
> kini menguasai 60 persen saham di ladang minyak Orinoco
yang memiliki
> areal panjang 600 km dan lebar 70 km, membentang
di sepanjang Sungai
> Orinoco di Venezuela timur. Ladang minyak
itu akan memproduksi minyak
> sebanyak 600 ribu barel per hari.
> Produksi minyak ladang itu setara dengan satu per lima total
produksi
> minyak harian Venezuela. Nilainya mencapai 25 miliar
dolar AS. Cadangan
> minyak yang terkandung di ladang itu mencapai
370 miliar barel.
> Untuk merayakan kemenangan nasionalisasi itu,
militer Venezuela dikirim
> ke ladang-ladang minyak di Orinoco
Basin. Sedangkan, para pekerja tampak
> mengenakan kaos oblong
bertuliskan ''Ya untuk Nasionalisasi" kemudian
> datang
berbondong-bondong ke ladang-ladang minyak itu, Selasa (1/5)
>
tengah malam.
> Perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di
daerah itu terpaksa
> menyerahkan kekuasaan atas ladang-ladang
minyak itu kepada PDVSA milik
> negara. Mereka hanya memiliki
saham minoritas dalam bentuk joint
> venture. Sekitar 20
perusahaan asing menyetujui tawaran usaha bersama
> pemerintah,
serta tidak satupun memiliki saham mayoritas. Lebih dari
> separuh
ekspor minyak Venezuela mengalir kepada musuh politik Chavez,
>
AS.
> Ketika memulai masa jabatan keduanya tahun ini, Chavez
segera berusaha
> menasionalisasi industri-industri minyak, gas
dan telekomuniasi negara
> itu. Ia mendapat hak yang belum pernah
terjadi sebelumnya dengan dekrit,
> membangun satu mandat
pemilihan yang kuat untuk melaksanakan Sosialisme
> Abad ke-21
gayanya sendiri.
> Rencana nasionalisasi minyak Venezuela
beriringan dengan kebijakan yang
> diputuskan Bolivia tahun lalu.
Bolivia bertekad untuk lebih memperketat
> penguasaan atas
sumber-sumber gas alamnya. Pada 1 Mei tahun lalu,
> Presiden
Bolivia Evo Morales-- sekutu dekat dan sahabat Chavez--membuat
>
satu tindakan yang mengejutkan, dengan mengumumkan nasionalisasi
>
cadangan gas alam negara itu di Andean, terbesar kedua di Amerika
> Selatan setelah Venezuela.
> Pemerintah Bolivia
merundingkan kembali kontrak-kontrak yang telah
> dibuat dengan
perusahaan-perusahaan asing. Sekutu Chavez lainnya,
> Presiden
Ekuador Rafael Correa, memperingatkan rencana-rencana negara
>
kaya minyaknya akan meninjau ulang semua kontrak untuk semua eksplorasi
> di wilayahnya dan mungkin membatalkan beberapa perjanjian.
> afp/ap/ant/hri
> 
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------
> ----
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your
abstract by 30 March 2007 to
> [EMAIL PROTECTED]
>
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
> 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
> Bali
Convention Center, 13-16 November 2007
>
------------------------------------------------------------------------
> ----
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/>
> Pembayaran iuran
anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi
Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No.
Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net
Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
> --
> OK TAUFIK
>

> Send instant messages to your online friends
>
http://uk.messenger.yahoo.com
> 
> 
>   _____
> 
> No need to miss a message. Get
>
<http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http:/mobile.yahoo.com/mail%0d%0a>
> email on-the-go
> with Yahoo! Mail for Mobile. Get
>
<http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http:/mobile.yahoo.com/mail%0d%0a>
> started.
>

Kirim email ke